Dukung Idola, Nonton Konser di Luar Kota | Your Favorite Devil's Advocate
personal

Dukung Idola, Nonton Konser di Luar Kota

Rabu, Februari 28, 2018

Dukung Idola, Nonton Konser di Luar Kota
Image source: pexels.com
Selepas liburan cukup panjang dari Solo dan Jogja di pertengahan tahun lalu, aku menghabiskan beberapa waktu untuk nge-gigs bersama teman-teman baru. Mulai dari konsernya Gigi, Sheila on 7, Kahitna, God Bless, Krakatau, sampai Wangi.

Musik memang salah satu teman yang paling setia yang aku punya. Namun, sejak dulu aku hanya mendengarkan musik lewat gawai yang ada. Berbeda dengan sekarang, banyaknya alternatif yang tersedia mempermudah segala hal, termasuk soal musik sebagai hiburan. Kita bisa lebih dekat dengan musisi-musisi idola yang dicinta.

Memiliki idola adalah hal yang lumrah. Mengonsumsi setiap karya dari seseorang yang diidolakan itu juga merupakan hal yang wajar.

Ketika mengidolakan seorang musisi, tentu saja daftar playlist harian akan penuh dengan karya-karya dari sang idola itu. Karyanya akan senantiasa bersenandung tepat di telinga pada berbagai situasi. Saat senang, sedih, galau, sibuk, dan lain sebagainya, karya musik dari sang idola akan selalu menjadi teman terakrab.

Meski tak bisa disentuh, digandeng, maupun dipeluk, musik itu selalu mampu menenangkan dan menyenangkan dengan lantunan nada-nadanya. Musik adalah cara lain untuk memenangkan hidup.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan seorang penggemar untuk mengapresiasi musisi idolanya. Mulai dari membeli karya-karyanya yang original, melantunkan ulang (cover) lagu yang dinyanyikan oleh idolanya sebagai bentuk kecintaan, atau mendukung secara langsung dengan hadir di konser-konsernya.

Menonton penampilan sang idola bukan hanya sekadar untuk eksis atau mencari kepuasan diri. Tapi juga memberi semangat kepada sang idola secara langsung untuk terus berkarya.

Hal inilah yang membuat acara konser begitu banyak diminati dan terus dihadirkan dari tahun ke tahun. Meski perangkat digital sudah semakin canggih dan memungkinkan untuk menebas jarak jauh hingga menjadi tak berarti lagi, tapi nyatanya panggung konser selalu digelar dengan kemampuannya mengundang banyak massa.

Memang, rasanya benar-benar berbeda. Dulu, aku juga berpikiran bahwa, "Ah, ngapain desak-desakan begitu? Toh, di TV malah penampakannya lebih jelas, suaranya lebih bagus, dan bisa meminimalisir kemungkinan kehilangan barang berharga." Namun sekarang, menonton sebuah konser dari musisi idola adalah hal yang aku tunggu.

Bertemu dengan sang idola, bernyanyi bersama, dan berbagi semangat adalah cara sederhana untuk menikmati hidup. Barangkali di sela riuh pekerjaan harian yang menguras banyak tenaga dan pikiran, terkadang sedikit berpesta bisa membuat hidup tetap waras.

Menonton konser musik secara langsung seperti meregenerasi sel-sel yang telah mati.

Meski demikian, sang idola belum tentu mengadakan konser di kota yang kita inginkan. Bisa jadi ia berdendang ria di kota tetangga, atau malah di luar kota yang jauh.

Pupus harapan, kah?

Jangan! Sebab di masa sekarang ini untuk menonton konser di luar kota tidaklah sulit. Terutama untuk urusan tiket.

Tiket konser yang dulunya hanya bisa beli pre-sale di outlet tertentu, kini mulai bergeser secara digital melalui layanan e-ticket. Membeli tiket atraksi konser bisa dengan mudah dilakukan hanya bermodal gawai dan koneksi internet. Tinggal pesan lalu bayar, tiket konser sang idola sudah berada dalam genggaman.

Lebih menyenangkan lagi ketika diskon bisa kita peroleh dalam berbagai bentuk. Baik itu potongan harga, free seat, atau bahkan cashback. Ya, selain praktis, ternyata membeli tiket secara online juga bisa berbalik untung.

Tidak hanya untuk konser. Kemudahan di dunia online ini juga memungkinkan kita untuk membeli tiket kereta api di Tokopedia, lho. Tidak perlu antri, bahkan tidak perlu keluar rumah untuk bisa mendapatkan tiket nonton konser dan tiket kereta sekaligus. Praktis, kan? Siapa sih yang nggak mau?

You Might Also Like

1 komentar

  1. Aku mau. Aku mauu. Ayo nonton konser! Nyari diskonan dulu tapi ya wahaha

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer