Bedah Lirik Lagu "Done" Milik Kun Saraswati | Your Favorite Devil's Advocate
musik

Bedah Lirik Lagu "Done" Milik Kun Saraswati

Selasa, Oktober 08, 2019

Bedah Lirik Lagu "Done" Milik Kun Saraswati

Kata cinta sungguhlah tidak asing terdengar di telinga. Namun, manusia-manusia seringkali menyempitkan makna. Bahwa cinta hanya metafor dari kasih antara kaum Adam dan Hawa. Padahal, jika mata terbuka lebar, definisi yang lebih luas bisa terpampang.

Banyak sekali kutemukan mereka yang kehilangan dirinya hanya karena jatuh cinta. Namun, bukankah rasa yang sesungguhnya malah akan mencerahkan? Membawa kita pada jalan yang lebih terang dan menuntun untuk menyayangi diri lebih dari sekarang.

Kebutaan yang diagung-agungkan dari kata cinta nyatanya tidak jarang membuat menusia tersesat. Sebab, selayaknya hukum alam, baik dan buruk datang beriringan. Begitu pula dengan cinta dan kecewa yang tidak dapat dipisahkan.

Aku pernah merasakan kekecewaan saat tersesat di dalam mahligai cinta yang dalam. Bukan cinta yang sesempit kebanyakan orang lihat, tentu saja. Aku sempat mengutuki diri dan keadaan. Namun, musik menolongku bangkit dari keterpurukan. Dan, ini pulalah yang coba dilakukan oleh “Done” yang merupakan judul lagu Kun Saraswati.

Kun Saraswati membawa proses memaknai kehilangan

Take me with you, or let me be with you. 
But if we knew, I’m trynna forget you. 
What did I do? I’m feeling so pale blue. 
This felt so true, but how about you? 

Ada sakit yang begitu nyata tergambar di dalam lirik musik Kun Saraswati ini. Di dalam acara launching-nya yang berlangsung pada tanggal 4 Oktober 2019 lalu, Kun Saraswati menyatakan bahwa perih yang dituangkannya bukan hanya sekadar soal cinta biasa. Namun, dapat mewakili berbagai hal.

Pemilihan klausa “I’m feeling so pale blue” sangat menjelaskan bagaimana seseorang bisa jatuh begitu dalam ketika menghadapi kekecewaan. Bagiku, lirik lagu “Done” ini begitu sederhana dan cantik. Sebab, Kun Saraswati yang membuat lirik ini bersama dengan Gobin Ahmad mengaplikasikan secara nyata prinsip “show, don’t tell”.

Tidak ada kata sedih yang gamblang di dalamnya. Namun, sebagai pendengar, aku dapat merasakan pedih yang ingin diutarakan.

Bedah Lirik Lagu "Done" Milik Kun Saraswati

The sky starts raining, but my heart keeps tracing. 
The storms are raging, but my heart keeps falling. 

Sebagaimana orang kehilangan pada umumnya, Kun Saraswati dengan begitu manusiawi mempertunjukkan bebalnya manusia saat patah hatinya. Dunia sudah kehilangan warna, terserah mau apa dan bagaimana, yang terpenting hanyalah rasa yang dimilikinya.

Secara implisit, lagu Indonesia dengan kemasan musik yang begitu aduhai ini seolah sedang melakukan tawar-menawar. Ada jika dan hanya jika di dalamnya. Apakah ketika manusia terus kukuh dalam mengemban sakit atas rasa yang dimilikinya, dia akan mendapat ganti yang berujung bahagia?

I’m broken in two, I’m drowning in deep blue. 
My feelings for you, has drowned with me too. 

Aku menangkap adanya “5 stages of grief” di dalam lagu Kun Saraswati. Denial dan anger terwakili oleh bait pertama. Bargaining diwakili oleh prechorus-nya. Sementara, bait kedua di atas mewakili depression.

Fase ini menunjukkan keterpurukan diri yang begitu dalam atas suatu hal. Seringkali, sulit rasanya untuk berpikir jernih ketika kita masuk ke dalamnya. Ketenggelaman hati dan pikiran digambarkan dengan jelas. Dan, begitu sesak.

Lagu Indonesia terbaru milik Kun Saraswati yang berjudul “Done” ini menggandeng kita yang sedang jatuh untuk menikmati duka di dalam dada. Meskipun tidak senyata “Melankolia” atau “Tubuhmu Membiru, Tragis” milik Efek Rumah Kaca, lirik musik Kun Saraswati punya cara yang berbeda.

Bedah Lirik Lagu "Done" Milik Kun Saraswati

What I’m gonna do? Tell me, what I’m gonna do? 

Kebingungan-kebingungan kemudian merajai kepala. Apakah hal yang dilakukannya sudah berjalan benar? Ataukah, hanya sekadar memelihara semu yang dipertunjukkan oleh bayangan masa kelam?

Di titik ini, kesadaran mulai menyeruak ke permukaan. Ada syukur yang harus diucapkan. Sebab, dengan demikian, manusia bisa lebih dekat dengan kesuksesannya memaknai kehilangan.

I’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue. 
I’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there’s no I love you. 

Jika diperhatikan, diksi yang digunakan di bagian reff di atas dengan bagian prechorus yang sudah diulas sebelumnya seperti tidak saling menopang. Namun, hal ini bukan berarti sebuah ketidakkonsistenan. Sebab, Kun Saraswati lewat single terbarunya ini membawa kita pada sebuah proses yang nyata.

Seringkali, perasaan menduduki tahta atas logika yang kemudian harus terpendam di dalam alam bawah sadar. Dimulai dari pertanyaan yang berulang kali muncul pada bagian bridge, lagu Kun Saraswati ini pada akhirnya menampakkan pernyataan yang tegas bahwa apa yang ada di hadapannya hanyalah kepalsuan belaka.

But if we knew, I’m done with you! 

Hingga pada akhirnya, “Done” sebagai judul lagu Kun Saraswati benar-benar membawa kita pada sebuah kata selesai. Selesai dengan keadaan yang tidak menyenangkan. Selesai dengan diri yang diselimuti keabu-abuan. Dan, selesai dengan dunia yang penuh permainan. Fase kelima, acceptance.

Sebuah akhir, bisa jadi, adalah permulaan yang membawa kita pada kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Sebuah akhir, mungkin saja, adalah jalan untuk kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi kerasnya kenyataan.



Menikmati proses bersama Kun Saraswati lewat lagu “Done

Aku pribadi, sempat meneteskan air mata saat mendengar secara langsung bagaimana Kun Saraswati membawakan lagu “Done”. Suaranya yang halus dipadu dengan lirik yang menusuk dan musik yang menyayat kalbu menjadi kombinasi yang sungguh empuk.

Dalam pengerjaannya yang begitu serius, single ini menggandeng sejumlah nama besar di industri musik, seperti: Irvnat (vocal director), Alvin Witarsa (orchestrator), Eko Sulistiyo (mixing engineer), dan Steve Corrao (mastering engineer) yang membuat lagu ini semakin berkelas dan berkualitas.

Diproduksi dengan apik oleh Passion Vibe, label rekaman yang digawangi oleh Balanegara Abe dan Edo Abraham, kini single Kun Saraswati bisa kita nikmati lewat berbagai platform musik kesayangan. Dan dengan demikian, tentu saja, kita bisa belajar untuk menikmati proses dalam memaknai kehilangan dengan cara yang elegan.

Sejak pertama mendengar lagunya, aku percaya bahwa Kun Saraswati memiliki potensi yang begitu besar di kancah permusikan Indonesia. Pastinya, aku akan menunggu karya-karya selanjutnya!








Tabik!





Pertiwi

You Might Also Like

9 komentar

  1. Njirr ini mah ngupas tuntas dah, bisa sedetail gini ya tiwi ngupasnya,

    BalasHapus
  2. Dalem sedalem-dalemnya nih liriknya. Mau dengerin lagunya khawatir gagal move on. Haha

    BalasHapus
  3. Waduhh waduuh ini dijembrengin lebih mendetail setiap makna liriknya, mbak, daleemm banget deh ini. Aku juga udah dengerin musiknya di yutub mbak, easy listening banget loh

    BalasHapus
  4. Aduuuh dalem bgt yaa makna nyaa. Ikutan terhanyuut. Kuudah denger kemaren di yutub. Enak deh, kusukaaaa

    BalasHapus
  5. Lagu lagu buatan musisi Indonesia liriknya selalu dalam dan musiknya mudah dinikmati. Terkadang kita ngga sadar ikutan nyanyi karena ear worm dan beberapa lagu juga diminati di negara tetangga. Mudah mudahan kun sarasvati juga

    BalasHapus
  6. Wah, memaknai kehilangan dengan cara elegan ya rupanya. Tampaknya Kun akan punya penggemar yang militan nih jika lagu-lagunya bisa sedalem ini terus. Hehe.
    Btw bedah lirik lagunya keren banget, dalem... :)

    BalasHapus
  7. Enak ya lagunya... Sedikit pernah mengalami yang dilirik lagu ini. Aku jadi mewek nih...

    BalasHapus
  8. Sebenernya saya belum pernah mendengar lagu ini tapi kayanya makna dari setiap liriknya sangat dalam banget dan bikin kita gimana gitu rasanya kak

    BalasHapus
  9. Syair lagu yang dibuat syahdu dan menyentuh hati,,, sayangnya kok ga ada publikasi di televisi ya. Sedih saya tuh saat ga ada lagi acara musik di Indonesia

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer