Deteksi Covid-19: Rapid Test dan PCR Test | Your Favorite Devil's Advocate
article

Deteksi Covid-19: Rapid Test dan PCR Test

Kamis, September 17, 2020

Deteksi Covid-19: Rapid Test dan PCR Test

Kembali melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) agaknya cukup meningkatkan kekhawatiran sebagian orang terhadap virus Covid-19. Namun, bagiku pribadi, adanya kekhawatiran yang tumbuh tersebut bisa jadi sebuah harapan agar kita semua bisa selalu waspada dan semakin disiplin dalam melakukan upaya pencegahan penularan dengan patuh pada protokol kesehatan.

Selain upaya pencegahan yang dilakukan, penting pula untuk menjalani tes agar kita bisa mendeteksi ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuh kita. Ya, supaya kita dan orang-orang terdekat bisa lebih tenang dan terjaga juga, kan?

Rapid Test dan PCR Test

Nah, saat ini ada dua metode yang biasa dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19, yaitu rapid test dan PCR test (atau sering disebut dengan swab test). Walaupun sama-sama digunakan untuk mendeteksi virus corona, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Antara lain:

Pertama, dari tujuan pemeriksaannya sendiri. Rapid test digunakan untuk skrining, sementara PCR test dilakukan untuk menemukan diagnose pasti.

Jenis sampel yang diambil dari kedua tes ini pun berbeda. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang terdapat di dalam darah. Antibodi tersebut akan terbentuk di dalam tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jadi, kalau ada infeksi virus di dalam tubuh kita, jumlah antibodi IgG dan IgM tadi akan bertambah. Hasilnya nanti dapat menyatakan reaktif (ada infeksi virus) atau non-reaktif (tidak ada infeksi virus). Namun, ya, hasil dari rapid test tersebut bukanlah diagnosa pasti yang menggambarkan infeksi Covid-19. Jika ingin hasil yang lebih akurat, disarankan untuk menjalani PCR test sebagai tes lanjutan.

Sementara PCR (Polymerase Chain Reaction) test adalah pemeriksaan labolatorium untuk mendeteksi keberadaan material genetic dari sel, bakteri, atau virus yang saat ini digunakan juga untuk mendeteksi material virus corona. Pemeriksaan PCR test menggunakan sampel lender yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan, karena dua area tersebut merupakan tempat virus menggandakan dirinya. PCR test ini dinilai lebih akurat dengan hasil akhir positif atau negatif.

Dilihat dari waktu pemeriksaannya pun, rapid test dan PCR test memiliki perbedaan yang cukup tampak. Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasilnya dapat kita lihat. Sementara PCR test membutuhkan waktu yang lebih panjang, bisa beberapa jam atau bahkan beberapa hari sampai hasilnya sampai di tangan.

PCR Test untuk Memastikan Hasil Rapid Test

Deteksi Covid-19: Rapid Test dan PCR Test

Seperti yang sudah aku tuliskan di atas, rapid test hanya melakukan skrining terhadap tubuh untuk mengetahui apakah tubuh kita terinveksi virus. Hasil dari rapid test, baik reaktif maupun non-reaktif, bukan menjadi penentu seseorang terjangkit virus Covid-19 atau tidak. Hal ini karena antibodi yang terdeteksi bisa saja IgG dan IgM yang dibentuk oleh tubuh karena inveksi virus lain.

Maka di sinilah pentingnya kita untuk melakukan PCR test untuk memastikan hasil rapid test tersebut. Sebab, sampai saat ini, PCR test merupakan pemeriksaan diagnostic yang dianggap paling akurat untuk memastikan apakah seseorang menderita Covid-19.

Jika ingin melakukan PCR test di tempat-tempat yang terpercaya di Jakarta, kamu bisa mendapatkan informasi mengenai lokasi, harga, detail prosedur, sekaligus book appointment langsung dari Halodoc. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan terkait dengan jarak, harga, waktu, dan lama pemeriksaannya tanpa harus mendatangi klinik atau rumah sakit satu persatu terlebih dahulu.

Informasi yang lengkap soal lokasi PCR test di Halodoc ini bisa diakses dengan sangat mudah dalam genggaman tangan. Kalau sudah menemukan tempat yang paling sesuai dengan kebutuhan, tinggal datang sesuai dengan waktu booking yang sudah dilakukan sebelumnya. Lebih praktis dan meminimalisir aktivitas di luar juga, kan? Sebab kita masih sama-sama dianjurkan untuk tetap di rumah aja jika keadaan tidak terlampau mendesak.

Kalau ada keluhan mengenai kesehatan lainnya, kamu juga dapat melakukan cek kesehatan mandiri lewat Halodoc. Bisa konsultasi ke dokter langsung dan beli obat juga, lho. Fitur yang cukup lengkap dari aplikasi kesehatan satu ini, bagiku, benar-benar memberikan solusi yang terpercaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi di masa pandemi seperti ini.

Well, ya, semoga kita semua bisa tetap menjaga kesehatan dengan baik dan melewati masa-masa yang berat ini sampai bayang-bayang virus ini berakhir, ya. Aamiin.









Tabik!





Pertiwi

You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer