Talent Management: Rahasia Sukses Danone Indonesia Hingga Sekarang | Your Favorite Devil's Advocate
event

Talent Management: Rahasia Sukses Danone Indonesia Hingga Sekarang

Kamis, Mei 10, 2018


Setelah sempat bercengkrama bersama dengan beberapa orang dari Danone Indonesia dalam acara visit Aqua di Cianjur pada November tahun lalu, saya kembali berkesempatan untuk kembali saling sapa dengan mereka. Beberapa hari lalu, bertempat di Danone Indonesia Academy, beberapa narablog telah hadir dalam acara “Discovering Talent Management @ Danone”. Penasaran enggak, sih?

Sebagian hidup saya, saya habiskan sebagai seorang pekerja paruh waktu. Bagi sebagian orang, mungkin apa yang saya jalani adalah sebuah tindakan bodoh. Namun, saya lebih nyaman mengerjakan hal demikian dengan didasari oleh beberapa faktor. Salah satu di antaranya yang berpengaruh paling besar adalah suasana kerja.

Sudah dua kali saya mencoba bekerja di dua kantor yang berbeda, bidang yang berbeda, dan tentunya posisi yang berbeda. Kantor pertama di bidang otomotif, dengan daftar pekerjaan yang tidak saya sukai. Sayangnya, saya harus tetap berada di sana demi alasan ekonomi. Kantor kedua berada di bidang yang sangat saya cintai, seni. Saya juga mengerjakan apa yang saya sukai, menulis. Sayangnya, menulis di bawah tekanan kata kunci dan mengharuskan memasukkan lebih dari lima ribu kata di dalam satu artikel membuat saya muak.

Hhh. Jadi curhat. Intinya, sulit ternyata menemukan kantor yang sesuai dengan jiwa saya sebagai anak muda.

Nah, berbeda halnya dengan apa yang dilakukan oleh Danone Indonesia terhadap muda-mudi yang berada di bawah payungnya. Mereka menyadari bahwa faktor keberhasilan perusahaan untuk berkembang ditentukan oleh keberhasilan manajemen dalam mengelola karyawan di dalam perusahaannya. Salah satu faktor penting dalam mengelola sumber daya manusia di dalamnya adalah dengan talent management atau manajemen bakat.

Dengan adanya talent management tersebut, karyawan dapat mengembangkan keahlian dan profesionalitas mereka sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi lembaga usaha tempat mereka bekerja. Kesadaran akan hal inilah yang menggiring Danone Indonesia yang kini telah memiliki beragam program talent management dan inisiatif untuk memastikan karyawannya dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perusahaan.

Dalam acara bersama narablog tersebut, Danone Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat—khususnya calon kandidat—akan talent management yang telah dilakukan. Selain itu, acara ngobrol santai tersebut juga dimaksudkan untuk menginformasukan beragam bentuk komitmen Danone Indonesia terhadap karyawannya.

Sebelum masuk ke persoalan talent management, mari berkenalan lebih dekat dengan Danone Indonesia. Perusahaan ini masuk ke Indonesia mulai tahun 1998 dengan total 22 pabrik dan 2 pabrik mini. Visi yang diusung oleh mereka pun mulia sekali, yaitu…


“Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk membawa kesehatan melalui makanan, kami ingin visi ini dapat memberikan dampak positif kepada sebanyak mungkin orang, dari segala usia, lingkungan sosial dan budaya yang berbeda, termasuk karyawan kami. Kami percaya talent management adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan bagi lebih dari 15.000 karyawan Danone Indonesia yang berasal dari tiga unit bisnis kategori yaitu Air Minum dalam Kemasan dan Minuman Non Karbonasi, Nutrisi untuk Awal Kehidupan (Early Life Nutrition) dan Nutrisi Medis agar mereka dapat terus berkontribusi membawa misi kamike lingkungan sekitar mereka,” jelas Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia.

Untuk memastikan karyawannya agar dapat terus berkembang, berikut adalah inisiatif yang dilakukan Danone Indonesia sebagai bentuk talent management bagi karyawannya:

  • Jaguar Program: Danone memberikan kesempatan bagi karyawannya yang berada di tingkat manajer untuk terlibat dalam proyek antar negara. 
  • Endeavor Program: ialah program pengembangan karyawan untuk menduduki posisi manager. 
  • International Assignment: Secara regular kami mengirimkan karyawan kami ke Perusahaan Danone di negara lain, untuk mendapatkan pengalaman internasional. Dengan international assignment ini, mereka dapat membangun karirnya di lingkup yang lebih luas.
  • Talent assessment and development: Untuk memastikan bahwa talent yang kita miliki sesuai dengan kriteria standar yang ditetapkan oleh Danone secara Global, kami melakukan penilaian dan mapping seluruh karyawan Danone Indonesia yang kemudian dikalibrasi oleh talent committee di tingkat departmen, business unit dan Negara (cluster).
  • Management Trainee: ialah program percepatan jalur karir, bagi para fresh graduate untuk menjadi pemimpin perusahaan, dimana mereka akan mendapatkan pelatihan, dukungan pengembangan diri dan terlibat dalam proyek-proyek menantang. Setiap tahunnya, kami merekrut sekitar 60 Management Trainee dari universitas terbaik dari dalam maupun luar negeri dengan penempatan di departemen yang berbeda. Pelamar untuk program ini meningkat setiap tahunnya, tahun lalu kami menerima lebih dari 40.000 pendaftar untuk program ini.
Menarik sekali ya program-programnya?


Bagian lain yang paling saya suka adalah bagaimana perusahaan besar sekelas Danone Indonesia benar-benar memperhatikan tentang isu gender yang selama ini merajalela di mana-mana. Ada satu program khusus yang namanya HeForShe. Di dalam program tersebut, perusahaan menekankan agar perempuan bida mendapatkan dukungan dari laki-laki dan agar laki-laki dapat lebih mengerti perihal perempuan. Supaya sama-sama enak dan enggak ada iri-irian.

Oh iya, ada keistimewaan lain yang diberikan oleh Danone Indonesia terhadap karyawan perempuan. Danone Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong karyawan perempuannya agar bisa berkarir cemerlang namun tetap dapat memperhatikan kesejahteraan keluarganya. Hal ini dibuktikan dengan Parental Policy yang dikeluarkan dalam bentuk cuti melahirkan 6 bulan bagi karyawan wanita dan cuti 10 hari bagi karyawan laki-laki yang istrinya sedang melahirkan. 

“Danone menyadari bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah masa kemasan anak agar mereka tumbuh optimal. Parental Policy kami keluarkan untuk mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik dan sebagai upaya mendukung kualitas generasi Indonesia di masa depan,” ujar Evan Indrawijaya, HR Director Danone ELN Indonesia.

Bentuk dukungan lainnya kepada perempuan dilakukan Danone Indonesia untuk karyawan perempuannya ialah dengan upaya membangun budaya keberagaman inklusif (Inclusive Diversity), yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah representasi perempuan di tingkat direktur hingga presiden direktur untuk memimpin bisnis Danone Indonesia. 

Sebagai seorang perempuan yang berhasil dalam karirnya, Corine Tap – Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) mengatakan bahwa “Keberagaman merupakan bagian dari budaya Perusahaan karena kami percaya bahwalatar belakang karyawan yang beragam dapat mendorong organisasi untuk lebih maju dan sehat. Di Danone Indonesia, kesempatan untuk berkembang tidaklah terbatas pada jenis kelamin baik pria maupun wanita. Saya adalah Presiden Direktur perempuan yang sangat merasakan dukungan yang diberikan oleh Danone Indonesia dalam mengembangkan karir saya.”

“Saya melihat dengan dukungan dan bimbingan, karyawan kami dapat bertanggung jawab untuk membentuk karier mereka sendiri dan berkontribusi terhadap kinerja bisnis. Selain itu, saya juga menyadari bahwa karyawan yang bergabung di Danone memiliki tujuan lebih daripada sekedar bekerja, yaitu untuk belajar dan berkontribusi pada dunia yang lebih sehat. Saya berharap, dengan apa yang kami lakukan dapat menginspirasi karyawan untuk terus berkontribusi pada dunia yang lebih sehat serta berdampak juga terhadap masyarakat luas.” tutup Gustavo Hildenbrand – General Manager Nutricia Sarihusada.


You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer