Sst... Inilah Salah Satu Kendala Mahasiswa Tingkat Akhir | Your Favorite Devil's Advocate
article

Sst... Inilah Salah Satu Kendala Mahasiswa Tingkat Akhir

Rabu, Mei 18, 2016

Sst... Inilah Salah Satu Kendala Mahasiswa Tingkat Akhir


Sebagai mahasiswa semester akhir, merupakan sesuatu yang lumrah dan amat tampak wajar jikalau perihal kuliah menjadi hal yang utama. Banyak dari mereka yang tak segan menjadi pribadi yang tak acuh dan banyak mengabaikan hal-hal lain yang pun sebetulnya penting untuk dirinya. Mandi, makan, hal-hal yang termasuk dalam daily habbit pun seolah lenyap dari mata. Seringkali. Bukan semuanya, ya.

Bukan hanya untuk pribadi, bahkan, yang gue alami adalah dalam sekelompok orang. Yap, sekelompok orang ini adalah empat belas pilar membanggakan yang seringkali terlupakan. Biarpun sering tampak sebagai manusia-manusia yang abai akan apa yang mestinya menjadi hak dan diterimanya di dalam bangku perkuliahan, tapi nyatanya mereka dapat benar-benar duduk diam dan berkutat dengan analisa bidang sastra yang diminatinya.

Di kampus, jam istirahat seringkali menjadi sesuatu yang semu. Antara ada dan tiada. Seperti sebuah konspirasi alam semesta, dosen-dosen pun turut mengamini perihal yang satu ini dengan mengganti jadwal kuliah ke jam istirahat. Ada saja alasannya. Ini berakibat pada beberapa hal selain kurangnya istirahat bagi kami, tentunya.

Kelaparan.

Waktu istirahat kami yang pada akhirnya jatuh terlampau sore itu menuntut kami untuk lebih pandai lagi menahan lapar, keluhan, dan lebih banyaknya uang yang mesti kami keluarkan. Sebab, pada jeda singkat di jam makan siang yang akan dipakai untuk perkuliahan itu, kami biasanya akan menyempatkan diri untuk membeli kuliner breaktime untuk mengganjal perut. Ya, agar dapat tetap fokus menerima materi-materi yang akan disampaikan, tentu saja. Selepas perkuliahan, kami baru dapat menikmati makanan berat. Oke, inilah sisi gelap mahasiswa yang sedang mengejar judul skripsi.

Bukan hal yang mudah, memang. Mungkin, perihal makan seringkali terlupakan ketika fokus yang kita miliki sepenuhnya tertuju pada satu hal krusial. Yang jelas, bukan dengan paksaan ataupun di bawah keharusan suatu pihak yang bukan diri kita sendiri, kan? Namun dengan jumlah power yang kalah besar, tentunya dalam keadaan tersebut kita seringkali lebih memilih untuk patuh pada keadaan. Ya, namanya juga hidup, gak melulu berjalan semau kita.

Sst... Inilah Salah Satu Kendala Mahasiswa Tingkat Akhir


Ngomong-ngomong perihal breaktime, kamu sudah kenal dengan Breaktime.co.id? Itu, lho, portal lifestyle yang menyediakan berbagai informasi tentang film, fashion, travel, kesehatan, kuliner, dan lain-lain. Sebagai kawula muda yang ingin memantapkan diri sebagai pribadi yang kekinian, agaknya boleh juga mencoba-coba intip untuk menjadi panduan gaya hidup dari sana. Supaya makin hitz!

Bisa jadi salah satu referensi juga untuk memilih kuliner breaktime yang sehat, cukup mengganjal perut, dan terjangkau tentunya untuk mengatasi masalah yang sudah dijabarkan sebelumnya. Karena biasanya, banyak juga kan dijajakan makanan pengganjal perut yang kurang menyehatkan. Tapi, ya, sebagai muda-mudi yang dibutuhkan bangsa nantinya (tsaah), bukan hanya nutrisi otak yang dijaga. Sebab itu, kesehatan dari makanan yang kita pilih juga menjadi hal yang penting untuk tetap diperhatikan walaupun dengan terbatasnya waktu istirahat.

Jadi, seminimal apa pun kesempatan yang kita miliki untuk hal apa pun—termasuk dalam hal memilih makanan—kita mesti menggunakannya dengan sebaik yang kita bisa. Harus tetap cerdas, apalagi dengan perkembangan teknologi yang kian pesat ini, semakin banyak yang dapat kita manfaatkan sebagai panduan. Kalau asal pintar tapi kesehatan diabaikan, percuma dong, ya? Buat kamu yang lagi urus skripsi juga, semangat ya! Dulu-duluan wisudalah kita~





Salam sayang,




Pertiwi Yuliana

You Might Also Like

1 komentar

  1. Aku pikir ini tulisan akan membahas tentang skripsi dan sekitarnya, eh nyatanya bahas makanan. Duh jadi laper

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer