Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018 | Your Favorite Devil's Advocate
event

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018

Minggu, Agustus 05, 2018

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018


Hitam – Putih 

Bagi saya, apa yang saya pakai merupakan alat untuk memperkenalkan diri saya kepada khalayak. Mempresentasikan siapa dan bagaimana saya tanpa banyak bersuara. Fashion items yang seringkali saya gunakan sudah saya tunjuk sebagai metafora dari hidup yang saya percaya. Ya, walaupun pada kenyataannya yang dipakai itu-itu saja. Hahaha! 

Namun ternyata, ada hal yang jauh lebih besar di baliknya. Bukan lagi tentang bagaimana sekelompok orang melihat seseorang, tapi tentang bagaimana apa yang seseorang tersebut pakai dapat mengubah sebuah pola. It's not just about fashion. Saya terenyuh ketika mengetahui apa yang ada di balik Jakarta Modest Fashion Week 2018 yang digelar di Gandaria City Mall, Jakarta.

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018
Baju kamu mau aku gambar-gambar juga gak?

Sebelumnya, saya memilih hari Sabtu untuk mendatangi pekan mode bertaraf internasional, Jakarta Modest Fashion Week 2018, yang diadakan pada 26—29 Juli 2018. Saya rasa, saya datang di hari yang tepat. Walaupun pada awalnya hanya berniat untuk sekalian malam mingguan sama pacar.

Ya, beruntungnya saya punya pacar yang bersedia secara sukarela untuk diajak ke acara yang—mungkin—bagi sebagian orang terlalu segmented hanya untuk kaum hawa saja. Enggak hanya datang, tapi juga berdiskusi setelahnya. Ya, maklumlah. Pada dasarnya saya memang menyukai bidang fashion, sementara pacar saya sempat berkuliah di jurusan desain tekstil. 

Sebelum menitikberatkan tulisan ini kepada hal yang membuat saya menitikan air mata, saya akan membicarakan perhelatan mode internasional, Jakarta Modest Fashion Week 2018, tersebut dalam sudut pandang yang umum. 

JAKARTA MODEST FASHION WEEK 2018 

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018

Merupakan ajang modest fashion internasional yang diusung oleh Think Fashion—yang didirikan oleh Franka Soeria dari Indonesia dan Ozlem Sahim dari Turki—dan Markamarie. Modest fashion sendiri merupakan gaya berbusana yang sopan dan tertutup. Ini enggak membatasi pencintanya hanya datang dari kaum agama tertentu, lho. Mode berbusana yang ini bisa digunakan oleh siapa saja, tanpa memandang suku, agama, ras, atau apa pun yang seringkali menjadi seteru. 

Perjalanan modest fashion week sendiri telah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Dan tahun ini, sungguh sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan karena pekan mode internasional tersebut bisa hadir di Jakarta setelah mendulang kesuksesannya di Istanbul, London, dan Dubai. Oh iya, terima kasih juga untuk BloggerCrony karena sudah (lagi dan lagi) memberikan kesempatan pada saya untuk lebih dekat dengan bidang ini. Saya bahagia. 

APA YANG ISTIMEWA? 


Mengembalikan blog ini kepada deskripsinya, yaitu perihal perspektif dan kebenaran alternatif. Saya melihat rangkuman kemanusiaan di dalam Jakarta Modest Fashion Week 2018. Ada dua poin yang saya tangkap, perjuangan jilbab dan kesetaraan yang berhak didapatkan oleh penyandang disabilitas. 

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018

Poin pertama saya dapat di segmen Chit Chat with Influencers. Ada lima influencers dari lima negara yang membagi ceritanya di Jakarta Modest Fashion Week 2018 hari itu. Salah satunya yang berasal dari Prancis menyatakan bahwa penggunaan jilbab di Prancis tidak sebebas di Indonesia.

Sebenarnya, sama saja jika kita memundurkan waktu beberapa tahun ke belakang. Di masa orde baru, jilbab juga merupakan sesuatu yang asing dan menimbulkan kecurigaan di sana-sini. Dosen saya, Bunda Helvy Tiana Rosa, sempat bercerita panjang lebar tentang hal tersebut. Bagaimana beliau dipaksa membuka kain yang menutupi kepalanya saat di sekolah, sampai bagaimana orang-orang sekitar berbicara terntang dirinya.

Namun setelahnya, penggunaan jilbab di Indonesia sendiri menjadi sebuah usaha pemberontakan yang hasilnya bisa kita nikmati sekarang. Itu, sih, yang saya pelajari dari ilmu kajian budaya di kampus. Selalu ada proses. Dan proses yang terjadi di dalam hal ini menimbulkan percikan toleransi yang tentunya patut untuk kita syukuri.

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018

Poin selanjutnya begitu menyentuh hati saya di segmen Press Conference Asian Para Games X JMFW Presents Dream and Design for Disabilities. Saya seringkali terbakar ketika banyak dari mereka yang menganggap orang yang memiliki perbedaan itu tidak pantas, tidak sanggup, tidak boleh, dan batasan-batasan lain yang dibangunnya. Setiap manusia itu memiliki kesempatan dan peluang yang sama, bagi saya. Sayangnya, masyarakat dominan masih cukup enggan membuka kedua matanya. 

Saya enggak bisa menahan keharuan saya ketika mendengar bagaimana Laura Aurelia Dinda dan Nor Aimah sebagai atlet dengan disabilitas menyampaikan kebahagiaannya mengenai Jakarta Modest Fashion Week 2018 yang memberikan kesempatan pada disabilitas untuk turut serta memeriahkan. Sebab, fashion itu enggak hanya untuk mereka yang normal. Fashion for everyone, no matter what! 

Bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap, sekitar dua puluh penjahit dengan disabilitas dikumpulkan untuk memproduksi pakaian yang kemudian dipamerkan di perhelatan fashion internasional tersebut. Tidak hanya diproduksi untuk dipamerkan saja, pakaian-pakaian itu juga dijual dan hasilnya akan disumbangkan.

Merangkum Kemanusiaan di Jakarta Modest Fashion Week 2018
Sumber: Liputan6. Doakan Tiwi bisa cepat beli kamera, ya, agar bisa foto begini heuheu.

Sungguhlah saya merasa bersyukur, di depan saya telah hadir orang-orang luar biasa dengan pikiran yang terbuka. Saya percaya bahwa seseorang baru bisa dikatakan manusia ketika mereka telah dapat memanusiakan manusia lainnya. Dan ternyata, fashion bisa juga menjadi salah satu jalan.

Mau keadaannya kayak apa pun, mau pakai pakaian apa pun, mau kondisinya bagaimana pun kita semua sama. Sama-sama berdiri sebagai manusia. Semua berhak untuk berkarya. Dan, semua berhak untuk tumbuh bahagia.

Oh iya, siapa tau ada yang belum tau jadi mumpung lagi bahas tentang fashion, mau kasih tau sesuatu. Saya dan beberapa teman narablog sedang bikin usaha kecil-kecilan bernama @blogermerch. Boleh cek di Instagram, ya, mumpung lagi buka PO #KaosBloger jilid 2 hehehe.

PO #KaosBloger @blogermerch





Tabik! 



Pertiwi

You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer