Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung di Tengah Kesibukan | Your Favorite Devil's Advocate
health

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung di Tengah Kesibukan

Senin, September 21, 2020

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung di Tengah Kesibukan

Menulis. Satu dari sekian mimpi kecilku yang masih kugenggam dan turut mengiringi langkah yang kupijak sampai saat ini. Jika dibanding dengan teman sebaya, mungkin apa yang kuhasilkan dari sini bukanlah hal yang berarti. Tetapi, kurasa, mengerjakan sesuatu dengan limpahan rasa bahagia juga sangat patut untuk dipertimbangkan demi kedamaian pribadi. Maka, ya, aku di sini.

Namun, bukan berarti enggak ada negatifnya. Selain penghasilannya yang enggak menentu setiap bulan—tapi sampai saat ini masih cukup kok, tidak adanya jam kerja yang pasti juga bisa berpotensi buruk pada kesehatan. Terutama kesehatan jantung.

Masih muda, masa bisa kena penyakit jantung?

Menjaga kesehatan jantung bukan hanya untuk lansia, kenali penyebabnya

Jangan salah, pengidap penyakit jantung tuh bukan hanya orang-orang lanjut usia aja. Maka itu, lebih baik jika kita dapat memahami apa saja yang dapat mengganggu kesehatan jantung supaya dapat lebih mudah dalam memperbaiki pola hidup.

Nah, berikut adalah beberapa penyebab umum dari penyakit jantung:
· Obesitas
· Kurangnya olahraga
· Punya kadar kolesterol jahat yang tinggi
· Memiliki penyakit diabetes
· Genetik
· Memiliki tekanan darah tinggi
· Kebiasaan merokok
· Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans

Untukku pribadi, masalah yang paling sulit untuk dihadapi adalah kurangnya olahraga serta seringnya mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Apalagi saat kita semua dianjurkan untuk tetap di rumah aja begini. Wah, sudahlah. Sudah.

Sebelumnya, aku masih suka pergi-pergi keluar. Seenggaknya, ya, jalan untuk cari tempat nulis yang lebih nyaman dari kosan. Sekarang mana bisa? Sudah pada dasarnya kurang suka olahraga, hal yang dikerjakan pun minim sekali pergerakan kecuali jari tangan. Kebayang dong gimana mengerikannya?

Belum lagi, semakin ke sini makanan yang kukonsumsi semakin sembarangan. Pokoknya pilih yang cepat saji dan bisa langsung diantar. Iya, aku bukan orang yang suka masak juga soalnya.

Pun, seperti yang sempat kutulis sebelumnya, apa yang kukerjakan ini enggak punya waktu yang pasti seperti orang-orang lain yang terpaku oleh jam kantor. Jadi, kalau enggak bisa mengatur waktu dengan baik, bisa kebablasan dan lupa istirahat. Sayangnya, aku tipe yang seringkali abai sampai kurang tidur demi tulisan yang sedang kukerjakan.

Lalu, bagaimana cara mudah menjaga kesehatan jantung di tengah kesibukan?

Perlahan, aku mulai menyadari bahwa kebiasaanku tersebut sangatlah tidak baik untuk kesehatan jantung. Maka, perlahan aku mencoba untuk mengubah sedikit demi sedikit perilaku sebelumnya.

Pertama, menjauhi makanan pemicu masalah jantung dan memperbanyak mengonsumsi lemak tak jenuh. Di saat pekerjaan menulisku enggak terlalu padat dan menyita waktu, aku mulai mencoba untuk memasak apa yang aku bisa. Mengurangi konsumsi olahan daging, mentega dan margarin, serta sejenisnya. Belum terlalu sering, sih. Ya, namanya juga proses.

Kemudian, menjaga berat badan ideal. Jujur, ya, selama pandemi dan dianjurkan untuk di rumah aja ini timbanganku pelan-pelan terus bergeser ke kanan. Sangat mengkhawatirkan. Sebab, berat badan yang berlebih memerlukan darah yang lebih banyak. Artinya, pekerjaan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh pun bertambah. Enggak mau dong selepas PSBB malah obesitas dan kena penyakit jantung? Makanya belakangan aku juga mulai konsen di sini juga.

Menjaga kesehatan mental agar terhindar dari stres berlebih juga perlu. Lho, kenapa jadi nyambung ke kesehatan mental? Iya, karena—untukku pribadi—stres seringkali memicu timbulnya kebiasaan yang tidak baik. Contohnya: makan sembarangan secara berlebihan, kembali malas bergerak, semakin kurangnya istirahat, dan sebagainya. Nah, melakukan meditasi dan olahraga tipis-tipis dapat cukup membantu menjaganya agar tetap stabil.

Untuk kalian yang merokok—aku enggak soalnya, upayakan kurangi merokok atau kalau bisa berhenti sekalian akan lebih baik. Sebab, kandungan tembakau yang ada pada asap rokok dapat membuat pembuluh darah arteri menjadi sempit dan merusak jantung. Maka dengan mengupayakan berhenti merokok, risiko terkena penyakit jantung juga akan lebih rendah.

Terakhir, aku mulai aktif melakukan olahraga. Beruntung aku punya beberapa teman yang begitu aktif membagikan cerita workout-nya, hal tersebut akhirnya menginspirasiku juga untuk mulai melakukannya. Dan, benar aja, padahal belum lama aku rutin olahraga, tapi dampaknya ke tubuh udah sangat terasa. Selain jadi lebih segar, berefek juga ke nafsu makan yang lebih terkontrol, jam tidur yang membaik, dan keadaan hati menjadi lebih riang.

T-tapi… enggak sanggup deh rasanya kalau harus gerak dengan olahraga kayak orang-orang gitu, berat. Gimana, dong?
Enggak masalah kok kalau masih belum sanggup untuk workout kayak yang sering di-share sama orang-orang. Yang terpenting adalah kemauan untuk melakukan aktivitas fisik agar jantung lebih sehat. Nah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal tersebut, Malaysia Healthcare mengajak kita untuk ikut bergerak lewat campaign Dance with Your Heart di Instagram.

Campaign ini sederhana, kok. Kita hanya perlu mengunggah video pendek yang memperagakan gerakan Dance with Your Heart di Instagram Story. Panduan koreografinya sudah ada, tapi kalau mau bikin gerakan sendiri juga boleh banget. Jadi kalau kamu butuh “pemicu” untuk mulai menggerakkan tubuhmu, ikutan aja tantangan dari Malaysia Healthcare ini.

Periode untuk ikut serta Dance with Your Heart ini dimulai dari 16 September 2020 — 28 September 2020. Dengan ikut serta dalam campaign ini, kamu enggak hanya menyebarkan semangat jantung sehat ke diri dan lingkungan sosialmu, tapi juga punya kesempatan untuk memperoleh hadiah senilai dua juta rupiah untuk sepuluh orang pemenang! Informasi selengkapnya bisa kamu pantau langsung melalui akun Instagram @medtourismmy.id ya.

Kesibukan bukan alasan untukmu abai pada kesehatan jantungmu, kan? Yuk, sebarkan semangat jantung sehat mulai dari sekarang!









Tabik,





Pertiwi

You Might Also Like

10 komentar

  1. Olahraga oh olahraga.... Terlalu asyik rebahan jadi timbangan nganan. Tetap sih berusaha olahraga kecil kaya jalan kaki biar jantung dan tubuh lebih sehat

    BalasHapus
  2. Jantung ini memang selalu tak terduga hadirnya ya, tau2 uda parah. Memang paling sulit menjaga bb ideal wkwkwk

    BalasHapus
  3. Masalah kita sama mbak, aku juga paling males olahraga. Dan aktifitas sekarang-sekarang ini juga bisa dikatakan minim gerak huhuhuuu...


    Kayaknya aku harus kepoin IG nya Malaysia Healthcare deh, pengen tau gerakan dancenya. Siapa tau bisa kupraktekkan di rumah.

    BalasHapus
  4. Seru juga challenge-nya, selama di rumah emang jadi mager nih padahal mesti tetap gerak biar tetap sehat yaa

    BalasHapus
  5. Pandemi enggak pandemi, ayo tetep jaga kesehatan apalagi jantung, biar tuanya ga nyesel.

    BalasHapus
  6. OLahraga itu penting. Olah tubuh juga. Tapi kadang syaa kepedean dengan berpikir bahwa aktivitas ngedomestik saya kan juga olahraga. TErnyata beda, ya

    BalasHapus
  7. Saya tuh udah punya niat untuk rajin olahraga, Mbak. Tapi kenapa ya, malah banyak magernya hiks..
    Padahal olahraga bisa menjaga kesehatan badan dan jantung ya...

    BalasHapus
  8. Baca tulisan ini rasanya menohok sekali. Udah lama ga olahraga dengan alasan sibuk, padahal kalau mau meluangkan waktu, sebenarnya bisa aja. 😑

    BalasHapus
  9. Olahraga nih sama menjaga pola makan yg penting bgt terutama buat yg sudah mulai masuk usia senja, soalnya kalau diajak suka susyaaah. Nah sedari muda memang ya dibiasakan juga, dan sm menjaga kesehatan mental juga krn emg ngaruh ke fisik :)

    BalasHapus
  10. iya ya... dan justru saat sibuk itu kita perlu banget menjaga kesehatan jantung ya biar ga kenapa2... Dan memang olahraga ringan saja seperti jalan pagi dan lari bisa banget ya membuat badan jadi lebih sehat, padahal sebentar tapi seringnya banyak yg malas ya..

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer