Pentingnya Medical Check Up Sejak Dini | Your Favorite Devil's Advocate
event

Pentingnya Medical Check Up Sejak Dini

Selasa, Juli 23, 2019

Pentingnya Medical Check Up Sejak Dini

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja memasuki usia yang baru. Di seperempat aku hidup di dunia ini, sudah ada banyak sekali hal yang kutempuh. Dan, tentu saja, akan ada banyak hal lainnya di depan mata yang siap dituju. Maka dari itu, yang kumau dari usiaku yang baru hanyalah kesehatan bagi tubuh.

Dengan fisik yang senantiasa kuat, mau ngapa-ngapain kan jadinya enak, ya.

Nah, Alhamdulillah sih sampai saat ini aku merasa tubuhku masih dalam keadaan yang baik. Ya, kalau kecapekan karena kegiatan yang padat biasalah, ya. Tinggal tambah istirahatnya aja. Kebetulan juga, tiga bulan lalu sebelum menikah sempat menjalani medical check up yang hasilnya dinyatakan semua normal.

Selepas medical check up waktu itu, rasanya nagih. Hwahaha. Bukan apa-apa, ya, aku sejak dulu memang seringkali bertanya-tanya bagaimana kondisi tubuhku sebenarnya, tapi malas mau check up. Jangan dicontoh, ya. Sebab, mengetahui dengan detail kondisi tubuh kita sendiri itu perlu banget.

Kenapa medical check up penting bagi anak muda?

Pernah enggak sih ngerasa masih muda, enggak akan sakit yang aneh-aneh, jadi gak usah medical check up ajalah cuma buang waktu dan buang uang? Jujur, ya, aku sendiri juga pernah banget berpikiran kayak gini. Namun, di acara Prodia Healthy Fun Festival 2019 yang digelar di Tribeca Central Park pada tanggal 21 Juli 2019 lalu, aku sudah enggak mau berpikir demikian lagi.

Pentingnya Medical Check Up Sejak Dini

Dari bincang-bincang yang dilakukan dengan dr. Ida Gunawan dalam talkshow yang bertajuk “Pentingnya Medical Check Up Sejak Dini” tersebut menyatakan bahwa kegiatan kita yang sekarang sudah berubah menjadi serba instan mengakibatkan tubuh yang kurang bergerak. Nah, hal-hal demikian akan menunjang penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif itu penyakit yang tidak menular ya, Gengs.

Katanya, penyakit degeneratif saat ini banyak sekali ditemukan di kaum muda. Seperti contohnya: darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes, dan lain sebagainya. Ngeri, ya? Padahal, yang aku tau tadinya penyakit-penyakit tersebut hanya menyerang orang-orang yang sudah tua. Heu. Ini, nih, akibat dari gaya hidup yang serba instan sekarang.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Yang utama, jelas dr. Ida, kita tidak boleh lupa untuk melakukan regular check up. Ini harus dilakukan sedini mungkin, ya. Jangan menunggu adanya keluhan terlebih dahulu. Aku paham sih bagaimana takutnya darah kita diambil, tapi demi mengetahui detail keadaan tubuh kita sendiri kenapa enggak, ya kan? Karena kalau ada apa-apa kan lebih baik kita mengetauinya lebih awal untuk melakukan pencegahan sebelum sakit.

Apa sih penyebab terjadinya penyakit degeneratif?

Selain dari kurangnya pergerakan tubuh, dikatakan juga bahwa yang berperan meningkatkan risiko penyakit generatif ini adalah proses aging atau proses penuaan. Kadang, proses penuaan ini seringkali enggak terbaca lho sama kita. Karena merasa usia masih muda, jadi proses aging ini pasti jauh. Gitu, gak? Ehehe.

Coba, deh, kamu senyum. Lalu lihat cermin dan perhatikan ujung mata kamu, apakah kamu menemukan adanya kerutan-kerutan halus di situ? Jika iya, selamat, proses penuaan sudah terjadi pada kamu. Hwaaa! Itu adalah bukti proses aging yang paling dini yang akan terjadi pada kulit.

Itu baru yang tampak di luar aja, lho. Di dalamnya, gimana? Enggak tampak. Enggak terlihat. Maka dari itulah medical check up sejak dini diperlukan. Nah, idealnya, medical check up ini dilakukan satu tahun sekali. Namun, dalam keadaan tubuh yang khusus, misal kolesterol tinggi, medical check up harus dilakukan sekitar 3-6 bulan sekali tergantung pada terapi yang diberikan.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Memang anak muda mesti aware dengan kesehatan tubuhnya ya Mbak, rajin-rajin medical checkup, agak mahal sih memang, tapi itu bisa dianggap sebagai investasi masa tua. Biar terus sehat.

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer