Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih | Your Favorite Devil's Advocate
review

Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih

Sabtu, Mei 12, 2018


Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Salah satu spot favorit: smoking area Bebek Bentu Jatiasih
Hidangan bebek goreng memang sudah lumrah disajikan di mana saja. Mulai dari kedai pinggir jalan hingga restoran di hotel berbintang pun menyediakan menu bebek goreng. Tapi bagaimana jika ada restoran bebek goreng yang bikin betah buat kumpul keluarga tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam? Bebek Bentu Jatiasih solusinya!

Restoran Bebek Bentu sendiri sudah berdiri sejak tahun 2008 di Cempaka Putih, Jakarta. Selama sepuluh tahun perjalanan di kancah kuliner nusantara, restoran ini terus mengalami perkembangan. Mulai dari variasi menu, pelayanan, tata ruang, hingga membuka cabang di beberapa tempat. Salah satunya berdiri di Jatiasih, Bekasi, yang beberapa waktu lalu saya kunjungi.

Bebek Bentu Jatiasih terdiri dari tiga lantai yang masing-masing lantainya dikemas dengan berbeda. Lantai satu difokuskan untuk area makan, berisi meja dengan berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan jumlah rombongan yang kita bawa.

Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Spot paling cantik di lantai 2, kayak ayunan di taman bunga
Sedangkan lantai dua terlihat lebih nyentrik karena memang full of decoration, sebut saja dengan instagramable. Jadi selain makan, kita juga bisa mengabadikan moment spesial kumpul bersama keluarga dengan tempat yang estetik. DIjamin bikin iri follower! Bagi anak-anak kecil, di sini juga ada mini playground yang safety. Nah, di lantai dua ini tersedia juga ruangan outdoor (smoking area) sehingga aktivitas merokok tidak mengganggu bagi orang lain.

Lalu yang terakhir, yaitu lantai tiga, merupakan area photo selfie dengan dekorasi bernuansa java dan vintage, bahkan lengkap dengan kostum dan aneka propertinya. Selain seperti studio foto, di lantai ini juga terdapat ruang meeting yang bisa digunakan untuk menampung sekitar dua puluh orang.

Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Spot vintage di lantai 3
Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Masih di ruangan yang sama, itu TV katanya dari zaman Soeharto lho!
Jika tempat sudah asyik dan nyaman, alasan kuat lain kenapa Bebek Bentu Jatiasih adalah pilihan tepat adalah hidangannya yang lezat dan banyak pilhan. Tidak perlu khawatir membawa rombongan yang banyak. Sebab Bebek Bentu Jatiasih sudah siap dengan pesanan berbagai selera dan usia.

Di sini tidak hanya menyediakan menu bebek saja. Ada menu ayam, seafood, chinnesse food, daging sapi, nasi goreng, dan aneka sup. Ada juga camilan enak seperti roti Maryam dan ice cream. Pilihan minumannya ada jus, milkshake, kopi, dan masih banyak lagi.

Nama restonya Bebek Bentu, tapi kok hidangannya gak fokus bebek aja sih?

Awalnya, saya juga mempertanyakan hal yang sama. Namun, setelah mendengar penjelasan dari Bapak Bangkit Kuncoro selalu pemiliknya, saya jadi lebih paham. Konsep restoran keluarga inilah yang membuat Bebek Bentu memiliki berbagai macam varian menu.

Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Nasi bebek goreng bentu
Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Gurame hantu petir
Photo Selfie bersama Keluarga di Bebek Bentu Jatiasih
Kepiting saus padang
Seperti yang sudah disebut sebelumnya, banyak sekali pilihan selain olahan bebek yang bisa ditemukan di Bebek Bentu Jatiasih untuk segala usia, dan termasuk juga segala selera. Yang namanya selera, setiap orang pastilah berbeda-beda. Maka itu restoran keluarga ini memberikan jalan tengah agar semua anggota keluarga dapat berkumpul di satu tempat bersama agar mendapatkan quality time-nya.

Kesadaran akan pentingnya quality time di dalam sebuah keluarga inilah yang mendorong Pak Bangkit dan Ibu Zulfa untuk membuat  restoran Bebek Bentu. Kebiasaan yang mereka terapkan di dalam keluarga untuk kulineran bareng demi bisa saling berbicara satu sama lain membuahkan wadah untuk keluarga-keluarga yang mungkin kesulitan mencari.

Selain menawarkan kenyamanan tempat dan fasilitas, pun dengan makanan yang enak, Bebek Bentu Jatiasih juga memudahkan tiap keluarga untuk dapat berkumpul bersama tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Makanan dan minuman yang disajikan hanya berkisar di harga Rp3.000-Rp65.000 saja, lho! Plus dapat wifi gratis huehehe ini penting untuk unggah photo selfie yang sudah susah payah diambil.

Kalau soal rasa gimana, Tiw?

Tadi, saya sudah sempat menyebut kata "enak", kan? Namun, enak itu sungguh sebuah kata yang relatif sekali. Jadi, saya akan jelaskan bagaimana rasa masakan yang disajikan di Bebek Bentu Jatiasih ini menurut selera lidah saya, ya.

Bagi saya, makanan di resto tersebut benar-benar menggugah. Kenapa? Pencinta pedas seperti saya pasti akan bahagia sekali makan di Bebek Bentu Jatiasih. Pilihan sambalnya cukup beragam dan rasanya membuat saya ingin terus mengunyah. Rasanya, perut saya kembali kriuk-kriuk saat mengetikkan kalimat ini. Heu.

Sambal di menu bebek cemeng yang membuat saya jatuh cinta. Perpaduannya nikmat sekali. Ditambah ada kriuknya pula. Kalau kamu belum paham, coba bayangkan kamu ketemu sama seorang lawan jenis yang tipe kamu banget dan menunjukkan ketertarikan sama kamu. Nah, kayak gitu rasanya.

Kok namanya Bebek Bentu, sih? Artinya apa?

Usut punya usut, ternyata "bentu" itu adalah sebuah akronim yang diambil dari bahasa Jawa. Bisa berarti "ben tuman" atau agar jadi kebiasaan dan juga "ben tuku" atau agar dibeli. Hahaha. Lucu juga ketika tau bahwa nama resto tersebut ternyata adalah akronim pengharapan. 

Saya percaya, sih, dengan konsep dan eksekusi yang sedemikian menarik, restoran Bebek Bentu Bekasi bisa mewujudkan pengharapan yang terselip di dalam namanya. Kalau ada waktu luang dan sedang lapar, saya gak akan ragu untuk kembali ke Bebek Bentu Jatiasih. Selain buat photo selfie, biar makin akrab juga dong sama calon... ehehe.

Kamu, ke Bebek Bentu Jatiasih, yuk!






Tabik!




Pertiwi

You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer