Lebih dari Sekadar Kata | Your Favorite Devil's Advocate
poem

Lebih dari Sekadar Kata

Kamis, Februari 13, 2014

Dalam dunia, aku mendamba rasa yang selalu berupaya menimpa manusia
Aku di sini, secarik kertas putih yang menanti kata itu hadir di dalam tubuh ini
Selalu saja, kutunggu waktu agar mampu membujuk penaku menari menggoreskan namamu
Kamu...

ketika selembar kertas merindukan pena untuk menuliskan cinta dengan tintanya


Imajiku masih melayang untuk mengukuhkan kamu yang nantinya akan hadir dalam pikirku
Kurasa, bukan hal yang mudah untuk menyuarakan rasa tanpa adanya kamu
Malam mendayu-dayu, menampar aku yang lemah dengan ungkapan rindu akan kamu
Aku masih menanti tinta berwarna jingga menyerbu tubuhku yang lama tak tersentuh
Mengapa jingga?
Kau tahu, Pena? Apa yang identik dengan jingga?
Tentu saja: Senja
Semburatnya yang telah membuatku jatuh cinta pada apa-apa yang ada di atas sana pada masanya
Pena, sudah siapkah mengulum senyum kembali dan meliukkan tubuh kembali?
Aku masih di sini, untukmu hadir dan menulis satu kata tanpa muka getir
Tuliskanlah, Pena, aku sedang mendamba sepatah kata
Hanya satu: Cinta

***
Tulisan di atas hanya sekadar iseng semata yang entah dimaksudkan untuk apa. Saya hanya menyatukan kalimat-kalimat yang melintasi pikiran saya tanpa pernah jelas menyapa.

Bentuk keisengan lainnya bisa klik >> More Than Words (Cover)

You Might Also Like

16 komentar

  1. awalnya saya tidak percaya, namun setelah diuji di ITB dan IPB saya jadi percaya :D

    BalasHapus
  2. Hemm jadi ini semacam orang kangen. rindu. cinta. jatuh cinta. Duh, berasa gado-gado puitis. Kak hehehe

    BalasHapus
  3. Kayaknya kamu suka dengan kata 'imaji' ya? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena aku terlalu banyak diracuni oleh Bunda Helvy :p

      Hapus
  4. Tiwi yang selalu jago dalam ber sastra *jempol* ;)

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer