Content Writer VS. Copywriter | Your Favorite Devil's Advocate
article

Content Writer VS. Copywriter

Kamis, Maret 17, 2016

Content Writer VS. Copywriter


“Menulis adalah salah satu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” – Seno Gumia Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara.

Menilik lagi kehidupan Pertiwi kecil yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, dengan rasa irinya yang berlebih karena terbiasa menjadi nomor satu, melihat temannya dipuji oleh wali kelas atas kreativitasnya menulis cerpen bukanlah hal yang mudah diterima. Ya, ego anak-anak. Hingga esok harinya, sebuah cerpen berjudul “Pohon Ajaib” pun tercipta dari buah pikirannya. Sederhana, memang. Namun di titik itulah, Pertiwi kecil menemukan dirinya.

Untuk anak seusianya, dia sudah lebih khatam soal tempaan keadaan. Memang, terkadang hal menyakitkan dapat lebih cepat mendewasakan kita. Namun, anak-anak tetaplah anak-anak. Dia butuh berlari, kencang, sangat kencang. Maka itu, dia sangat suka berangan-angan dan menuliskannya.

Berkenalan dengan cara menulis baru dalam bentuk digital itu ternyata menyenangkan. Bukan hanya komentar baik, tetapi juga kritik dapat lebih mudah didapatkan. Ah, bahagia itu jelas sederhana, dapat belajar tentang passion kita dengan lebih mudah contohnya. Dan tentu saja, perkenalan dengan dunia digital ini membawa Pertiwi kecil untuk lebih mudah sampai pada impiannya. Penulis. Editor. Desainer.

---

Selepas makan siang tadi, gue sempat ngobrol-ngobrol sedikit bersama Uti dan Dije sebelum pulang ke rumah masing-masing. Biasalah, Dije ini—dalam penglihatan gue sampai sekarang—masih melulu bingung soal “nanti gue mau jadi apa kuliah di sastra sementara gak suka sastra”.

“Lo ada kepengin bikin buku sendiri gak, sih, Tiw?” tanya Dije.

“ Ya, penginlah. Gue kan emang pengin jadi penulis dari kecil, Je. Sekarang pengin jadi editor juga.”

“Oiya, ya. Elu, Bal?” tanya Dije kepada Uti.

“Gue mau jadi Blogger aje udeh.”

“Ah, iya. Jadi Blogger juga!” timpal gue.

“Lagian, Blogger udah banyak dicari sekarang,” Uti berargumen.

“Iyap, blog tuh dari dulu gak pernah mati. Coba liat, orang-orang dulu dari main Facebook pindah ke Twitter, dari Twitter pindah lagi ke Instagram, dan seterusnya. Nah, kalo blog? Dari dulu sampe sekarang tetep ada,” jelas gue.

“Iya, bener. Blog gak pernah mati.”

Dije masih terdiam, merengut. Mungkin bingung.

“Lagian, ya, kalo dipikir-pikir, blog itu udah mencakup semua yang gue suka: ya nulis, ya ngedit, ya desain,” tambah gue.

“Bener, tuh, bener. Gue juga, gue suka vlogging, suka foto, dan gue rasa blog bisa menunjang yang gue suka itu.”

Yak, itulah sedikit kutipan percakapan kami.  Mungkin setelah ini, tulisan ini akan fokus pada:
  • Blog gak akan pernah mati.
  • Blogger udah banyak dicari sekarang.
  • Profesi Blogger untuk masa depan.


Hai, Bloggers!

Dulu, saat gue masih kerja sebagai asisten manager marketing di salah satu perusahaan di wilayah Jakarta Utara, gue sempat berkenalan dengan seseorang yang selalu geleng-geleng kepala kalo liat gue ngeblog. Ya, gue tau dia gak suka sama aktivitas gue yang satu ini. Dia tau gue suka nulis, dia tau gimana tulisan gue, dan dia pengin gue nulis buku. Bukan ngeblog.

Ya, bukan Tiwi kalau digituin aja lalu berhenti, toh? Ngeblog tetap lanjut, sampai saat di mana mata kalian menyisir kata demi kata yang terketik di sini. Mungkin, orang itu sempat berpikir begini, “Lo nulis gituan terus mau jadi apaan?” Mungkin, itu pertanyaan yang sama juga dengan orang-orang yang bertanya, “Lo masuk sastra Indonesia mau jadi apaan?

And this is it…

Percayalah, Blogger itu sejatinya juga penulis. Lha ya sama-sama nulis juga, kan, ya? Mediumnya aja yang masih beda. Nah, sebagai seorang Blogger, kita mesti tau bagaimana memaksimalkan tulisan yang kita buat di blog. Pernah dengar profesi content writer dan copywriter? Nah, dua profesi tersebut bisa kita mulai dari blog, lho! Banyak yang bilang dua profesi ini mirip atau bahkan sama, tapi sebetulnya enggak juga. Jauh malah. Sama-sama nulis, sih, memang. Untuk itu, kita perlu tau benar perbedaannya.


Content Writer VS. Copywriter


Content Writer VS. Copywriter

Seperti yang sempat gue singgung di atas, sebagai Blogger, kita sebetulnya sangat dekat dengan dua profesi di atas. Kalau mau lebih diperdalam, itu jelas akan lebih bagus untuk ke depannya. Nah, sebelumnya kita harus tau dulu, nih, beda antara keduanya. 

Kenapa, sih, ada yang disebut content dan ada yang disebut copy? Di antara kedua itu, kerjaan mana yang paling enak?

Seorang content writer adalah orang yang bekerja untuk menulis konten. Content writer bekerja untuk menyediakan konten yang relevan bagi web/brand/klien. Website umumnya menarik pembaca karena kontennya yang menarik atau menghibur. Itu definisi pekerjaannya.

Setiap website memiliki target pemirsa tertentu dan membutuhkan berbagai jenis dan tingkat kandungan. Seorang content writer harus mampu menulis sesuai dengan tuntutan dan topik yang diinginkan oleh web/brand/klien. Konten harus mudah dibaca, memberikan informasi yang diperlukan, dan harus mudah untuk diikuti, serta yang paling penting adalah tidak rumit. Karena berhubungan dengan web, seorang content writer harus bisa memberikan keywords yang pas untuk sebuah artikel agar SEO friendly.

Keyword yang SEO friendly itu bagaimana?

Ada beberapa content writer yang sudah diberikan pedoman harus menuliskan kata-kata tertentu dalam konten. Namun kalau masih kesulitan dan mau melakukannya sendiri, kita bisa cek google trend. Misal tulisan tentang MPASI (makanan pengganti asi) kita cek di google trend. Biasanya, akan muncul kata apa saja yang digunakan ketika orang mencari terms tersebut. Nanti gimana caranya kata-kata tertentu harus menyatu dengan konten, alias gak asal pasang.

Berarti kerjaan content writer itu berdasarkan pemikiran si penulis, ya? Apa aja poin tulisan yang harus ada ketika content writer bekerja?

Kalau dia self employed mungkin bisa berdasarkan keinginan. Kalau ada klien, ya, terserah klien. Poin tulisan akan diberikan oleh digital strategist atau content manager. Apa yang harus disampaikan akan diberikan brief oleh klien.

Oh gitu. Yang mengerjakan revisi, dia juga?

Iyalah. Siapa lagi? Nulis konten sendiri mau direvisi sama orang lain? Mendingan hire orang lain kalau begitu.

Jadi sistemnya: dapat brief dari klien, diarahkan content manajer, baru content writer bekerja? Begitu?

Iya. Betul.

Lalu content writer ini biasanya diminta menulis berapa kata? Adakah ketentuan khusus?

Semua ketentuan akan diberikan saat brief. Panjang kata, do and don't. Tapi itu juga kalau dia dikasih, sih. Kalau enggak, ya, explore sendiri. Jangan manja intinya.

Kalau misalnya blog yang membahas tentang gaya hidup artis itu termasuk content?

Iya, itu content.

Content writer itu biasanya kerja berapa jam sehari?

Jam kerja? Tergantung.

Apakah harus nulis maraton seperti reporter, atau bagaiama?

Tahu lintas.me (sekarang beritagar.id)? Di sana content writer bekerja sehari minimal menulis sebanyak dua puluh konten artikel dengan panjang tiga ratus kata per artikel. Minimal dailyview harus seribu. Sabtu-Minggu libur.

Lalu bagaimana untuk menjadi content writer, Kak? Apakah ada syarat harus lulus sarjana jurusan mana, atau bagaimana?

Harus kreatif, berpikir luas, pergaulan luas. Sarjana?  Saya aja belum lulus.

Kalau gitu, wawasan harus luas karena dituntut menulis segala bidang, ya? Hm.

Iya. Harus tahu. Istilahnya, sih, generalis.

Terus bagaimana cara menghindari plagiarisme ketika kita jadi content writer, Kak? Kadang, kan, kita googling dulu untuk nambah wawasan, takutnya ada kalimat yang mirip lalu dikira plagiat.

Sejauh ini kami selalu mencantumkan sumber, sih. Karena kadang menyadur.


Contoh content writing itu kayak apa, Kak?

As stated before online media, web, blog. Konten informasi di media online itu content write. Kalau berita faktual dan terbaru biasanya oleh reporter. CMIIW.

Kalau contoh tagline “Ke Aussie lebih dekat daripada ke Bekasi”, ini kerjaan content writer juga?

Itu bukan pekerjaan content writer, itu pekerjaan copy writer.

Copywriter itu apa?

Seorang copywriter, walaupun sama-sama menulis, tapi berbeda dengan content writer. Tugas copywriter adalah untuk benar-benar menulis ads copy untuk tujuan iklan atau pemasaran produk, bisnis, orang, pendapat, atau ide. Copywriter harus mampu membujuk pembaca untuk membeli apa pun  yang dijual.

Copywriter mungkin terlibat dalam menulis potongan surat langsung, slogan, jingle lirik, konten internet, televise, atau skrip komersial radio, siaran pers, katalog, billboard, brosur, kartu pos, surat penjualan, dan media komunikasi pemasaran lainnya.

Oh, kalau content writer harus informatif, kalau copywriter harus persuasif, ya? Kemudian copywriter itu harus di-brief atau udah ada bahan atau bagaimana?

Sama. Semua based on brief. Gak bisa ajug-ajug nulis gak ada brief. Yang ada, gak bisa kepake tulisannya. Dalam era informasi sekarang ini, copywriter mungkin diperlukan untuk menulis isi halaman web, iklan online, e-mail, posting blog, tweet, dan posting situs jaringan sosial untuk mempromosikan produk atau jasa. Ini adalah di mana dan mengapa kebingungan antara penulis konten dan copywriter muncul. Perbedaan antara menulis konten dan copywriting terletak pada tujuannya, untuk menginformasikan lebih kepada content writing sedangkan mengungkapkan kebesaran tentang merek melalui copywriting.

Oh, aku pikir copy writer itu mereka yang nge-copy tulisan gitu.

Copywriter kalau copy-copy tulisan mah modar. Copywriting harus original! Setidaknya, dia unik dan berbeda.

Ada target dailyview-nya juga, gak? Lalu, apakah ada target harus membujuk berapa pembaca untuk membeli apa yang dijual?

Gak ada target dailyview atau selling.

Jadi, copywriter itu kan mengungkap kelebihan dari produk, tulisannya gak boleh copas dari  internet?

Copywriter is playing with words. Make it fun and interesting. Content writer lebih ke info. Copywriter ke selling.

Berarti lebih berat jadi content writer ya, Kak?

Gaklah. Beratan jadi copywriter. Emang, sih, gak ada target. Tapi kalo gak menjual, gak bisa jalan. Kalau TVC (TV Commercial) harus bisa mengomunikasikan motion.

Berarti kalo copy writer TVC itu konsep iklan dia yang bikin, Kak?

Ya gak juga. Iklan itu kebanyakan pembuatnya adalah copywriter, art director, dan creative director.

Berarti cuma tagline iklannya aja, ya?

Tagline dan voice over yang bikin copywriter.

(Narasumber: Mahadewi Shaleh)

Baiklah, mari kita simpulkan: karena posisi blog di dunia digital tak pernah mati, maka itu sewajarnya kita—sebagai Blogger—dapat menarik kesempatan emas sebanyak-banyaknya dari ini. Menulislah sebaik yang kita bisa, belajarlah sebanyak-banyaknya, dan jangan membatasi diri untuk menerima wawasan apa saja.

Blog bisa menjadi langkah awal yang sangat baik untuk profesi yang lebih matang di depan nanti. Gue pribadi—sebagai Blogger—sedikit banyak sudah paham betul bahwa dengan menulis kita bisa diterima di mana saja. Gue rasa, semua perusahaan butuh yang namanya content writer dan copywriter. Maka, beruntunglah kita sebagai Blogger sudah belajar lebih dulu mengenai hal-hal ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Blog bisa jadi portofolio yang pasti dilirik oleh perusahaan-perusahaan yang mencari kedua posisi di atas. Kita bisa mulai dengan menulis review, menulis artikel yang menarik, pokoknya menulis! Menulislah sebagus yang kita bisa. Seriuslah. Suatu saat, kalian akan tau rasanya bagaimana dicari oleh perusahaan-perusahaan untuk bergabung dengan mereka karena keaktifan kalian dalam dunia blogging. Dan percayalah, itu membahagiakan.

Masih belum percaya? Tiwi sudah buktikan. Ehehehe.




Salam sayang,




Pertiwi

You Might Also Like

82 komentar

  1. Wah tulisannya sekarang berat, bergizi banget ini :D
    Tapi lintas.me kayanya udah lumayan lama gak ada, udah jadi beritagar sejak tahun kapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf yak, Bang. Itu wawancara udah setahun lalu soalnya. Sayang kalo cuma mejeng di draft, makanya diolah lagi ehehe makasih lho infonya, nanti diedit yak.

      Hapus
  2. Iyah. Setiap ditanya mau jadi apa, aku selalu jawap, "pengen jadi blogger". Terlalu lucu bagi pihak2 yang tidak paham. Tapi aku suka profesi blogger. Rasanya menyenangkan, dan tentu tidak mudah. Huppt apalah Uti inih.


    www.magellanictivity.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uti sudah merambah pada jalur profesyenel sekarang, uhuy~

      Hapus
    2. Hahahahah aamiin! Semoga kita sukses bersamaaa hihihi x)

      Hapus
  3. Baru tau nih disini bedanya content writer sama copy writer. :D

    BalasHapus
  4. Wait... Kemaren Pangeran manggil Pake Pertiwi aja. Kan kalo owner blog ini angaktannya Benakribo. Keknya Pangeran harus manggil Kak Pertiwi Tapi, kalo baca Aboutnya... seumuran. :D

    Oke, sekarang bahas materi. Gue juga baru jelas banget setelah baca ini. Cuman, bagian kerjaan masing2nya gue ngerti. Tapi, fokusnya aja yg gak ngerti. Kalo COnten Writer memang harus punya target, biar yang jadi tujuan dari Perusahaan tercapai. Beda sama Copy Writer yang membua tagline simple tapi harus menjual. Rasanya, lebih sulit mikir itu, sih.

    Tapi, apapun itu. Buat gue dalam urusan karya semuanya butuh satu kata : KOnsisten Gue percaya kalo Pertiwi salah satu blogger yang udah konsisten sejak lama. Beda banget sama gue yang emang blogger baru yg masih meraba-raba akan ke mana diri ini.

    Btw, terimakasih buat wejangan keren ini. Sukses buat dirimu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yelah, gosah pake "Kak" segala wkwkwk

      Iya, pada dasarnya baik content writer maupun copywriter ada kesulitan masing-masing, sih. Tinggal gimana kita menyikapi aja.

      Semoga bermanfaat, ya.

      Hapus
  5. Ngerasa dungu banget baca ini. Aku kira copywriter itu yang copy tul.... aaaah modar. Huhuhuhu.

    Mau jadi copywriter atau content writer, mau susah yang mana, kalau udah nikmatin sama yang namanya nulis, pasti bakal ngerasa mudah ya menggeluti profesi itu:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muahaha kujuga awalnya berpikir demikian.

      Betul, sama-sama ada perkaranya masing-masing, tapi kalo kita nikmati mah yaudah bakal asik aja hehehe syemangaaaattttt!

      Hapus
  6. Halo, Pratiwi :)

    Kalo boleh sharing, aku malah dipercayakan jadi content writer duluan sebelum ngeblog :D Kok bisa? Karena bos aku ngeliat potensi aku buat nulis, tapi saat itu aku masih ga pede gitu buat sharing tulisan sendiri. Hihi.

    Makasih sharingnya loh.. Kalau berkenan boleh mampir ke blogku yaa ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaa keren mihihihi. Iya, Mbak, memang gak semua kasus sama. Cuma pengin memotivasi aja kalo Blogger bisa jadi sesuatu kok, biar gak ada yang geleng-geleng kepala lagi kalau ada yang lihat aku ngeblog wkwkwk

      Salam kenal, Mbak! Nanti kumampir, ya. :)

      Hapus
  7. Saya baru tahu ternyata ada bedanya haha, karena saya juga ngeblog untuk having fun dan passion jadi ga pernah tahu apa itu copywriter.
    Saya kira copywriter itu kaya proofreader yang ngecek-ngecek kesalahan tulisan.

    Nice info :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda dong proofreader sm copywriter hehehe semoga blogger semakin makmur dan terdepan, ya. Aamiin. Semoga bermanfaat, ya.

      Hapus
  8. hmmm, mantap. jadi tau tentang content writer sama copy writer. walaupun nggak sepenuhnya nangkep, tapi udah kebayang sih. hahah, gile, kelas 6sd envy sama temen karena dipuji guru jago nulis cerpen? buset.. rasa cemburu yang unik untuk anak kelas 6sd ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat, ya! Ya namanya juga anak SD, udah biasa jadi number one. Ya gitu :(

      Hapus
  9. tulisan yg bagus. baru tahu ternyata content writer beda dg copy writer. thanks atas ulasannya yg keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe sama-sama, Mas. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  10. Klo gue masuk kategori yang mane ya....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lo maunya jadi yang mana, Hab? Gitu aja wkwkwk

      Hapus
  11. waahhh... ini kayak diskusi WB jaman kapan yg aku gak sempet ikutan. akhirnya tercerahkan dan dulu emang mikir copywriter sekadar copas haha,, thanks ntiw :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mihihihi iya, Kak, ini dari WB zaman baheula. Masyama, Kak Cit! :*

      Hapus
  12. Paham.. Gue jadi paham Tiw bedanya Copywriter sama Content Writer. Jadi menurut narasumber beratan menjadi copywriter. Berarti gajinya gedean copywriter dong?

    Anak sastra, selain menjadi penulis, blogger, content writer atau copywriter, ada lagi gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, soal gaji mah belakangan. Yang penting kerja sesuai passion aja, kalo cocok mah berapa juga hayuk~

      Anak sastra dibentuk untuk bisa masuk di bagian mana aja, Kak. Itulah hebatnya sastra. :)

      Hapus
  13. Balasan
    1. Kembali kasih, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  14. Baru tau kalo content writer sama copywriter itu beda. wkwk. terima kasih udah bagi infonya mbak (y)

    BalasHapus
  15. Balasan
    1. Terima kasih, Obat Mata. Mataku sering sekali lelah akhir-akhir ini, kenapa ya?

      Hapus
  16. Wew, 20 artikel sehari ya targetnya content writer? Berat juga, ya bebannya. Asik euy pembahasannya enak dibaca dan detil. Tengkyu Tiw :)

    BalasHapus
  17. Halo tiwi salam kenal. Wah copy writer 20 tulisan per hari / 300 kata. lumayan juga yah .... *lumayan mabok*
    aku pernah interview buat jd reporter 11 tulisan aja udh kebayang harus banyak ide banget, apalagi 20 tulisan yah

    btw thankyou sharingnya. bermanfaat banget!

    mau cerita dikit saat ini aku magang jd content writer, krn megangngnya marketplace jadi kayak agak agak copy writer sih jatuhnya setelah baca tulisan ini.

    Keren kayanya kamu aktif banget yah. Doakan ku makin rajin ngeblognya. Well semoga blogger makin sejahtera yah :D

    boleh mampir dong ke blog aku hehe : imusyrifah.blogspot.co.id

    maaciw:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasih sudah mampir ya, Mbak hehehe

      Aku juga pernah jadi content writer, tapi di salah satu web finansial gitu, sih. Jadi, masih tetap patuh pada pakem content writer tanpa masuk ke jalur copywriter hehehe.

      Ayuk, Mbak, semangat terus ya ngeblognya. Semoga bisa jadi sukses untuk kita semua. Yihaaaa! :D

      Hapus
  18. Terima kasih sharingnya. Jadi lebih paham tentang content writer dan copywriter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih, Mbak. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  19. Tulisannya memotivasi nih Mbak, khususnya untuk blogger, siiiippp... Jadi intinya nggak bakalan rugi dengan ngeblog ya Mbak... Bisa diselipkan di CV melamar kerjaan juga bisa kayaknya ya, yang tentu berhubungan dengan tulis menulis... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pastinya. Aku selalu taruh link blog di CV hehehe

      Sama-sama, ya, semoga bermanfaat.

      Hapus
  20. Wah, saya baru ngerti neh tentang content writer dan copy writer

    BalasHapus
  21. Wuiih, kls 6 SD udh cerpen aja ya.. Aku kls 6 malah bru mulai nulia diary, sama yg paling sering nulis karangan ketika liburan sklah doang :'D hehee.

    Ohh jd ini bedanya content writer sama copy writer.. Baru tau aku. Emang sih, kliatannya copy writer lebih gampang drpda content writer yg hrs mengejar target. Tp ya, dua2nya emg pnya kesulitan msing2 sih..

    Makasih bnyak kak motivasinya! Trnyata jd blogger itu emg gak sia2 yaa. Kita jd bljr bnyak hal dri blog :)
    I'm proud to be a blogger! Yeay! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nulis buku harian dari TK wkwkwk

      Iya, semua pekerjaan pada dasarnya emang punya kesulitan masing-masing. Jadi, ya, gimana kita pas jalanin aja.

      Syemangaaaattttt!

      Hapus
  22. Tiw ajarin jadi copywriter..ehh konten writer dong #sodorin mata puss in boots

    Aku nulis tapi tulisanku masi acakadut, kontennya juga masih labil nih, perlu beguru ama mantan asisten menejer salah satu perusahaan di jakarta utara ni

    BalasHapus
  23. Di mana-mana, dengan bentuk ragamnya yang khas, kisah-kisah tentang mengapa dan bagaimana seseorang menulis, selalu menyuguhkan percikan-percikan inspirasi. Mantap...

    BalasHapus
  24. asyik nih tulisan.. isinya juga daging.. bermanfaat bgt.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Indra! Makasih udah mampir, ya. Hehehe. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  25. gue mau jadi penulis aja semenjak punya kontrakan yang sepi..... sekarang di belakang sekolahan. mana sepi

    gue enggak konsisten dalam bermimpi....
    gatau..

    terimakasih btw infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lo harus tau tujuan pasti lo, Dick. Seenggaknya, selesaikan skripsi itu dulu.

      Yo, sama-sama, ya.

      Hapus
  26. Padeeeeet isinya. Gue suka.

    Hmmm gue baru tau bedanya content writer sama copy writer. Kirain copy writer tukang copy paste tulisan. Bego.

    Gue belum pernah di cari cari perusahaan. Syeddih. Wajar sih. Ini baru bulan ketiga gue aktip nge blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah main ke sini hehehe semoga bermanfaat, ya.


      Semangat terus ngeblognya! :D

      Hapus
  27. "Loe masuk sastra Indonesia mau jadi apaan?"

    Baca kalimat ini, seketika jadi merasa senasib. Maklum, Mbak, aku mahasiswa Ilmu Sejarah. Pertanyaan kayak gini kan udah lumrah. Hihihi.

    Artikel ini bikin aku jadi tambah bersemangat nge-blog. Makasih buat tulisan ini, ya, Mbak Tiwi. Makasih juga udah main-main ke blog aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya sama-sama, semoga bermanfaat. Semangat terus, ya! :D

      Hapus
  28. Damn...I like the way you're writing Mbak Tiwi?

    Your own voice nya nampak banget (kata jeff goins). Inilah yang disukai google dan usernya.

    Jika user menyukai, google pun demikian.

    So, untuk kedepannya, saya telah berjanji untuk selalu mengunjungi blog ini.

    Happy blogging...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya sangat tersanjung. Terima kasih, Kang Sukman! Semoga bisa bermanfaat untuk semuanya. Aamiin.

      Terima kasih juga sudah ada berkunjung, saya akan mengunjungi blog Kang Sukman nanti.

      Happy blogging! :)

      Hapus
    2. Mbak Tiwi, bagaimana saya bisa berlangganan tulisan Mbak Tiwi via email di blog ini?

      Form email subscribe maksudnya...

      Hapus
    3. Wah belum ada, Kang. Nanti kalau buka via desktop saya tambahkan ya, Kang. Terima kasih apresiasinya. :)

      Hapus
  29. Waaaah thankyou infonya wi. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

    Sukses terus yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih, Tiw! :*

      Hapus
    2. Duo Tiwi, kemudian gabung jadi T2, kemudian bikin buku bareng, jadi best-seller kemudian merambah dunia musik, jadi duo, saingan lagi sama duo T2 X)

      Hapus
  30. Dari kemarin lagi nyari perbedaan posisi tersebut, dan akhirnya kejewab. Makasih, Tiw!

    BalasHapus
  31. sekarang banyak banget blog yang isi artikelnya hasil copy 100% tanpa diedit, sebaiknya blog dikasih script yang anti kopas biar artikelnya tidak sembarangan dicomot orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyambungnya sama post ini apa ya, Bel? Hehehe

      Hapus
  32. Keren kak. Gue dulu juga pernah diundang jadi content writer di salah satu media online. Dan seperti kata kak Tiwi, kontennya harus informatif. Syukur gue suka sama medianya karena secara garis besar webnya itu membahas tentang jejepangan. Entah itu film, tempat wisata, kuliner, dll. Tapi sekarang udah berhenti karena udah mau UN :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya fokuskan studimu dulu ya, Nak. :)

      Hapus
  33. Now this makes things clear... ^^ thanks babe!

    BalasHapus
  34. Suka ketemu ini blog dan baca artikelnya, saya lagi geleng-geleng tentang content writer di beritagar bekas lintas.me, sehari minimal 20 artikel..oh..oh..

    BalasHapus
  35. Wah lumayan rumit juga ya jadi content atau copy writer. Aku baru tahu perbedaan keduanya setelah baca blog Tiwi. As always, tulisanmu enak buat dibaca. Nilai plusnya, EYD nya oke banget XD

    BalasHapus
  36. Sangat menambah wawasan.. Tulisan yg bagus..

    BalasHapus
  37. Helo Tiwi. Salam kenal aku imma purnama. Tulisan yang menarik. Saya juga bekerja sebagai content writer di papasemar.com

    Gak nyangka, hobiku dr SD yg seneng nulis tersalurkan di pekerjaan yg sekarang. Well, semua yg dibaca di atas emang bener banget. Tiw, kayaknya seneng yah bisa sharing soal dunia tulis menulis sama kamu. Mampir yah di web-ku, kapan-kapan bolehlah kita ngobrol-ngobrol cantik hihi. Makasih loh :)

    BalasHapus
  38. Wah..blognya bagus. Enak banget bacanya.

    "Blog ga akan pernah mati"..setuju banget.

    Walaupun banyak yang mengandalkan social media marketing untuk membangun personal branding, Blog tetap menjadi pilihan.

    Social Media akan tumbang dan tumbuh silih berganti, tapi Blog akan tinggal tetap.

    BalasHapus
  39. Psstttt gue bisa ngomong apa kalo masih ada yang lebih gila daripada gue! haha

    Cussss https://beione.com/

    BalasHapus
  40. Gaya penulisannya keren, theme yang berat menjadi lebih ringan dan enak bacanya.

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer