FEED MOBILE: Langkah Melejitkan Peran Perempuan dan Petani Indonesia | Your Favorite Devil's Advocate
event

FEED MOBILE: Langkah Melejitkan Peran Perempuan dan Petani Indonesia

Kamis, Mei 18, 2017

FEED MOBILE: Langkah Melejitkan Peran Perempuan dan Petani Indonesia

Meski hanya berjibaku di lingkungan rumah dan tidak menghasilkan uang, bukan lantas hal-hal yang dikerjakan seorang istri adalah pekerjaan ringan. Barangkali ringan jika hal tersebut dilihat satu per satu pekerjaan. Akan tetapi, ketika kita melihat semua itu dalam himpunan pekerjaan, tentu ini menjadi sulit. Maka konyol saja jika dewasa ini masih ada lelucon ora lucu macam, “Wong wadon kui mung perlu macak, masak, manak.” 

Dalam sebuah tulisan hasil olahan Disparitas (diskusi paradoksal dan realitas) yang saya dan Ilham lakukan beberapa waktu lalu, lelaki humanis tersebut menyebutkan hal di atas yang membuat saya mengangguk setuju dengan begitu mudahnya. Konstruksi masyarakat dominan yang ada sejak dahulu—hingga entah kapan—seringkali menyebutkan perempuan hanya berada di posisi remeh-temeh yang jauh di bawah laki-laki.

Namun, dalam program FEED Mobile (Financial Education and Empowerment goes Digital and Mobile) ternyata tidak memandang demikian. Program pendidikan keuangan dan pengembangan usaha bagi masyarakat petani, petani pemilik usaha, serta pengusaha mikro-kecil yang diusung oleh Citi PeKa (peduli dan berkarya)—yang merupakan payung kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia—bersama dengan Mercy Corps Indonesia ini memberikan perhatian khusus terhadap kaum hawa.

Berangkat dari hasil survei mengenai tanggung jawab pengelolaan keuangan rumah tangga yang sebelumnya telah dilakukan, tampak bahwa responden perempuan lebih banyak merasa melakukan tanggung jawab pengelolaan keuangan keluarga. Di antara seluruh perempuan yang disurvei, terdapat lebih dari 60% penerima manfaat terlatih dan langsung mengakses tabungan. Keberadaan perempuan sebagai pengelola keuangan rumah tangga mendasari pula keputusan suatu rumah tangga untuk memiliki tabungan. Perannya besar dong, ya?

FEED MOBILE: Langkah Melejitkan Peran Perempuan dan Petani Indonesia
"Peran Gender dalam Kehidupan Rumah Tangga di Desa Liang Kabutapen Maluku Tengah"
oleh Risyart Albert Far Far
Seperti yang jelas tergambar dalam tabel di atas, lelaki secara pribadi tampak tidak mengambil begitu banyak peran di dalam aktivitas domestik yang ada di lingkup rumah tangga, sebaliknya dengan perempuan yang bertindak aktif mengambil bagian. Aktivitas domestik yang dilakukan tersebut bisa jadi merupakan sebuah penjabaran dari pengelolaan keuangan rumah tangga yang dilakukan. Oleh sebab itu, pelatihan yang dilakukan oleh FEED Mobile dirasa dapat memberikan hasil yang baik—khususnya dalam perubahan perilaku pengelolaan keuangan—jika sasarannya diperbesar pada kaum perempuan.

Saya rasa, sasaran yang dibidik oleh program FEED Mobile khususnya untuk kaum hawa ini benar-benar tepat. Sebab, sangat terlihat pada hasil penerima manfaat yang telah dilatih dalam literasi keuangan dan pengembangan usaha yang mencapai angka 12.950 orang dengan 50% dari jumlah tersebut adalah perempuan. Nah, gitu kan seimbang jadinya. Biasanya, agak jarang ya program serupa yang menyasar perempuan sebagai pelaku aktivitas domestik yang dominan?

Maka itu, perhatian saya cukup terkuras saat mendengar penjelasan lebih rinci yang dipaparkan mengenai program FEED Mobile pada acara Workshop Nasional Inklusi Keuangan yang bertema “Road Towards a Financially Literate Generation” kemarin (17/05/2017) di Aston at Kuningan Suite, Jakarta. Saya selalu senang mendengar usaha-usaha yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencerdaskan perempuan. Seperti dalam kalimat terakhir Simone de Beauvoir dalam esainya yang berjudul Perempuan dan Kreativitas, “Perempuan tidak boleh membiarkan dirinya diintimidasi oleh masa lalu karena dalam bidang ini, sebagaimana di semua bidang lain, masa lalu tak pernah dapat berdusta pada masa depan.”

Ternyata, program FEED Mobile ini baru dimulai pada tahun 2014 lalu. Diawali dengan anggapan miring terhadap petani yang dianggap hanya bisa itu-itu saja, FEED Mobile muncul dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas petani dan pengusaha mikro-kecil dengan memberikan pendidikan keuangan dan mengembangkan potensi pengusaha mikro-kecil di Indonesia. Untuk saat ini, program FEED Mobile baru dikhususkan kepada masyarakat di Kabupaten Indramayu, yang setelahnya baru akan melebar ke wilayah lainnya.

Mengapa Kabupaten Indramayu menjadi yang pertama?

Selain sebagai wilayah terbesar di Jawa Barat dengan 31 kecamatan, Kabupaten Indramayu juga merupakan salah satu kabupaten yang menjadi daerah sentra pertanian, di mana sektor pertanian menyumbang 43% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Terlebih lagi, pertanian juga merupakan sektor usaha utama berdasarkan persentase jumlah penduduk, yaitu 8,8%. Jadi, saya merasa lagi-lagi FEED Mobile memiliki bidikan yang cukup tepat.

Dalam pelaksanaannya, program FEED Mobile menggunakan dua metode, yaitu pelatihan tatap muka dan penggunaan kanal digital sebagai alat pendukung. Sementara, aplikasi Peduli Keuangan (PEKA) Android dan Peduli Keuangan (PEKA) SMS berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, artikel, tips, anjuran pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha, serta sebagai sarana interaksi antarpengguna. Kalau dilihat dari fungsi, sebetulnya keduanya sama aja, ya. Yang membedakan lebih ke pengguna layanannya. PEKA Android menyasar pemilik smartphone berbasis android, fasilitator lapangan, dan ahli keuangan. Sementara, PEKA SMS membidik petani, petani pemilik usaha, pemilik usaha kecil, dll.

FEED MOBILE: Langkah Melejitkan Peran Perempuan dan Petani Indonesia
Doc. Arisman Riyardi
Menghadiri acara tersebut bersama dengan ibu-bapak petani dan pengusaha mikro-kecil dari Indramayu itu membuat saya sedikit banyak berpikir, mereka yang tadinya dilihat sebelah mata aja bisa menunjukkan eksistensinya hingga demikian, masa kita yang lebih memiliki akses terhadap pengetahuan gini enggak, sih? Ya malu dong, ah. Gak boleh kalah semangat belajar dari ibu-bapak itu. Ingat belajar kok jadi ingat kewajiban yang satu itu ya…. YAUDAH, SKIP DULU, YA.

Kalau kata Efek Rumah Kaca dalam lagunya yang berjudul Sebelah Mata, “Tapi sebelah mataku yang lain menyadari gelap adalah teman setia bagi waktu-waktu yang hilang.” Mulai dari menghilangkan anggapan yang seringkali timpang perihal perempuan dan menebas pikiran miring mengenai profesi petani, saya merasa program FEED Mobile ini sangat patut untuk diberikan dua ibu jari. Kalau saya punya lebih dari dua ibu jari tangan, saya kasih lagi deh.

Biarpun hal-hal yang terkesan gelap selalu ada mengiringi langkah perempuan dan profesi petani, tapi percayalah bahwa gak sedikit pihak-pihak yang mengusahakan keberadaan mereka agar lebih diakui secara terbuka. Kalau kita masih belum bisa ikut berperan aktif dalam usaha tersebut, setidaknya berikan dukungan semampunya.


Seperti program FEED Mobile ini, dengan diberikan begitu banyak pemaparan dan contoh nyata keberhasilan kerja mereka, saya jelas akan mendukung program ini agar lebih berkembang menjangkau daerah-daerah lainnya. Kalau kamu, gimana?





Salam,



Pertiwi Yuliana

You Might Also Like

26 komentar

  1. Makin banyak ya bidang-bidang yang bisa diatasi melalui media digital. Maka konyol banget kalau masih ada yang masih ngira handphone ini cuma gudang cabul dan varian mudharat lainnya. Wahahaha. Opo seh??

    Etapi betul, kecanggihan teknologi itu harus bisa menyelesaikan permasalahan kaum minor, ya. Karena mereka seringkali untuk dapat akses aja susah, apalagi fasilitas. Maka dari itu para punggawa bangsa musti lebih menperhatikan kelompok terkecil dulu sebelum bermegah-megahan unjuk gaya di kancah internasional.

    Btw, Nulis juga, lu. Hahahahaa. lanjuuuuutttt.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala sesuatu kayaknya kalo mau dilihat dari sisi positifnya ya pasti ada aja. Sayangnya, sebagian orang lebih suka lihat negatif. Ya begitulah.

      Ehehe nulis di tengah keterpurukan ini namanya.

      Hapus
  2. Yoih. Banyak sepakatnya nih. Kenapa kita suka memandang sebelah mata gitu, sih? Ehehe. :D

    Miris juga ya yang soal perempuan. Apalagi kalo pas ditanya perihal pekerjaan perempuan yang gak bekerja, biasanya itu menjawab, cuma ibu rumah tangga. Pekerjaan ibu rumah tangga menurut gue itu gak "cuma", sih. Susah banget euy! Duh, jadi inget suka gak bantuin Nyokap. :(

    BalasHapus
  3. Perempuan memang sosok yang luar biasa, perannya sangat penting dalam segala bidang, dan hal. Terima kasih informasinya mbak, bangganbanget aku menjadi seorang perempuan.

    BalasHapus
  4. Di Kabupaten Semarang sudah ada belum ya? Bagus sekali programnya. Kalau ada mau juga berpartisipasi di usaha mikronya. Biar nambah wawasan.

    BalasHapus
  5. Ya Allah, kalau dilihat lagi tabel di atas, kok lelaki cuma sedikit saja pekerjaannya. hehehe. bagus banget programnnya ya mbak, semoga daerah lain juga segera mengikuti program ini

    BalasHapus
  6. Ahhh berat ahhh bahasannya Tiwi 😌 #plak

    Apalah aku ini CUMA IBU RUMAH TANGGA saja 😐 kerjanya cuma ngurus anak dan online saja 😂 lalalala~

    BalasHapus
  7. “Wong wadon kui mung perlu macak, masak, manak.” <-- ini artinya apaan ya mbak :D

    suka sedih sih kalau liat kenyataan masih banyak orang yang sepele sama perempuan, nganggep kerjaan perempuan itu gampang padahal ya ampun beraaat cuuk. semoga aja dengan adanya FEED Mobile ini semakin banyak orang-orang yang tercerahkan, khususnya para perempuan dan petani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya perempuan itu hanya perlu ber-rias, memasak dan melahirkan hehehe..

      Say setuju sih mba dengan program ini. Jasi meskipun tidak bekerja kantoran tapi istri punya peran penting yang dalam sebuha keluarga

      Hapus
  8. Program yang apik, semoga saja bisa dimenyeluruh sampai pelosok bumi pertiwi ini...

    BalasHapus
  9. Programnya mantep juga nih. Semoga ya daerah-daerah lain bisa ada program gini juga.

    BalasHapus
  10. programnya bagus, semoga segera menyebar ke pelosok2

    BalasHapus
  11. kereeen! yang kaya gini nih harus diperbanyak di indonesia! pengen deh membantu program-program seperti FEED mobile ini biar makin eksis di indonesia

    BalasHapus
  12. wih, begitu ngeliat tabel data langsung teringat jurnal. langsung keinget belom ngerjain tugas. hihihihihi, program bagus, semoga bisa bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga negara Indonesia

    BalasHapus
  13. Ternyata Citi punya program Citi Peka yang memberdayakan masyarakat di Indramayu. Khususnya perhatian khusus kepada perempuan yang kurang dianggap kontribusinya.

    BalasHapus
  14. Alhamdullilah dibidang pertanian sudah masuk era digital dan era modern banget ya sekarang jadi semuanya serba di mudahkan banget

    BalasHapus
  15. Very interesting program from Citi, Kirain dia jualan cuma cc doang, banyak juga ya programnya. Good job.

    BalasHapus
  16. Di kampungku soal tani byk yg perempuan lho. Sayangnya progam spt ini blm sampai. Walaupun tani msh kecil2 lan, tp ilmu prngetahuan itu penting

    BalasHapus
  17. Programnya keren banget loh ini, semoga program digital seperti FEED Mobile ini tidak hanya di indramayu aja tapi bisa cepat menyebar jg ke daerah lainnya..

    BalasHapus
  18. Saya baru tahu program ini. Mudah2an meluas ya sampai ke daerah2 lain bahkan ke pelosok juga

    BalasHapus
  19. Hahahaha ini bener sih. Justru biasanya yang lebih banyak ngatur-ngatur di rumah itu cewek ya. Sempet baca program ini di postingan Yoga. Semoga jalan terus! \(w)/

    BalasHapus
  20. Waduh kalau sudah ngomongi perempuan jagonya tiwi. Apalagi sambil promosi nih, soft selling. Bisa aja. Mantap. 😆

    BalasHapus
  21. wahhh sepertinya ada yang sedang pergi bareng nih sama sebelah :v

    BalasHapus
  22. Yg paling paham aktivitas domestik emang para wanita. Udah naluri kelola perekonomian. Mau beli2 barang ajah cek harga dulu via priceza.co.id. Ah kapan yaa program Feed Mobile juga masuk Kab Sidoarjo?

    BalasHapus
  23. Nah gebrakan seperti Feed Mobile merupakan langkah positif terutama bagi kaum perempuan supaya dapat berpartisipasi dalam menggerakan ekonomi mikro

    BalasHapus
  24. wah mantap, baru tahu saya ada program seperti ini...

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer