Sebab Rumah Adalah Simbol Jiwa | Welcome to My Own World - Pertiwi Yuliana
article

Sebab Rumah Adalah Simbol Jiwa

Sabtu, Oktober 08, 2016

Sebab Rumah Adalah Simbol Jiwa

Setahun ke belakang, mungkin untuk orang-orang yang sudah mengenal Tiwi akan tau bahwa masa-masa tersebut adalah masa-masa yang sungguh kelam bagi kehidupan seorang Pertiwi Yuliana. Bagaimana tidak? Kehidupan yang sebelumnya sungguh bebas dijalani tetiba berubah menjadi kerangkeng yang sulit untuk dilewati. Walaupun dikatakan bahwa kerangkeng tersebut merupakan sangkar yang terbuat dari emas, itu tetaplah sebuah penjara yang mengekang gerak bebas.

Orang normal mana yang ingin hidup terpasung selama-lamanya?

Aku? Tentu bukan. Ada pihak-pihak yang begitu bodoh menganggap bahwa aku akan tetap ada di tempat yang sama. Mereka hanyalah orang-orang yang tidak mengetaui bahwa isi kepalaku begitu penuh dengan rencana. Ya, dan untungnya Semesta dengan segala kebaikannya ikut membantu mengaminkannya. Terima kasih banyak.

Melepas segala gundah gulana mengantarkan aku kepada sekumpulan rezeki yang melimpah. Bukan hanya materi saja tentunya, tetapi juga relasi yang kian bertambah. Agaknya cukup menyesal, mengapa bukan dari dulu saja? Tetapi, Tuhan tentu selalu punya rencana. Indah akan datang pada waktunya.

Biarlah banyak orang yang berbicara miring tentangku di luar sana. Biar waktu yang membuka mata mereka semua tentang kebenaran yang apa adanya. Biarkan Semesta kembali bekerja, seperti saatnya membantuku keluar dari sebuah kekang yang menyiksa.

Begitu banyak perkenalan yang kujumpai setelahnya, baik buruk manusia dengan berbagai macam rupa. Suka dan duka seringkali menghampiri di waktu yang sama. Namun melewati segalanya dengan mereka yang penuh cinta tentunya tidak akan terasa. Aku mulai kembali mendapatkan diriku yang sebelumnya. Walaupun belum seutuhnya, setidaknya aku jauh lebih bahagia.

Lepas dari kepura-puraan yang sebelumnya terus menjadi topeng ke mana-mana.

Hal yang begitu unik pun terjadi. Aku merupakan perempuan yang sangat tertutup soal rumah. Jika mereka yang seusiaku sibuk membawa dan memperkenalkan orang yang istimewa di hatinya kepada kedua orangtuanya di rumah, aku lebih memilih tetap diam dan menyembunyikan yang teristimewa sampai aku benar yakin dialah orang yang tepat. Maka, sungguhlah sebuah keajaiban saat aku merasa sangat geregetan ingin membawa seseorang ke rumah untuk diperkenalkan kepada orangtua.

Kenapa, sih, harus begitu tertutup soal rumah?

Sebetulnya sederhana, hanya karena aku tidak menginginkan jika sesuatu terjadi padaku dan orangtuaku dengan semena-mena menuding orang yang istimewa itu sebagai penyebabnya. Ya, kan gak selamanya hal buruk terjadi karena sebab yang sama.

Sebab Rumah Adalah Simbol Jiwa

Rumah sebagai simbol jiwa.

Baru saja aku membaca sebuah buku yang begitu membuatku merana setelahnya. Persoalan pelik yang diangkat di dalamnya membuat aku kembali ke dunia nyata dengan segudang tanya di kepala. Tapi, bukan masalah-masalah yang ada di dalam sana yang akan aku bicarakan. Ialah perihal rumah.

Ada satu tokoh di dalam buku tersebut, Sumarni namanya. Anak kecil miskin yang terus bekerja keras hingga mendapatkan harta melimpah saat dewasa. Masalah yang terus hadir di kehidupannya ketika itu memaksa Marni untuk melepaskan sedikit demi sedikit kepemilikannya atas harta yang susah payah dia kumpulkan. Namun, tidak dengan rumah.

Dia percaya bahwa rumah adalah sebuah simbol kewibawaan di tengah masyarakat. Biarlah dia kehilangan sawah, mobil, kayu-kayu jati, dan sebagainya. Asal tidak dengan rumah. Keyakinan bahwa rumah adalah simbol nyatanya masih berlaku pada masyarakat mayor di negeri kita. Kamu, percaya?

Maka tidak heran jika kita menemui berbagai macam bentuk rumah untuk mencerminkan pribadi si empunya. Desain yang begitu apik disajikan demi memanjakan mata para tamu yang datang ke sana. Nah, untuk itu pula, satu ruangan yang begitu penting adalah ruang tamu.

Ruangan yang menjadi tempat singgah pertama orang luar ke dalam rumah ini biasanya didesain khusus untuk mengundang decak kagum. Berbagai furnitur dipilih dengan begitu baik, salah satunya adalah meja.

Meja merupakan salah satu aspek penting yang harus ada di ruang tamu. Ya, biasanya untuk menaruh camilan dan minuman, atau bisa jadi untuk menyediakan majalah-majalah untuk menemani sang tamu yang menunggu. Tapi apakah memilih meja yang cocok untuk ruang tamu kita harus selalu mengeluarkan budget yang besar?

Jawabannya jelas: tidak.

Sebab Rumah Adalah Simbol Jiwa

Nah, untuk memilih dan membeli meja tamu, kita harus pastikan sudah melakukan beberapa bentuk persiapan sebelumnya. Membeli meja untuk ruang tamu memang perlu lebih teliti sebab desain interior rumah yang bagus akan memberikan kesan positif bagi penghuninya sehingga perlu diusahakan dengan baik.

Selain teliti dalam memilih desain, kita sebaiknya tetap memilih meja tamu dengan kualitas yang bagus. Tujuannya adalah meja tersebut bisa tahan lama sehingga tidak mudah rusak dan tidak perlu boros membeli meja baru dalam waktu berdekatan. Sayangnya, meja tamu dengan kualitas yang baik biasanya tidak bisa didapatkan dengan harga yang murah. Maka, Kita perlu menyiapkan dana yang tepat supaya meja tamu yang memang menarik bisa dibawa pulang.

Apabila merasa memiliki budget yang tidak terlalu besar, tidak perlu cemas sebab dengan beberapa usaha tertentu. Meja yang kualitasnya bagus tetap bisa dibeli, adapun usaha tersebut antara lain:

  • Mencari meja tamu yang reject,

Istilah reject diberikan untuk menunjukan bahwa ada kekurangan pada meja tamu ketika diproduksi sehingga ada cacat. Sedikit banyaknya kecacatan yang dimiliki akan mempengaruhi harga, supaya mendapatkan yang kualitasnya bagus pilih meja reject namun yang tidak berlebihan supaya tidak kentara.

  • Datang ke toko yang bisa ditawar,

Membeli perabotan rumah juga sebaiknya teliti memilih toko jual meja tamu mana yang sebaiknya dikunjungi. Selain mencari yang koleksinya lengkap akan jauh lebih nyaman berkunjung ke toko yang membuka kesempatan menawar harga. Sehingga Kita bisa menekan harga menjadi semurah mungkin sehingga tidak menutup kemungkinan harga yang diperoleh sangat murah daripada harga pada umumnya.

  • Memilih meja tamu yang bekas,

Meja tamu yang dibuat dengan bahan berkualitas biasanya akan dijual oleh pemilik lamanya jika hendak mengganti dengan meja baru. Atau karena alasan lain, misal butuh uang atau ingin pindah rumah namun susah membawa meja dan perabotan lainnya sehingga dijual. Meja tamu bekas bisa menawarkan yang kualitasnya bagus namun dengan harga yang cukup menarik. Bahkan, Kita bisa mendapatkan meja tamu dari bahan mahal misal kayu jati tua dengan harga hanya ratusan ribu saja.

  • Memesan di pengrajin setempat,

Cara murah lainnya untuk mendapatkan meja tamu yang bagus ialah memesan lewat pengrajin di dekat rumah. Pemesanan dari tetangga sendiri biasanya diberikan tarif atau harga yang jauh lebih terjangkau, apalagi dibeli dari pengrajinya langsung. Sudah tentu jauh lebih murah dibanding meja tamu yang sudah masuk toko ataupun pusat perbelanjaan. Selain lebih murah desain meja tamu pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak sulit menyelaraskanya dengan perabotan lain di ruang tamu.

  • Belanja pada saat ada promo,


Tidak sulit menemukan perabotan menarik dan berkualitas di sebuah pusat perbelanjaan atau mall, sehingga memberikan kenyamanan saat berbelanja. Sebab hanya di mall Kita bisa belanja perabotan di ruangan ber-AC, bukankah begitu? Namun, harga mall biasanya jauh lebih mahal dibandingkan harga di toko supaya bisa mendapatkan harga miring. Kunjungi mall yang menyediakan perabotan saat ada promo, sehingga harga di mall yang jual meja tamu akan turun dengan presentase tertentu.

Nah, demikianlah salah satu upaya yang dapat kita lakukan  untuk mewujudkan rumah sebagai simbol jiwa. 







Salam sayang,





Pertiwi Yuliana

You Might Also Like

23 komentar

  1. Aku juga termasuk orang yang percaya kalo rumah itu simbol status sosial. Makanya pengen banget nyari rumah untuk diri sendiri.

    Dan aku percaya rumah itu tempat paling nyaman untuk pulang, seperti pelukan.

    BalasHapus
  2. Rumahku, istanaku. Rumah itu memang tempat kita beristirahat, tempat kita bisa jadi diri sendiri, our private sanctuary. Jadi ya, memang sangat penting membuat rumah menjadi tempat yg paling nyaman bagi diri kita sendiri. Btw gua udah coba follow blog lu, tapi feed nya ga keluar, kok aneh ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyakah? Waduh, kenapa ya? Gak ngerti, Koh. Beberapa blog yang aku follow juga gak keluar di feeds masa :(

      Hapus
  3. Yang lebih betah di sekolah daripada di rumah pasti kejiwaannya terganggu.

    Iya nih, Kak Tiwi. Kok feed blognya nggak muncul di dasbor blogku? Padahal udah follow. Nggak tau update terbarunya (padahal udah sering nge-share di grup WA)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha gue juga gitu, Rob. Selain desain kan banyak faktor lain juga :)
      Iya ih gatau gue juga, blog-blog yng gue follow juga gak muncul di feeds gue :(

      Hapus
  4. Nah, mending gak punya apa-apa. Tapi ya punya rumah. Sesuai kebutuhan primer, rumah dulu utamakan~

    Mulus banget ini, Wi. Ajarin dongs! Dan bagi-bagi dong rezekinya. Wekaweka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi pengin beli rumah. Tapi, beli laptop baru aja belum kesampean. Gak ada yang mau endorse apa? Eh.
      Taek! Wakakak~

      Hapus
  5. rumah emang tempat pulang paling asyik :D

    BalasHapus
  6. Tulisan kamu bagus, Yuli.

    Menurut saya pribadi, rumah adalah sumber kebebasan. Ketika saya berada di rumah, saya bisa bebas melakukan apa saja, memikirkan apapun, dan ber-emosi sesuka hati. Dan rumah ini bukan hanya tempat untuk saya 'masuk', kadang saya juga berpikir untuk 'keluar' dari tempat ini, karena tidak selamanya 'rumah' itu indah, Yul :)

    Oiya satu lagi, Yul. Kata orang-orang, rumah itu tempat menyimpan kenangan masa lalu/masa kecil kita. Tapi bagi saya, selain untuk menyimpan masa lalu, rumah juga bisa dipakai untuk 'menyimpan' masa depan. Karena selalu ada pikiran yang berkata: "Nanti 'rumah' saya kayak gimana yah?", "Gimana yah caranya biar bisa punya 'rumah'?", atau "Pokoknya saya harus bisa dapetin 'rumah' itu!"

    Salam sayang,
    Agia.

    BalasHapus
  7. aku juga sayang kamu tiwi. kiw, kiw~

    kalo gue, rumah adalah tempat ku molor, makan, pub, udah. Lalu pergi lagi. dududududu~

    BalasHapus
  8. Rumah adalah satu-satunya tempatmu kembali, tatkala seluruh dunia mengutukmu, namun tidak rumahmu. Hanya di rumah, kamu bisa percaya, bahwa sesungguhnya kamu tidak sendiri. Dengan adanya rumah, kamu percaya, bahwa sesungguhnya neraka dunia di luar sana, tiada apa-apanya dibandingkan dengan kenyamanan di rumah.
    Maka semakin riuhlah kekacauaan yang terjadi di hidup mereka, yang meskipun punya kekayaaan yang luar biasa, tapi di rumahnya, dia menyimpan neraka.

    Rumah adalah tempatmu kembali, tempatmu berawal, tempatmu berasal, segala usahamu, segala deritamu, akan melarung menjadi satu tatkala kau punya rumah. Jadi sebab itulah ada ujar-ujar "Home Sweet Home" Rumahku Istanaku.

    BalasHapus
  9. Setuju sama Sumarni. Rumah itu, walaupun istilahnya cumak sepetak, tapi membawa kebahagiaan. Karena ada banyak cerita dan kenangan di dalamnya.

    Masih nabung nih biar punya rumah sendiri. Rumah di Jakarta mahal yak. Wkwkwk *salfok*

    BalasHapus
  10. rumah itu memang seperti sebuah simbol sosial tapi kenyamanan rumah tidak di ukur dari besar kecilnya rumah tersebut.. hhe

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer