Takjil Spesial untuk Berdua | Your Favorite Devil's Advocate
personal

Takjil Spesial untuk Berdua

Kamis, September 27, 2018

Takjil Spesial untuk Berdua

Kira-kira, mau nyiapin takjil spesial apa ya hari ini? 

Enggak tau kenapa, rasanya sudah jadi semacam tradisi untuk beribadah lebih rajin di penghujung masa akademik. Ya, masa kelas 6 SD, kelas 9 SMP, kelas 12 SMA, sampai sekarang saat masuk tahun keenam kuliah. Enggak usah kaget, kumemang sudah jadi mahasiswa lama. 

Kebiasaan yang mulai tumbuh di sekolah dasar ini seperti tertanam dan mesti dilakukan. Kalau enggak, takut Allah enggak meridhoi jalanku ke depan. Hahaha. Mulai dari salat sunah sampai puasa sunah akhirnya jadi tradisi untuk menguatkanku di masa-masa seperti ini. Namun, ya, sebaiknya hal baik dilakukan secara rutin tanpa menunggu momen tegang sih ya. 

Bhaiq. Lupakanlah curhatan terselubungku perihal kuliah yang belum juga selesai. 

Setidaknya, kumasih bisa mengingat bahwa segala kuasa di dunia ada di tangan Sang Pencipta. Aku, kamu, dan kita semua sebagai manusia hanyalah para pejuang yang harus terus berusaha sambil berdoa. Hasilnya? Serahkan kembali kepada Tuhan. 

Kenapa memilih amalan puasa sunah Senin dan Kamis, Tiw? 

Selain karena “adat” yang sudah terbangun sejak kecil sehingga tidak perlu melakukan banyak penyesuaian lagi, aku juga percaya bahwa puasa sunah di hari Senin dan Kamis ini mempunyai banyak hikmah dan keunggulan untuk hidup yang sedang aku jalani. 

Yang paling utama, puasa sunah di hari Senin dan Kamis dapat membantu menemukan tujuan hidup dan mempermudah segala urusan. Well, enggak heran dong kalau sejak masih piyik hal ini sudah dibiasakan di dalam hidup banyak muslim dan muslimah. 

Selain dari hal yang utama di atas, ibadah sunah ini juga sangat baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Ya, aku tau di zaman yang katanya semakin edan ini tentunya kesehatan fisik dan psikis sangat dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan. Jadi, sambil menyelam minum air, kan? 

Yang jadi masalah, buatku, bukanlah menahan lapar dan haus ketika puasa sedang dilakukan. Namun, bingungnya aku ketika memilih santapan untuk berbuka! Apalagi, sejak adanya Ilham di Jakarta. Kegiatan makanku rasanya semakin ribet saja wahahaha. 

Selain suka sekali jajan dan icip-icip makanan di tempat yang belum pernah dipijak, kami juga suka masak. Di samping mengobati perut yang meraung lapar, kegiatan tersebut juga kami sukai karena dapat menambah kedekatan. Kami berdua sama-sama enggak bisa berenang, tapi suka sekali menyelam sambil minum air. Heran. 

Nah, kalau sedang puasa, hampir selalu muncul kalimat, “Nanti buka puasa pakai apa, ya?” 

Kemudian, pandangan kami akan sama-sama menerawang jauh mendambakan takjil spesial untuk disantap saat bedug magrib berkumandang. 

Sebenarnya, kami enggak punya menu andalan sama sekali, sih, walaupun bisa dibilang cukup sering masak menu yang sama. Biasanya, kalau mau masak macam menu berbuka puasa, kami memilih yang mudah dan sudah hampir pasti enak. 

Ya, karena kan enggak bisa nyobain, ya. Meminimalisir risikolah ceritanya. 

Dan, untuk masalah menu apa dan bagaimana cara masaknya… Ilham yang ambil alih biasanya. Aku hanya anak bawang yang yaudah-ikut-aja-kamu-mau-masak-apa. Lalu, Ilham bisa mengarahkanku untuk memasak belajarnya dari mana? Youtube-lah! Warga millennial sejati kami mah. 

Nah, setelah membaca sekian banyak kalimat di atas, coba tolong kalian ikut doakan agar kelulusanku segera. Agar aku enggak ditanyain kapan lulus terus, bosan tau! 

Bagi kalian yang bersedia, aku ucapkan terima kasih. Nanti aku bagi takjil! 









Tabik! 





Pertiwi

You Might Also Like

1 komentar

  1. Masak bareng itu seru. Apalagi kalau bias bikin yang enak. Selain kenyang, seketika juga jadi terinspirasi buat jualan hahahaha. Tapi kalau buka puasa enakan jajan. Lemes-lemes masa mau memasak.

    BalasHapus

Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai. - Pramoedya Ananta Toer