Kalau Bisa Makin Gampang, Ngapain Susah? | Your Favorite Devil's Advocate
sponsored

Kalau Bisa Makin Gampang, Ngapain Susah?

Senin, Oktober 23, 2017

Kalau Bisa Makin Gampang, Ngapain Susah?

Katanya, anak lulusan SMA itu manja. Katanya, anak lulusan SMA gak bisa apa-apa. Katanya, anak lulusan SMA gak bisa langsung kerja. Katanya…

Merisak pilihan hidup seseorang tentunya bukan sesuatu yang patut untuk dilakukan. Namun sayangnya, hal tersebut masih bertebaran di banyak kejadian. Termasuk yang pernah saya rasakan. Sejak awal, pilihan saya untuk masuk ke sekolah menengah atas sudah menjadi bahan gunjingan. Maklum saja, sebab kebanyakan anak tetangga masuk ke sekolah kejuruan. Memangnya apa, sih, yang salah dari perbedaan?

Saya tidak menganggap omongan-omongan tersebut sebagai suatu usikan. Hanya angin lalu yang tidak perlu saya pedulikan. Namun, lain dengan apa yang orangtua saya rasakan. Mereka cukup terganggu, terpukul, atau apalah itu karena terpengaruh dengan apa yang tetangga-tetangga saya bicarakan. Mereka takut, anak perempuannya ini tidak bisa meraih kesuksesannya. Takut, hidup anak perempuannya tidak mendapat perbaikan.

Namun, hey, jangan semudah itu menilai orang yang begitu atau yang begitu tidak dapat melakukan ini atau itu. Sebab kamu, dan kalian, bukan Tuhan yang Maha Tahu. Toh, selepas masa putih abu-abu, saya langsung diterima di dua perusahaan sekaligus. Di samping itu, ada teman saya dari sekolah kejuruan yang masih menunggu.

Ya, peluang untuk setiap manusia sama saja. Tinggal bagaimana manusia itu bekerja dan berusaha untuk memenangkan hidupnya.

Karena saya bukan amoeba dan tidak mungkin membelah diri untuk bekerja di dua perusahaan tersebut, saya memilih satu yang bagi saya lebih baik: sebuah perusahaan leasing mobil yang ada di wilayah Jakarta Utara. Dengan tempat yang lebih nyaman dan—ehm—elit, saya merasa senang sudah memilih tempat yang tepat.

Sebagai anak baru dan paling muda di sana, saya cukup banyak belajar. Yang paling utama adalah berkomunikasi dengan banyak orang. Akhirnya, saya ditempatkan pada keadaan di mana saya harus berinteraksi dengan orang banyak yang bahkan belum saya kenal sebelumnya. Kesenangan yang menegangkan, jujur saja. Di samping itu, saya juga mempelajari tentang hubungan kerja yang bagi saya cukup rumit di sana.

Mulai dari hubungan dengan dealer, customer, kepolisian, sampai asuransi. Pada masa itu, mengurus polis asuransi mobil adalah hal yang begitu membingungkan bagiku. Untungnya, banyak kakak-kakak yang membantu. Nah, seiring perkembangan zaman, ternyata makin gampang mengurus polis asuransi kendaraan bermotor yang kita punya. Tak perlu banyak buang waktu dan tenaga, karena kita bisa mendapatkannya lewat layanan daring yang tersedia.

Asuransi Astra mengambil langkah untuk menjadi perusahaan asuransi paling digital di Indonesia dengan penyempurnaan yang inovatif dan komprehensif. Garda Oto Digital—yang baru diluncurkan pada 10 Oktober 2017 lalu—merupakan layanan eksklusif yang disediakan oleh Asuransi Astra untuk dapat membeli asuransi kendaraan bermotor secara online. Layanan utama yang disajikan oleh Garda Oto Digital ini sama saja dengan Garda Oto biasa, tetapi memiliki fitur lain seperti:

1. Gampang Pilih Lokasi Klaim. Melalui situs gardaoto.com yang dapat kita akses di mana dan kapan saja, layanan eksklusif ini membuat pelanggannya makin gampang memilih lokasi klaim yang diinginkan. Bebaslah pokoknya, mau di rumah, kantor, atau tempat lainnya.

2. Gampang Antar Jemput Kendaraan. Pun dengan urusan antar jemput kendaraan ke bengkel yang cukup merepotkan bisa diatasi dengan layanan antar jemput yang disediakan. Jadi, kita sebagai pelanggan bisa lebih menghemat waktu dan tenaga, kan.

3. Gampang Pantau Status Klaim. Agar proses klaim dan perbaikan kendaraan bermotor yang kita miliki berjalan sesuai dengan jadwal, ada aplikasi Garda Mobile Otocare yang membantu pelanggannya agar makin gampang memantau status perbaikan kendaraan setiap saat.

Kemudahan yang tidak tanggung-tanggung diberikan oleh Asuransi Astra melalui Garda Oto Digital tersebut ternyata masih ditambah dengan bonus menarik yang bisa langsung dibawa pulang oleh pelanggannya setelah membeli dan mengaktifkan polis. Siapa yang tidak suka dengan bonus, yakan? Mulai dari e-Toll On Board Unit hingga ponsel pintar sekelas Samsung Galaxy Note 8 diberikan secara cuma-cuma!

Menarik sekali, ya? Jadi, #MakinGampang Klaimnya, Banyak Bonusnya!

Kalau Bisa Makin Gampang, Ngapain Susah?

Peluncuran Garda Oto Digital juga merupakan salah satu bentuk dukungan Asuransi Astra terhadap strategi nasional keuangan inklusif yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tujuan membuka akses keuangan sebagai hak dasar masyarakat yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan.

Menurut Rudy, Garda Oto Digital adalah bagian dari komitmen digital Asuransi Astra yang telah dikembangkan sejak 2016 lalu. “Inovasi telah menjadi denyut nadi kami, menjadi semangat kami untuk membangun dan menentukan standar baru dalam industri. Garda Oto Digital adalah saluran layanan baru kami yang mengedepankan teknologi digital dalam pemasarannya, sehingga akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan perlindungan untuk mobil mereka,” katanya.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa Garda Oto Digital melengkapi platform digital Asuransi Astra yang terdiri dari berbagai aplikasi seperti Garda Mobile Otocare, Garda Mobile Medcare, Garda Mobile HRakses, Garda Mobile CRakses, Garda Mobile Otosales, dan Garda Mobile Otosurvey. “Fokus inovasi berkelanjutan melalui produk dan layanan, kami yakini dapat menjadi sarana yang baik dalam upaya mencapai visi kami Bring Peace of Mind to Millions. Untuk itu saya berharap yang kami lakukan ini dapat memberi manfaat yang benar-benar berkesan untuk pelanggan sesuai strategi kami tahun ini yaitu simply memorable,” tutup Rudy.

Walaupun untuk sementara layanan ini baru bisa dinikmati oleh pelanggan di wilayah Jakarta, tapi lebar kemungkinannya untuk segera melebar ke area lainnya agar kemudahan ini bisa dinikmati oleh banyak orang.

Lalu, bagaimana caranya supaya kita bisa membeli polis asuransi tersebut?

Mudah kok!

1. Pelanggan mengakses situs website www.gardaoto.com
2. Pelanggan membaca informasi layanan dan highlight fitur dari Garda Oto Digital.
3. Klik BELI yang terletak pada pojok kanan atas halaman gardaoto.com.
4. Pada halaman Step 1 Info Kendaraan, Lengkapi form informasi perlindungan, kendaraan dan jadwal survey yang diinginkan, lalu klik LANJUT.
5. Pada halaman Step 2 Dokumen & Data, Lengkapi form dokumen dan data diri tertanggung, lalu klik LANJUT.
6. Pada halaman Step 3 Pembayaran, Baca ulang kembali ringkasan data order dan total biaya polis dan pilih metode pembayaran, lalu klik BAYAR SEKARANG.
7. Pelanggan akan menglengkapi data pembayaran dan menyelesaikan pembayaran.

Note:
- Pelanggan diwajibkan melakukan pembayaran penuh sebelum melakukan survei kendaraan baik melalui Home Survey atau survei kendaraan di Garda Center / Cabang.
- Pelanggan akan mendapatkan email notifikasi terkait pembayaran dan order transaksi sukses serta penduan untuk melakukan survey.
- Pelanggan akan dijelaskan melalui email notifikasi terkait masa akhir pembayaran dan masa survey kendaraan bermotor yang ditanggungkan.
- Pelanggan akan mendapatkan polis dan bentuk softcopy melalui email dan fisik hardcopy setelah pelanggan melakukan survey dan pembayaran penuh.

Nah, mudah sekali, kan? Seandainya semasa saya bekerja di leasing mobil itu sudah ada layanan Garda Oto Digital, pasti saya tidak akan banyak merepotkan kakak-kakak dengan pertanyaan khas anak baru yang masih belum paham ini dan itu. Sebab, kemudahan yang disuguhkan benar-benar tak tanggung-tanggung.

Jadi, kamu mau hidupmu #MakinGampang, kan?






Tabik!



Pertiwi

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah belum pernah urus begituan. Satu-satunya hal yang ingin makin gampang bagiku itu ya soal pertemuan denganmu. Makcling bisa langsung bersua gitu kok kayaknya asyik, ya.

    BalasHapus
  2. Ini kalau ada aplikasinya bisa lebih memudahkan ya..

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer