IDIOSINKRASI | Your Favorite Devil's Advocate
poem

IDIOSINKRASI

Jumat, Mei 08, 2015

IDIOSINKRASI

Kamu.
Sesungguhnya, bicara tentangmu untuk saat ini adalah pelanggaran terhadap keakuanku yang kuakui kini. Kamu pernah menjadi kamuku, menjadi rujukan pasti dalam setiap klitik {-mu} yang kutulis.

Pernah. Karena sudah tidak lagi.
Aku masih dalam tahap mencoba melepaskan kamu dari morfem /K/A/M/U/. Sedikit demi sedikit memberi jeda makna hingga akhirnya /K/A/M/U/ bukan lagi kamu yang pernah kucita-citakan menjadi sepasang bola mata pertama yang kutatap saat pejamku terbuka.

Kamu dan aku.
Ialah keanehan paling sempurna yang terpinggirkan dari kehidupan. Bukankah kita pernah saling percaya bahwa kewarasan sudah terlalu mainstream, kan? Sebab itu, kata waras kita tanggalkan. Kita—kamu dan aku—menjadi orang yang aneh, orang yang gila, tetapi selalu tampak bahagia.

Bahagia, katanya.
Banyak orang yang belum percaya bahwa kita telah menghapus kita dari kehidupan kita. Rupanya, kita terlalu sempurna untuk membuat mereka lupa bahwa sempurna ialah ketiadaan yang begitu pasti bagi manusia.

Aku punya satu tugas.
Untuk menyulap kamu menjadi sebuah tulisan.

Dari sedikit yang telah kuurai, kudefinisikan kamu sebagai cita-cita teraneh yang kusesalkan. Kamu adalah keindahan sementara yang begitu salah. Boleh kuulang? S-A-L-A-H. Dan masih banyak sesal yang minta kaujamah untuk jelaskan semua. Bagaimana?

Lupa.
Kusedang mendamba lupa. Lupa yang sudah mulai tiba. Yang sedang kusemogakan cepat mendapat tahta. Ya, agar semua tentang kita benar-benar sirna. Bisa tolong aamiin-kan bersama? Aku  ingin kembali menyukai tanpa tapi dan karena. Aku ingin menyayangi dengan meskipun di dalamnya.

Karena…
Aku sudah punya calon rujukan lain untuk klitik {-mu} milikku.
Aku sudah punya kamuku.
Yang bukan kamu.




Tabik!



Pertiwi

You Might Also Like

19 komentar

  1. Bisa tolong aminkan bersama
    *Amin ya Allah...*
    Gila anak sastra postinganya bikin pening

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih :)
      Jangan terlalu dibawa serius hahaha

      Hapus
    2. setuju..
      atau mungkin nalar gue yang gag sampai.. Mengingat nilai bahasa gue yang pemberani

      Hapus
  2. bagus tulisannya, keren banget gaya bahasanya... kalo ada waktu bole kita menumpang mandi trus belajar nulis sebagus mbak pert

    BalasHapus
  3. bahasanya mantap mbak.tanpa diminta aku tetap Amini kok mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, makasih ya. Aamiin juga buat semua doamu :)

      Hapus
  4. Gilak anak sastra kalau mosting bahasa tingkat dewa zeus :v
    Pusing....

    BalasHapus
  5. Kamu, ya kamu, kamu yang bukan kamu, karena kamu yang sering kusingkat kita-aku dan kamu- tidak lagi ada, sekarang aku sudah bersama kamu yang lain :)

    Aamiin :D

    BalasHapus
  6. Ceritanya move on.. Ihiiiiir~ :P

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer