Cinta. [Book Review] | Your Favorite Devil's Advocate
review

Cinta. [Book Review]

Kamis, November 07, 2013



Judul : Cinta. (Cinta dengan titik)
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Bukune
Ukuran 13cm x 19cm
Tebal : 318 halaman
Genre : Romance
ISBN : 602-220-109-8
Harga : Rp 50.000,00





Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apakah memang setelah cinta harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. Cinta.
Tanpa ada yang lain setelahnya.
Kita lihat ke mana arahnya bermuara.

***

Lagi-lagi kutelusuri rak-rak buku itu, dengan berbekal keingintahuan yang besar akan isi timeline twitter-ku yang beberapa waktu selalu ramai dengan Cinta. maka aku pun turut ingin merasakan Cinta. ala @benzbara_.


Cinta. (baca: Cinta dengan titik)

Kadang, aku pun berpikir demikian. Apakah ketika kita tertarik kepada seseorang maka harus selalu ada mengapa, tetapi, atau karena? Kita bicara soal rasa, rasa yang datang tiba-tiba dan melebur dalam jiwa. Tentang kita, kita dalam bentuk yang berbeda.

Ini adalah kisah tentang Nessa, seorang gadis yang bekerja sebagai seorang copywriter serabutan. Tentang ia yang tetiba dihadapkan pada dua sosok pria yang menyatukan puing-puing hatinya. Tentang ia yang menanti keadilan mengecup senyumnya.

Nessa, ada semacam trauma tersendiri dalam keluarganya yang membuat ia enggan untuk memiliki hubungan lagi dengan lelaki. Broken home. Ah, perihnya masih sangat terasa. Nessa membangun sebuah dinding kokoh di hatinya agar tak seorang pun dapat melewatinya. Namun Demas, ya, dia berhasil meruntuhkan pertahanan yang telah dibentuk sedemikian rupa oleh Nessa.

Namun kenyataannya di sini adalah, Demas tidak sendiri. Ada Ivon, tunangannya, seorang pramugari cantik yang sering bepergian ke sana ke mari meninggalkan Demas. Mereka, Nessa dan Ivon, terkurung dalam satu keadaan yang membuat mereka serba salah. Dilanjutkan ataupun tidak, akan ada hati yang terluka.

Di sisi lain, ayah Nessa yang mengkhawatirkan sikap anaknya yang begitu berjarak dengan lelaki akhirnya memutuskan untuk menjodohkan Nessa dengan anak dari seorang teman lama yang baru saja bertemu di reuni sekolahnya, Endru. Ternyata posisi Nessa dan Endru adalah sama dalam keluarganya. Mereka hanya tinggal memiliki satu orang tua atas sebuah kesalahan dari yang lainnya. Hm... kesalahan?

Tak pernah terlintas sedikit pun dalam impian bahwa Nessa akan menjadi orang ketiga. Ya, orang ketiga dalam hubungan Demas dan Ivon. Posisi yang selalu disalahkan dalam keadaan apa pun. Namun, bagaimana mungkin ada orang ketiga jika orang pertama dan orang kedua baik-baik saja?

***

Seperti halnya sang penulis, Kak Bara, aku pun  pernah mengalami ada di ketiga posisi tersebut: orang yang diselingkuhi, orang yang berselingkuh dan selingkuhan. Maka membaca novel ini adalah suatu ketertarikan tersendiri yang didasari oleh pengalaman pribadi. Ya, begitu memang.

Aku Ingin Mencintaimu dan Melupakanmu dengan Sederhana

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti embun hinggap
di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti mata yang berkedip
menyambut pagi, dan daun jendela
yang mengintip matahari

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti gerimis pada jendela
dan uap napasmu menulis nama: 'kita'

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti waktu yang tak pernah berhenti
dan senyummu yang mengabadikannya

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti sebuah peluk yang sebentar
dan sat kecup yang perlahan saja

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
seperti kata 'rindu' yang kuucap
dan kau membalasnya dengan 'aku juga'

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin melupakanmu dengan sederhana.
sesederhana air mata yang mengalir
sesederhana genggam tangan yang terlepas

tapi aku ingin mencintaimu

Salah satu puisi yang terdapat di dalam novel ini, terinspirasi dari puisi "Aku Ingin" karya seorang sastrawan Indonesia idolaku, Sapardi Djoko Damono. Puisi pertama dari seorang sastrawan Indonesia yang membuatku jatuh cinta akan sastra.

E-mail

Part di mana Nessa berkirim e-mail dengan Endru saat hatinya resah di saat jam makan malam. Mereka berbalas e-mail yang berisi sajak yang sangat indah. Aku menyukainya, sastra. Sangat indah.

Kecewa

Aku telah menerka bahwa ending dari cerita ini akan begini. Sejujurnya aku sedikit kecewa. Kemasan dari awal hingga pertengahan telah begitu memikat, namun kurasa jika ending-nya dibuat lain maka akan jauh lebih menarik.

Untuk Bernard Batubara, ini pertama kali kubaca tulisanmu dan aku jatuh cinta. Terima kasih :)




With love,




Pertiwi Yuliana

You Might Also Like

10 komentar

  1. Wah kenapa endingnya bisa tertebak? pasti karena kamu pernah menjadi orang ke tiga (selingkuhan) hahaha!
    Puisinya keren ya! dapet bgt kata-katanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mungkin hahaha tapi ekspektasi awalku bukan dengan ending yang seperti itu sesungguhnya. tapi ya sudahlah hehehe tetap keren kok!

      iya, Kak Bara memang keren :D

      Hapus
  2. kenapa gw ga bisa banget ngeriview ya :(
    di baik2in tuh sama elang biar di pinjemin buku lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok, bisa...
      Pasti bisa! :D

      Oh jadi gitu ya, Om El? Oh......

      Hapus
  3. Belom beli bukunya, tapi sudah ada reviewnya...
    jadi pengen beli nih.
    Thanks ya...

    Salam kenal :)

    BalasHapus
  4. nunggu pinjeman dari lo aja tiw hahahaa

    BalasHapus
  5. buku ini keren banget. mengajarkan kepada kita bahwa Cinta itu tidak pernah mengenal jarak. endingnya juga manis banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bro, situ ngomentarin buku apa sih? Kok gak nyambung? :))

      Hapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer