Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini | Your Favorite Devil's Advocate
article

Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini

Jumat, April 15, 2022

Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini

Kondisi bumi yang semakin panas dan sering terjadi bencana akibat cuaca yang makin ekstrem memberi sinyal penting pada kita bahwa hal ini harus segera ditangani. Sinyal inilah yang sepertinya membuat sejumlah anak muda di Indonesia kian menunjukkan kepeduliannya pada isu lingkungan.

Hal ini terbukti dari sejumlah penelitian seperti hasil survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) pada 2021 yang menunjukkan bahwa 77,4% anak muda Indonesia memiliki sedang tertarik dengan isu lingkungan. Lalu ada juga riset dari Indikator Politik Indonesia di tahun yang sama menemukan data yang mengatakan kalau 81% anak muda berusia 17-35 tahun menganggap bahwa melestarikan lingkungan jauh lebih penting daripada pertumbuhan ekonomi.

Dari kedua data itu saja kita bisa melihat kalau masalah ekologi adalah isu yang penting dan genting bagi anak muda. Tidak heran, anak-anak muda yang melakoni hidup di tengah ancaman bencana seperti ini tentu merasa khawatir dengan kondisi dirinya di masa depan atau kondisi generasi selanjutnya. Bukankah kita patut bertanya, “Apakah di masa depan, bumi ini masih jadi tempat yang layak untuk tinggal?”

Bagaimana Kita Menghadapi Krisis Iklim?

Bukan hanya bencana besar saja yang makin sering terjadi, bahkan cuaca yang semakin sulit diprediksi pun juga bisa menyulitkan aktivitas kita sehari-hari. Apalagi fenomena ini sangat dirasakan para petani yang mata pencahariannya sangat bergantung dengan akurasi cuaca. Jika hal ini terus dibiarkan, cepat atau lambat kita pasti merasakan dampaknya juga. Bahkan dari hal yang paling sederhana; makanan pokok.

Jadi setelah melihat potensi dampak yang signifikan dan munculnya tren anak muda yang peduli pada masalah lingkungan, lalu apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi semua ini?

Teruslah merasa penasaran dengan setiap isu lingkungan yang kita dengar. Semakin banyak tahu, kita akan memiliki pilihan yang semakin banyak dalam bertindak. Setelah memenuhi rasa penasaran, kita juga perlu mengenali dan mendukung aksi-aksi perlindungan lingkungan di sekitar kita.

Membiasakan pola konsumsi ramah lingkungan, misalnya dengan mengurangi sampah plastik dan penggunaan styrofoam. Dalam sebuah riset yang dilakukan Remotivi tahun 2022 mengatakan bahwa 85% dari 612 anak muda melakukan kegiatan ramah lingkungan dengan cara mengurangi konsumsi air, listrik, dan plastik. Tiga aktivitas ini dianggap bentuk partisipasi yang paling sederhana dan bisa dilakukan secara mandiri.

Selain partisipasi mandiri, ada juga bentuk dukungan yang bisa dilakukan secara kolektif. Misalnya jika ada wacana kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan, maka kita bisa menghimpun suara untuk menolaknya. Cara untuk terlibat dalam aksi ini tidak harus dengan demo turun ke jalan, tapi bisa lewat tanda tangan petisi daring. Menurut laporan dari Change.org menunjukkan bahwa ada 7 kemenangan yang menolak deforestasi dan 1 kemenangan terkait pengelolaan sampah plastik yang berhasil dicapai dengan menghimpun 623.000 suara dari tahun 2015-2020.

Mendukung gerakan melawan krisis iklim tidak harus dilakukan dalam suasana yang kaku. Justru sebaiknya kita berkampanye dengan cara-cara kreatif seperti menyampaikan aspirasi sesuai keahlian masing-masing dan lebih keren lagi kalau bisa dilakukan secara kolaboratif.

Jika semua hal itu sudah dilakukan, keputusan yang tidak kalah penting untuk kita ambil adalah dengan memilih pemimpin yang bisa membuat kebijakan perlindungan lingkungan.

Yak, itu tadi 5 langkah yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dengan lingkungan. Dari 1 sampai 5, ada berapa poin yang sudah kamu terapkan? Yuk, sharing di kolom komentar!

Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini

Tentang Hutan dan Hal-Hal yang Hilang Darinya

Hutan Indonesia adalah salah satu benteng yang mempertahankan bumi dari kerusakan akibat krisis iklim. Berdasarkan data yang dikumpulkan Katadata, ada tiga tutupan hutan terbesar di dunia, yaitu Hutan Amazon (468 juta hektar), Cekungan Kongo (188 juta hektar) dan Hutan Indonesia (142 juta hektar).

Walau punya potensi yang besar untuk menghadapi krisis iklim, tapi Hutan Indonesia sendiri kini berada di tengah ancaman kerusakan. Kita sering mendengar kebakaran hutan yang melanda di Indonesia, kan? Nah, dari tahun ke tahun, angka kebakaran hutan terus mengalami peningkatan. Akibatnya, hutan yang seharusnya menyumbang oksigen, kini malah melepaskan jutaan ton emisi karbon yang berpotensi merusak atmosfer dan kualitas udara kita. Belum lagi dampak dari deforestasi yang semakin lama semakin mengikis jutaan hektar hutan kita.

Padahal, keberadaan hutan sangat krusial bagi kelangsungan hidup kita. Ada banyak manfaat hutan bagi bumi dan seluruh ekosistem yang hidup di dalamnya.

Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini

Dengan melihat pentingnya manfaat hutan bagi hidup dan penghidupan kita, maka kita perlu lebih giat lagi dalam mendorong aksi-aksi yang fokus pada pelestarian hutan. Sudah cukup sampai di sini saja bumi semakin panas dan udara semakin sesak. Di masa depan, kita harus tinggal di bumi yang lebih sejuk dan nyaman. Untuk mewujudkan itu, maka mulai dari sekarang kita harus semakin gencar menyuarakan ajakan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman krisis iklim.

Jika hal-hal besar terasa begitu sulit, kita bisa kok mulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil yang mengitarinya. Minimal kita bisa mulai dengan kesadaran bahwa apa yang kita lakukan hari ini mungkin berpengaruh pada kondisi alam di masa depan. Dengan begitu kita akan lebih berhati-hati ketika menjalani aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, walau sekecil membuang bungkus permen di selokan.

Jika kesadaran di diri kita sudah tumbuh, barulah kita berusaha mengajak orang lain agar gerakan kecil yang kita lakukan menjadi lebih besar dari sebelumnya. Pun tidak kalah penting adalah dengan berpikir jangka panjang, selalu optimis, dan berpikir positif pada aksi-aksi yang bertujuan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.

Membentengi Bumi dengan Menyelamatkan Hutan Sedari Dini

Jujur, aku senang sekali mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam aksi perlindungan alam melalui hal yang aku sukai, yaitu menulis. Lewat menulis aku bertemu dengan orang-orang yang sehobi dan semisi untuk menyuarakan isu lingkungan. Lalu kami membuat wadah bernama #EcoBloggerSquad untuk menseriusi misi melawan krisis iklim lewat tulisan bersama-sama.

Semoga hal-hal yang coba kami lakukan lewat teks ini bisa memberi dampak yang positif bagi lingkungan dan hal-hal yang ikut tumbuh bersamanya. Yuk, kita lakukan segala hal terbaik #UntukmuBumiku.



Sumber:
- Online gathering "Peran Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim"
- https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/10/29/survei-mayoritas-anak-muda-indonesia-peduli-isu-lingkungan-hidup
- https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/10/28/81-pemuda-lebih-memilih-merawat-lingkungan-meski-ekonomi-melambat
- https://www.change.org/l/id/tren-kampanye-perubahan-iklim-di-indonesia
- https://katadata.co.id/jeany/infografik/6156ed9dc2f24/hutan-indonesia-harapan-dunia


You Might Also Like

0 komentar

Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai. - Pramoedya Ananta Toer