Manfaat di Rumah Aja Kala Pandemi Virus Corona | Your Favorite Devil's Advocate
personal

Manfaat di Rumah Aja Kala Pandemi Virus Corona

Rabu, April 29, 2020

Manfaat di Rumah Aja Kala Pandemi Virus Corona

Di luaran, masih banyak yang mengeluh perihal virus corona yang saat ini sedang merajalela di dunia. Ya bosan, ya enggak bisa jalan-jalan, ya susah cari uang, ya kangen ngumpul sama teman-teman. Namun, tetap sabar dulu ya. Tunggu keadaan membaik demi diri sendiri dan semua orang yang disayangi. Untuk yang memang masih harus keluar rumah, tetap semangat dan terus sehat ya!

Seperti yang selalu aku coba katakan, ada perihal positif yang bisa dipetik di tengah segala pelik. Ya, semuanya bergantung kepada perspektif. Seperti anjuran untuk di rumah aja ini. Kalau dilihat sekilas memang menyebalkan, tapi banyak manfaat kok kalau mau ditilik lagi.

Beriku beberapa hal positif yang aku rasakan selama di rumah aja terkait virus corona ini:

Lebih rajin olahraga

Ya, walaupun hanya olahraga tipis-tipis sekenanya yang bisa tetap dilakukan di rumah aja, seenggaknya ini merupakan salah satu kemajuan kecil yang aku alami selama beredarnya virus corona. Sebelumnya, aku selalu ogah-ogahan untuk olahraga. Diajak Ilham untuk jalan sedikit aja seringkali menolak.

Namun, karena imunitas tubuh di saat seperti ini sangat dibutuhkan, jadi dengan kesadaran pribadi melakukan perubahan.

Menjaga asupan makanan

Sebelumnya, aku cukup asal-asalan soal makan. Yang penting kenyang. Apalagi, aku udah kayak anak kecil yang cinta mati sama junk food. Wah, tentu kebiasaan tersebut saat ini secara bimsalabim langsung berubah. Rajin makan sayur dan minum jus buah supaya lebih sehat dari dalam.

Membersihkan rumah

Salah satu alasan aku hampir selalu menolak kalau ada teman yang mau mampir ke rumah adalah karena rumahku sangat berantakan. Wahaha! Benar, banyak sekali alasan untuk menunda membereskannya. Nah, keadaan mulai berubah ketika sudah memasuki minggu kedua di rumah aja. Perlahan, kami mulai bergerak untuk meciptakan rumah sehat dan nyaman sebagai tempat tinggal.

Lumayan, sekarang jadi ada beberapa spot yang lumayan instagramable. Selepas pandemi ini, enggak akan nolak lagi kalau ada teman yang mau mampir.

Mempererat kedekatan dengan keluarga

Wah, poin yang ini tentunya jelas sekali ya. Selama di rumah aja, aku memang hanya berdua aja sih sama Ilham. Namun, karena letak rumah mamaku masih satu RT, jadi lebih sering mampir juga ke sana. Intensitas kumpul dan ngobrol pun akhirnya meningkat karena kita enggak bisa ke mana-mana dulu sekarang.

Lebih banyak cerita, lebih dekat pula hubungan yang terjalin di dalamnya.

https://www.pertiwiliana.com/2020/04/ciptakan-rumah-sehat-dan-nyaman-untuk-keluarga.html

Rajin cek kesehatan

Awalnya memang aku biasa aja dengan merebaknya virus corona ini, tapi makin ke sini rasanya jadi paranoid juga. Nah, selain olahraga tipis-tipis dan menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh, hal lain yang aku lakukan adalah dengan lebih rajin cek kesehatan. Bukan di rumah sakit, ya. Tau sendiri kan gimana penuhnya rumah sakit saat ini? Dan potensi menempelnya virus juga lebih besar di sana.

Maka, yang aku lakukan adalah cek kesehatan secara mandiri melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini udah lumayan lama ada di gawaiku, bahkan sebelum pandemi ini berlangsung. Sebagai aplikasi kesehatan yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan percaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, aku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Halodoc.

Di aplikasi Halodoc, ada empat fitur utama, yaitu: Tanya Dokter, Beli Obat, Rumah Sakit, dan Cari Dokter. Aku paling sering pakai fitur Tanya Dokter dan Beli Obat. Enak sih bisa chat langsung sama dokter umum maupun spesialis di mana dan kapan aja, terus beli obatnya bisa langsung diantar ke rumah. Damai banget hidup tuh rasanya.

Kalau kamu merasa mulai paranoid juga kayak aku, bisa coba cek kesehatan secara mandiri dulu di aplikasi Halodoc ini, ya.

Menampakkan sisi kemanusiaan

Ini nih yang paling bikin hatiku nyessss gitu rasanya selama virus corona ini ada. Aku—dan kita—jadi bisa lihat dengan lebih jelas bahwasanya masih sangat banyak hati-hati malaikat dalam tubuh manusia yang ada di dunia. Kita semua masih punya harapan. Bumi kita masih punya harapan. Jangan menyerah dulu, ya.

Well, enggak selamanya hal yang tampak buruk hanya membawa sesuatu yang buruk, kan? Ada pespektif lain yang bisa kamu intip, ada makna lain yang bisa kamu gali.









Tabik!





Pertiwi

You Might Also Like

3 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer