Peran BUMN dalam Pembangunan: Mengeliminasi Jarak Bersama BUMN | Your Favorite Devil's Advocate
event

Peran BUMN dalam Pembangunan: Mengeliminasi Jarak Bersama BUMN

Selasa, Oktober 10, 2017

Peran BUMN dalam Pembangunan: Mengeliminasi Jarak Bersama BUMN

Long distance relationship.

Menjalani hubungan jarak jauh memang bukan hal yang baru bagiku. Mulai dari Jakarta-Bogor sampai Jakarta-Melbourne pernah kuicip di masa putih-abu. Selepas itu, Jakarta-Jogja pun pernah begitu lekat denganku. Lalu sekarang, menggulung jarak antara Jakarta-Solo menjadi hobi yang begitu menyenangkan untukku. Kenapa, sih, suka sama yang jauh-jauh gitu, Tiw?

Sebenarnya, mah, ya bukan sengaja nyari yang jauh. Toh, jauh ataupun dekat bukan masalah asalkan pribadinya menyenangkan. Pernah ada, sih, yang dekat. Satu kampus, satu fakultas, satu jurusan, satu prodi, bahkan satu kelas, tapi posesifnya gak ketulungan. Ya gimana mau bikin nyaman? Lebih baik jauh dengan selipan kepercayaan yang utuh, kan? Kayak sekarang. 

“My love for you was the most important thing in my life. For better or worse, it made me understand who I am.” – Carl G. Jung, A Dangerous Method.

Sebelumnya, aku seringkali mempertanyakan, “Gimana mau menyayangi orang lain kalau gak bisa menyayangi diri sendiri?” Dan, kali ini Semesta menjawab dengan begitu canggih. Memperkenalkanku dengan orang yang membuatku ingin mengenalnya lebih jauh sekaligus memahami bagaimana diriku. Sambil menyelam minum air. Bentangan kilometer bukan menjadi alasan untuk tidak memilih satu sama lain. 

Sebagai pejuang LDR (lagi), bolak-balik Jakarta-Solo sudah menjadi hal yang rutin. Baru kali ini, sih, LDR dan bisa main ke kota lain. Dan ternyata, rasanya semenyenangkan ini. Kadang, aku suka berandai bagaimana jika aku memiliki pintu ke mana sajanya Doraemon. Namun kemudian, aku teringat bahwa seni dari hubungan berjarak ialah jarak yang terbentang luas. Bagaimana proses menunggu sembari menabung rindu. Dan bagaimana menghitung kilometer yang mulai tergulung untuk mencapai temu.

Beruntungnya, melipat jarak bisa kulakukan dengan begitu mudah. Pilihan transportasi umum yang beragam, pun dengan jalan yang terbilang lancar membuat urusan jarak menjadi lebih gampang. Jalan bebas hambatan, atau yang dikenal sebagai jalan tol, sudah ada di mana-mana. Membuat mobilitas dan aksesibilitas kita meningkat pastinya. 

Ngomong-ngomong soal jalan tol, 5 Oktober 2017 lalu, aku beruntung bisa ikut ngobrol santai bersama Menteri BUMN, Ibu Rini Soemarno, dalam acara yang diselenggarakan oleh BUMN Untuk Negeri di Plaza Mandiri. Konsep ngobrol di taman tebuka dengan sajian live music dan aneka jajanan ini benar-benar membuat para hadirin berbaur dan menikmati acara tersebut. Apalagi… ada abang pemain saxophone yang bikin hati adek meleleh. Duh…

Peran BUMN dalam Pembangunan: Mengeliminasi Jarak Bersama BUMN

Ibu Rini Soemarno hadir dengan ditemani oleh jajaran direktur BUMN. Di dalam acara tersebut, Ibu Rini memaparkan peran BUMN dalam pembangunan yang berjalan di masa pemerintahan Pak Jokowi, khususnya jalan tol. Pembangunan infrastuktur, seperti jalan tol ini, merupakan suatu amanah langsung dari kepala negara kita dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan pengentasan kemiskinan.

Upaya BUMN untuk kembali menghidupkan pembangunan jalan tol Trans Jawa yang tak kunjung selesai sejak 1996 pun dibeberkan kepada awak media yang menghadiri ngobrol santai tersebut. “Setelah ditelusuri, ternyata selama ini terkendala banyak lahan yang belum bebas. Pihak swasta yang memegang akhirnya tidak mau menggarap lahan yang belum bebas. Kemudian, Dirut Waskita Karya menyarankan untuk membeli izin yang dibeli swasta. Akhirnya, kita garap,” jelas Ibu Rini Soemarno.

Bagiku pribadi, sih, progres penyelesaian jalan tol Trans Jawa ini berjalan dengan cukup baik. Kalau mengacu pada penjelasan Ibu Rini, jalan tol yang terbentang dari Merak sampai Jawa Timur sepanjang 1.270km ini akan siap di tahun 2018 mendatang. Alhamdulillah, ya, jalan untuk memangkas jarak jadi lebih mulus. Berbahagialah kalian, wahai sesama pejuang LDR!

Untuk kalian yang di luar Pulau Jawa, jangan khawatir. Sebab, pembangunan jalan tol ini tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, tetapi pembangunan jalan tol juga diperluas dengan membangun jalan tol Trans Sumatera. Sesungguhnya, proyek jalan tol Trans Sumatera ini sudah ditender sebanyak tiga kali, tetapi belum ada yang mau membelinya karena keekonomian proyek tersebut tidak tampak.

“Kalkulasi sampai 2015, IRR (Internal Rate of Return) tidak cukup. BUMN ditugaskan ambil ini dengan Hutama Karya dan didukung karya lain. Insya Allah, Bekauheni-Palembang bisa dilalui pada Agustus 2018. Setelah itu, kita juga kita bangun jalan tol Trans Sulawesi dan Trans Kalimantan,” papar Ibu Rini Soemarno. Aamiin. Semoga semuanya lancar sesuai dengan target ya, Bu!

Peran BUMN dalam Pembangunan: Mengeliminasi Jarak Bersama BUMN
Sumber: pexels.com
Oh iya, tujuan dan manfaat dari jalan tol—selain membahagiakan para pejuang LDR sepertiku, wk—bisa kita rangkum menjadi poin-poin di bawah ini.

Tujuan jalan tol:
  • Memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang.
  • Meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan ekonomi.
  • Meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan.
  • Meringankan beban dana pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan. 
Manfaat jalan tol:
  • Pembangunan jalan tol akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan peningkatan ekonomi.
  • Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang.
  • Pengguna jalan tol akan mendapat keuntungan berupa penghematan biaya operasi kendaraan (BOK) dan waktu dibanding apabila melewati jalan non-tol.
  • Badan Usaha mendapatkan pengembalian investasi melalui pendapatan tol yang tergantung pada kepastian tarif tol.

Nah, tujuannya baik sekali, kan? Manfaatnya pun bisa menguntungkan masyarakat banyak. Jadi, yuk dukung dan bantu terus kinerja pemerintah dalam membangun infrastruktur negara. Aku senang, kamu senang, kita semua senang.

By the way, aku suka sekali melihat pembawaan dari Ibu Rini Soemarno ini. Tampak sangat fun, ramah, suka bercanda, pokoknya menyenangkan. Kalau kebanyakan imej pemimpin itu serius, Ibu Rini Soemarno menampilkan pribadi yang lain. Suka sekali melucu dan tampak berbaur tanpa pandang bulu. Pribadi pemimpin yang patut untuk dijadikan contoh, nih, yang begini. Santai, tidak menegangkan, tetapi tetap serius mencapai tujuan.

Untuk menutup tulisan ini, aku mau kasih kutipan terakhir dari Ibu Rini yang cukup menampar untuk membuat kita berpikir dan berusaha lebih giat lagi.

“Indonesia ada di urutan ketiga dalam jumlah populasi dunia, maka seharusnya Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan berkaliber dunia.” – Ibu Rini Soemarno, Menteri BUMN.







Tabik!




Pertiwi

You Might Also Like

50 komentar

  1. semoga dengan adanya jalan tol yang direncanakan dan dibuat dapat berguna bagi masyarakat indonesia dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Semangat pejuang LDR, hehe

    Btw Photonya silau, :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semangaaattttt! Hahaha makasih, Mas.

      Hapus
  2. Kira-kira tol itu nanti jadinya kapan ya? Mayan buat ke Jakarta bawa tim bernama Rombongan Besan. Wuueeestt. Terima kasih Ibu Rini. Semoga lancar pembangunan tolnya dan bisa bawa rejeki bagi banyak kalangan. Aamiin.

    Btw, quote-nya Carl Jung dari awal sampai sekarang masih related ya di kita.. Terbaek!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uluh-uluh, ditunggu rombongan besannya ya >,<

      Sebab memahami kamu, dan kita, adalah kegiatan menyenangkan yang tak akan pernah usai.

      Hapus
  3. Wah dari ldr ke jalan tol ������, mantap sih makin mudah akses kemana mana

    BalasHapus
  4. Saya mah dari dulu selalu dukung pemerintah, tapi untuk pemerintah yang ini dukungannya melebihi dari yang sebelumnya, soalnya pembangunannya banyak banget seperti jalan tol ini buktinya. Bravo pemerintah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes. Apalagi kalo kita turut serta. Wah!

      Hapus
  5. Pembangunan TOL , MRT khususnya yang memeerlukan pembebasan lahan seharusnya dibicarakan juga sampai khatam jika berkaitan dengan hak masyarakat. Banyak kejadian, setelah proyek jadi, ekonomi masyarakat jadi terhambat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal katanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ya, Mbak.

      Hapus
  6. Beruntungnya bisa ngobrol bareng ibu Rini dan ngebahas hal serius kaya tol gini. Mupeng..hehehe

    BalasHapus
  7. Jokowi sudah megang suara para pelaku LDR. Fix, dua periode \m/

    BalasHapus
  8. Wkwkwkwkwk mempermudah yang berhubungan jarak jauh, meski harus ada biaya yg keluar lebih sih. Nanti kalo udah pada gak LDR lagi, masih butuh jalan tolnya gak, ya? *lah

    BalasHapus
  9. Bener tuh kata bu Rini, harusnya Indonesia punya perusahaan-perusahaan berkaliber dunia, biar SDM kita yang bejibun juga berkualitas semua, gak cuma berkuantitas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kebanyakan individualis, itu yang sulit dihilangkannya heu

      Hapus
  10. Sesungguhnya jarak terjauh dari sebuah hubungan, bukanlah hubungan antar kota yang berjauhan, namun hubungan yang mana sering ketemu tetapi tatkala ketemu seringnya mereka saling sibuk dengan gadgetnya. Sesungguhnya itulah LDR terjauh nomer tiga, setelah beda alam, dan beda agama. ..

    Perihal tulisan di atas, sesungguhnya menarik disimak perihal pembangunan jalan tol yang mulai merata di setiap daerah, namun yang perlu diperhatikan adalah perihal waktu selesainya pembangunan tol tsb.

    Dengan selesai di tahun 2018 dan jelang 2019, tentu sungguh mengasyikkan utk disimak apakah pembangunan tol tsb yg menuai kesuksesan tsb akan dijadikan alat pendongkrak elektabilitas pemerintah saat ini untuk melanjutkan kinerja periode kedua?? Sungguh menarik disimak..

    Tapi saya hanya mencoba berpikiran positif, peduli setan mau digunakan untuk bahan kampanye, asal segala kinerjanya baik untuk rakyat, dan membahagiakan rakyat, niscaya sungguh layak diberi kesempatan kedua untuk melanjutkan pembangunan di negeri tercinta ini...

    Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat...

    BalasHapus
  11. pembangunan tol, bermanfaat untuk para penjalan LDR hehehehheeee
    semangat!!!

    BalasHapus
  12. Jadi dari Buaran ke Grogol masuk dalam kategori LDR juga ya? 😂 Cukup senang dengan pembangunan yang dilakukan berdampak baik kepada kehidupan masyarakat. Akses transportasi jadi lebih banyak pilihan dan tidak fokus di satu titik, melainkan merata di berbagai daerah.

    BalasHapus
  13. Wow Indonesia urutan ke-3 populasi dunia, harusnya berbanding lurus dgn perkembangan pembangunan dan sarana transportasi ya.
    Aku setuju skrg memang sdng gencar2ny membangun sarana transportasi terutama di darat ya, tp aku cm tau daerah Jawa aja kalo luar Jawa masih sdkit sulit kayaknya.

    BalasHapus
  14. LDR jateng jatim, ketemunya kalo di kampus aja nyahaha. Ah ya benar sekali, pertumbuhan popolulasi namun tak dibarengi dengan perusahaan sekelas internasional. Berarti memang sebagai anak muda jangan cepet puas, jangan cepat lelah brlajar kalau nggak mau ketinggalan atau malah ditindas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hyaaak jangan cepet puas! Harus terus berjuang!

      Hapus
  15. Setau saya Jokowi justru memprioritaskan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, terutama di Papua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ck da aku mah ya nulis apa yang diomingin ibu rini doang, Mz. Aelah. -__-

      Hapus
  16. Sebagai pejuang LDr jadinpengen ngajuin ke BUMN untuk bangun jalan tol ke Flores hahaha jauh yess

    Sayangnya jalan tol di jawa cuma bisa dinikmati yg ounya mobil beda kaya di baliii motor bs masuk toll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangun, Kak, bangun! Hahaha

      Wah di Bali boleh buat motor, ya? Enak.

      Hapus
  17. BUMN sekarang sudah pada maju dan berlomba lomba untuk membangun negeri. mencari keuntungan supaya ngga rugi. TErus bangun negeri, jalan, bangunan dan angkutan biar Indonesia semakin maju. Terus berkarya BUMN Indonesia

    BalasHapus
  18. Harapannya sih dengan adanya jalan tol trans Jawa, Trans Sumatera dan Trans Kalimantan, perekonomian kita semakin membaik. Khususnya bagi rakyat kecil, dan pemerataan pembangunan di berbagai bidang dapat dirasakan rakyat secara merata....

    BalasHapus
  19. Aku sangat mendukung adanya pembangunan jalan tol. Rasanya enak, lajunya cepet, gak macet, kecuali mgkn pas musim mudik

    Semoga untuk luar jawa juga lancar. Udah bayangin enaknya nyebrang dari Jawa ke Sumatera atau Kalimantan

    BalasHapus
  20. Kalau jalan tol udan jadi artinya transportasi jadi lancar, jarak bisa diperpendek, waktu jg lebij diefisienkan dan jelas menguntungkan untuk bisnis, kalau bisnis untung artinya bakal banyak perusahan yang sejahtera imbasnya kepekerjanya jg.. Ksemoga lancar ya pembangunannya, biar yg ldr jg lancar ketemuannya #eh

    BalasHapus
  21. Kamu rapih banget nulisnya, padahal kita ada di acara yang sama ya hehehe
    Humble banget ya ibu Rini, bisa banget membawa suasana menjadi santai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muehehe makasih, Kak Bela.

      Iya suka banget sama kepribadian ibu rini. Luv!

      Hapus
  22. Pembangunan jalan tol, terutama tol yg menghubungkan Jawa dan Sumatra, sepertinya akan makin mempermudah akses yang di luar Jawa utk datang. Kalau makin mudah akses, maka biasanya pembangunan di kota2 lain/ daertah2 lain pun akan muncul jg. Shg gak banyak arus urbanisasi ke kota2 besar jg.
    Ikut doain aja deh, semoga pemerintah bener2 merealisasikan proyek2 pembangunan yg merata di seluruh daerah di negeri ini, TFS.

    BalasHapus
  23. Pembangunan jalan tol sangatlah berguna untuk semuanya serta meredakan atau mengurangi kemacetan di jalan jalan ramai.

    Selain itu, jalan tol juga bikin kita cepet sampe berpergian yg jauh jauh bisa dibilang sih jalan pintas.

    BalasHapus
  24. Semoga kekayaan alam di Indonesia bia terjaga dengan baik oleh kita, sang manusia (SDM).

    BalasHapus
  25. BuMN Indonesia me many banyak berbenah saat ini. Alhamdulillah menjadi semakin Bain. Btw aku enggak sabaran tol Sumatera selesai pingin tour de Sumatera nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lekas selesai ya, Mbak hwehehe

      Hapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer