Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi! | Your Favorite Devil's Advocate
techno

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!

Kamis, Oktober 03, 2019

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!

Pertama kali aku berkenalan dengan perangkat komputer adalah saat aku memasuki kelas 1 SMP. Di antara teman-temanku di kelas saat itu, aku memang termasuk golongan yang “telat”. Karena, ya, keadaan finansial keluarga saat itu belum memungkinkan untukku bersentuhan dengan alat “mewah” tersebut.

Namun, tentu aku enggak mudah berkecil hati. Lewat pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, aku pun mampu menyusul kelihaian teman-temanku yang sudah lebih dulu bercengkrama dengan peranti tersebut.

Mulai dari perkenalan pertamaku di sekolah dengan komputer sampai saat ini, hal yang sama sekali enggak pernah lepas di dalamnya adalah penggunaan Microsoft Office. Terutama Microsoft Word, sudah seperti sahabat sejati! Selalu setia menemaniku menulis sejak pagi hingga kembali dini hari. Terima kasih!

Mungkin, bagi sebagian orang, program-program yang tersaji dalam Microsoft Office masih begitu lekat dengan Windows. Aku juga sempat berpikir demikian. Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu aku berpindah ke macOS dan masuk ke dalam obrolan di dalam komunitasnya. “Oh, ternyata masih pada pakai Microsoft Office juga, ya,” batinku kemudian.

Belum cukup sampai di situ, pada 27 September 2019 lalu aku pun mengikuti Microsoft Blogger Gathering dengan tema “Supercharged Productivity with Modern PC” di HiveWorks Co-Work & Cafe, Jakarta. Anggap saja, aku sedang menantang diri sendiri untuk lebih banyak tau tentang teknologi.

Dan, aku memang enggak salah pilih. Aku dapat banyak sekali pengetahuan baru yang tumpah ruah meminta untuk dikemasi.

Dari sana, akhirnya aku mengetahui tentang betapa pentingnya penggunaan modern PC untuk manusia-manusia dengan kegiatan digital dan audio-visual super banyak sepertiku ini. Terlebih, butuh sekali perangkat yang baterainya cukup awet dibawa ke mana-mana. Sebab, bekerja enggak melulu harus berdiam diri di satu ruangan tertentu, kan?

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!

Hadi Gunawan Sugito, sebagai Cunsumer Master Trainer Microsoft, memaparkan beberapa ciri modern PC berdasarkan pandangan Microsoft. Dinyatakan bahwa modern PC didefinisikan sebagai perangkat dengan desain yang tipis, kinerja yang cepat, dan tentunya baterai yang tahan lama.

Nah, kalau sudah bekerja dengan modern PC, tentunya kinerja yang kita punya akan lebih terjaga dengan penggunaan software Microsoft Office yang asli dan berlisensi.

Jujur, ya, sejak memiliki laptop pribadi di tahun 2013 lalu, aku selalu menggunakan software bajakan. “Kalau bisa dapat yang gratis, ngapain harus bayar?” pikirku saat itu. Namun, waktu menggiringku pada kenyataan lain bahwa menggunakan software berbayar ternyata banyak untungnya!

Bermula dari pemakaian aplikasi entertainment berbayar untuk musik dan film, aku benar-benar bertekad untuk perlahan beralih melegalkan segala perangkat lunak yang kugunakan untuk keseharian. Dan, memang jodoh, acara Microsoft Blogger Gathering yang kuhadiri ternyata menjadi salah satu katalis untuk mewujudkannya.

Awalnya kupikir, “Wah, kalau mau pakai software Microsoft Office yang berlisensi kayaknya mahal, deh!” Haduh, pikiranku tersebut dipatahkan dengan sekali hantam oleh pemaparan para pembicara yang hadir di hadapan.

Sebelumnya, kami diberikan penjelasan lebih detail terlebih dahulu tentang Microsoft Office 2019 yang dirilis pada bulan September 2018 lalu. Microsoft Office 2019 sendiri merupakan bagian dari fitur-fitur yang telah ditambahkan ke dalam Microsoft Office 365 selama beberapa tahun terakhir. Dengan adanya pembaruan yang dibawanya, konsumen bisnis maupun personal diharapkan dapat bekerja dengan lebih nyaman. 

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Hadi Gunawan Sugito
Nah, berikut adalah beberapa fitur pembaruan yang ditawarkan oleh Microsoft Office 2019:
  • Microsoft Word dibekali dengan mode fokus, peningkatan aksesbilitas, dan terjemahan baru.
  • Microsoft PowerPoint dibekali dengan Transisi Morf, dukungan model DVG dan 3D, Eskop video 4K, dan in-click sequence.
  • Microsoft Outlook juga dibekali dengan mode fokus sehingga penempatan konten di tengah layar bisa maksimal tanpa gangguan. 
Lalu, membahas soal harga nih. Kita dapat memilih Microsoft Office 2019 yang sifatnya beli putus atau Microsoft Office 365 yang langganan per tahun. Yang sekali beli jelas lebih mahal, ya, tapi bayarnya sekali doang. Sayangnya, enggak bisa dapat update software teranyar. Sementara yang berlangganan per tahun dapat mengikuti update software jika ada pembaruan.

Setelah menimbang-nimbang perihal harga dan kebutuhan, aku cukup tertarik untuk berlangganan Microsoft Office 365. Ada beberapa pilihan juga di dalamnya, aku memilih untuk menggunakan Microsoft Office 365 Home. Dengan layanan yang sama, harganya lebih murah dibandingkan Microsoft Office 365 Personal, karena bisa digunakan untuk enam orang. Artinya? Ya, bayarnya dibagi enam juga, dong! Huehehe.

Asiknya lagi, aku dan lima orang lainnya yang sudah berkomitmen untuk beralih ke software Microsoft Office berlisensi ini mendapatkan promo Microsoft Digital dengan melakukan pembelian lewat JD.ID, lho! Dari harga normal Rp1.199.000 menjadi Rp859.000 saja. Dibagi enam, per orangnya hanya cukup membayar Rp143.150 untuk satu tahun. Gila, berlipat ganda, nih, untungnya.

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Satu orang yang dapat lisensinya akan mengundang lima teman lainnya.
Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Tinggal buat akun untuk login kemudian

Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Fitur-fitur yang didapatkan.
Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Unduh ulang~
Akhirnya, Pakai Microsoft Office Berlisensi!
Klik "Sign in" dan masukkan email beserta password yang sebelumnya dibuat.
Sudah selesai, bisa langsung dipakai! Keuntungan menggunakan perangkat lunak Microsoft Office yang resmi ini adalah lebih aman dari virus yang mungkin saja menyerang lewat dokumen yang kita unduh. Jadi bisa mendapat perlindungan ganda terhadap laptop dan data-data lain yang ada di dalamnya.

Selebihnya, untukku pribadi, aku cukup tergiur dengan tawaran kapasitas OneDrive yang mencapai 1TB per pengguna di Microsoft Office 365 Home tersebut. Pasalnya, kapasitas SSD laptopku hanya sebesar 128GB. Ehehe.

Alhamdulillah, dengan peralihan ke Microsoft Office berlisensi ini, semoga segala yang aku kerjakan dengannya akan mendapat lebih banyak berkah. Aamiin!









Tabik! 






Pertiwi 





You Might Also Like

24 komentar

  1. Makin jago aja nulis tekno. Hahaha. Semoga betah dengan perangkat barunya yaaa. Dan makin produktif!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Harus makin produktif, kalo enggak nanti rugi~

      Hapus
  2. Aku juga mulai berpikir nih pakai Microsoft office yang origin. Dulu slalu pakai bajakan.

    Wah bisa ya satu lisensi dipake 6 orang? Boleh jgtuh jd lebih murah. Eh tapi itu harga pertahun ya? Tahun berikutnya gmn? Bayar lagikah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. .... ya bayar lagi, Mbak kan langganannya per tahun ehehe.

      Hapus
  3. Mac punya "Microsoft Office sendiri", gratis. iWorks.

    Tapi emg gak sesempurna punya Microsoft sih 😁

    Storage bisa pake Google Drive, 15GB free. 3 akun udah 45GB. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai pengguna baru macOS, baru tau nih! Wahaha thanks, Nggo~

      Hapus
  4. Udah lama aku ingin pakai yang resmi dan berlisensi juga karena ribet pakai bajakan :') baru tahu bisa berlimaan atau grup bareeng, nah itu susahnya yari partner juga biar lebih murceee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bisa berenam. Gampang kok nyari yang mau barengan mah, murah banget soalnya. Aku sekali ngomong di grup langsung pada mau anak2nya.

      Hapus
  5. Selama ini baru punya niatan aja untuk pakai Microsoft Office berlisensi. Banyak pertimbangan soal harga #powerofemak-emak :D
    Tapi sekarang dapat info dari sini, kalau saya bisa menggunakan Microsoft Office 365 Home aja, karena bisa lebih hemat kan ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hemat banget dan enak pakai yang ini. Cobain, Mbak! Daripada laptop dan data penting lain berpotensi kena virus atau malware gitu kan, susah dan mahal benerinnya.

      Hapus
  6. Senengnyaaa bisa pake yg ori ya. Semoga gak pake yg bajakan lagi ya.karena memakai yg bajakan setauku termasuk yg di haramkan dalam islam krn melanggar hak cipta org lain, cmiiw.. hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Sejauh ini aku senang banget sih bisa pake yg ori.

      Hapus
  7. Perihal slogan "kalau bisa yang gratis, kenapa mesti bayar?" Sepertinya sudah mendarah daging ya, sangat sulit dirubah. Tapi emang benar sih, ada harga ada kualitas. Seperti ujar2 jawa,"ono rego, ono rupo"

    Cara sederhana untuk menghentikan alur bajakan ya dengan memulai dari diri sendiri dengan membeli yang asli dan berlisensi resmi.
    Tapi jika dihadapkan dengan kondisi ekonomi saat ini, dan juga perspektif masyarakat awam yg masih menganggap urusan software itu belum terlalu penting, karena masih banyak urusan yg lebih penting, dan juga banyaknya varian hasil bajakan yang lebih murah dari yang asli, membuat banyak yang beralih ke bajakan.

    Memang benar, untuk merubah semua itu harus dimulai dari diri sendiri, lalu ditularkan kepada yang lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya aku juga enggak yang gembar-gembor buat orang-orang pake yang berlisensi. Cuma aku ajak teman-teman dekat yang emang tampak peduli dengan hak cipta buat barengan belinya biar tetep dapet produk ori tapi gak bikin kantong kering.

      Hapus
  8. Microsoft aplikasi yang dari kecil aku gunakan untuk bekerja sekaligus membuat beberapa laporan gitu dan apalagi setiap tahunnya microsoft selalu memperbaharui serta menambahkan beberapa fitur baru ya kak.
    .
    Dan kalo bisa beli kenapa harus pake yg free hasil crack ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia pikiranku sekarang! Jadi kebalik dari yang dulu wkwkwk

      Selama masih mampu ya ada baiknya menghargai orang yang membuat dan menghargai diri sendiri dengan pakai yang asli.

      Hapus
  9. Kalau bisa gratis kenapa bayar adalah paradigma sewaktu masih kuliah dulu yah, hehehehe. Tetapi semenjak bekerja, akhirnya paham bahwa fitur dan keamanan di aplikasi berbayar lebih baik daripada yang gratisan, sebetulnya juga dari segi harga gak mahal-mahal amat seperti yang ditakutkan koq.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gak terlalu mahal daripada risiko pakai bajakan

      Hapus
  10. Yaash...
    Harus beli asli doonk...jangan minta crackingin orang mulu, hahaha...
    Jleb-jleb-jleb!

    Microsoft Office selalu berinovasi dan yang terpenting semua kegiatan gak bisa leas dari namanya Microsoft Office dan laptop.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaha iya jangan bajakan terus kalo masih bisa beli yang berlisensi yaa

      Hapus
  11. Laptop aku yang paling disayang sudah berlisensi garansi resmi dari microsoft. Jadi kalau aku mau ke luar negeri pun bebas by checking tuh laptop. Ya harga tidak membohongi sih

    BalasHapus
  12. Kalau urusan beli aplikasi berbayar urusan my husband aku terima beres aja,:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada baiknya paham juga sih mbak dikit2 hehehe

      Hapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer