Sindir-sindiran di Social Media, Yuk! | Your Favorite Devil's Advocate
personal

Sindir-sindiran di Social Media, Yuk!

Kamis, Juli 24, 2014


Alkisah di sebuah dunia yang rentan goyah, hiduplah seorang perempuan yang tak perlu disebutkan namanya. Dia suka sekali mencibir tanpa lelah. Iya, tentang kehidupan mantan kekasihnya yang mulai menemukan hati baru untuk singgah.

Sungguh, begitu mengenaskan ceritanya. Seperti sekuntum mawar putih yang kelopaknya mulai kecoklatan, layu, termakan usia. Mungkin, karena terlalu berartilah si lelaki hingga menimbulkan sindiran-sindiran yang—sayangnya—malah menjatuhkan diri sendiri. Atau kemungkinan lainnya, memang dia adalah orang yang suka sekali mencari perhatian sana-sini?
***

NYINDIR DI SOCIAL MEDIA
Kebaca gak tweet-tweet di atas? Iya, itu adalah curahan hati dari seseorang yang baru mengenal social media. Itu baru sedikit, tweet-tweet sebelumnya masih banyak lagi nyindir-nyindir sirik. Please, kalian jangan begitu, ya. Tipe orang kayak gini masuk ke dalam dua tipe terakhir dari “Tipe-tipe Orang di Social Media” versi gue di sini.

Sungguh, kalau cari perhatian ya pakai cara yang cantik bisa kan ya? Gak perlu sealay itu juga. Sebelumnya, orang yang bersangkutan pernah bilang kalau gue kayak bocah di akunnya. Nah, kalau kayak gitu, siapa sih yang kelihatan kayak bocah? Oke, gue memang lebih muda daripada orang tersebut, tapi sayangnya dia gak terlihat lebih dewasa dari gue. Yang ada, gue cuma mengendus bau-bau orang gagal move on di sana.

Nyindir gue? Pacar gue? Boleh, tapi argumennya apa? Alasannya kenapa? Kalau memang sudah gak peduli lagi ya ngapain sih masih aja ngerecokin hidup orang? Mungkin teman-temannya memang membela dia, tapi gue gak yakin kalau teman-temannya tau cerita yang sesungguhnya melalui dua versi. Iya, cerita masa lalu dari si orang tersebut dengan pacar gue. Gue sudah berusaha netral, gue dengar cerita dari satu pihak, kemudian cari tau dari pihak satunya. Gue cocokin dan ternyata memang benar.

Makanya, kalau mau ngebela temen juga liat-liat dulu, ya. Jangan asal, “Ah, dia kan temen gue!” terus dibela mati-matian sampe harus ikutan nyindir orang di social media. Terlalu pengecut. Gue sih maklum, abis temen-temennya sama alaynya kayak dia.

Maaf, mungkin postingan ini akan sangat kasar isinya. Ini post peringatan. Peringatan untuk orang yang sudah mengusik kehidupan gue.

“Maaf lagi, Anda telah salah memilih target yang Anda sindir.”

Well, Guys, kalau kalian punya masalah sama seseorang atau kelompok tertentu, tolong deh jangan kayak gitu. Jangan nyindir lewat social media, itu hanya membuat kalian terlihat amat sangat pengecut. Iya, PENGECUT. Kalau memang berani ya hadapi langsung. Sesusah itukah?

Oke, gue yang mulai gerah minta sama pacar gue untuk bikin sebuah grup berisi gue, dia, dan mantannya yang alay itu. Kalau di akunnya dia berani nyindir-nyindir kami, kalian bisa lihat apa yang terjadi di grup itu.

NYINDIR DI SOCIAL MEDIA


KABUR!

Iya, bisanya malah kabur. Gue gak ngerti deh sama orang yang berani di social media tapi pas berhadapan langsung sama orang yang dimaksud malah kabur, pake acara ngeles segala. Itu lucu loh. Secara langsung dia sudah mempermalukan dirinya sendiri. Di depan gue, di depan pacar gue, orang-orang yang dia sindir.

Setelah persidangan di grup itu, gak ada yang selesai. Padahal gue pengen tenang, pengen selesai, pengen damai. Iya, kaburnya gak menyelesaikan apa pun. Pertanyaan gue belum terjawab, dia gak berani jawab. Tapi seperti yang gue bilang, dia salah pilih target untuk disindir. Gue keras, amat keras, sedangkan dia terlalu lembek untuk berhadapan sama gue. Caper? Ya elah, gue juga bisa. Nyindir di social media? Bisa gue bales dengan mudahnya.

Sekali lagi, ini post peringatan. Gue mau orang-orang melek! Terutama orang-orang yang ngebela orang yang salah. Bisa baca sendiri, kan? Gue gak akan sebut akunnya di sini, percuma juga. Iya, karena setelah disidang, dia gembok akun.

Mungkin dia pikir dia akan aman setelah gembok akun, tapi sayangnya gue masih lumayan cerdas untuk bisa tau apa aja yang dia tulis di akunnya tanpa harus nge-follow dia. Kok bisa? Ah, rahasia!

Yang pasti, akunnya itu salah satu hiburan buat gue. Kebodohan yang terlupakan olehnya adalah apa yang dia tulis itu bisa bikin orang lain—kayak gue—ngakak gak berenti pas baca. Makanya gue bilang, be a smart user!

Gue sudah memperingatkan, post ini adalah kali kedua setelah grup itu dibuat. Kenapa gue buat post ini? Karena dia masih nyindir pake analogi di akunnya yang “udah kegembok” itu.

NYINDIR DI SOCIAL MEDIA
Ini salah satu twitpic-nya setelah disidang
Merasa terdzalimi? Lah? Apa kabar gue dan pacar gue yang dijelek-jelekin mulu di social media-nya? Lucu, ya? Kadang, orang yang merasa terdzalimi itu sebenarnya adalah dia yang sedang mendzalimi dirinya sendiri. Iya, mendzalimi dengan perasaan yang gagal move on, misalnya. *eeh
“Mbak, saya gak marah lho sama Anda. Saya malah sering tertawa karena Anda. Terima kasih, ya!”

Mau main sindir-sindiran di social media? Ih, ayuk! Biar kayak anak gaul nan alay yang baru kenal social media gitu kan ya? Ahahaha!

Ingat, kalau ada masalah, berusahalah untuk menyelesaikannya dengan cara yang baik. Karena saling sindir hanya akan membawa masalah baru di kehidupan kalian. Cerdas-cerdaslah, jangan seperti contoh di atas. MEMALUKAN. Ketika kalian nyindir orang lain, akan sangat kelihatan bahwa kalian iri dengan kehidupan orang itu karena hidup kalian tidak bahagia.


UPDATE!!!
Ternyata, gak cuma gue aja yang disindir-sindir, orang di bawah ini juga.

SINDIR-SINDIRAN DI SOCIAL MEDIA
SINDIR-SINDIRAN DI SOCIAL MEDIA
SINDIR-SINDIRAN DI SOCIAL MEDIA
SINDIR-SINDIRAN DI SOCIAL MEDIA


Udah lebih jelas belum? Oke, namanya gak gue sensor sekarang karena melihat di kolom komentar banyak salah pengertian. Gue hanya akan menyembunyikan akunnya yang nyindir-nyindir gue dan pacar gue. Namanya Pipit, Rospita Nur Fazriah. Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas K Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2010 dengan nomor registrasi 10201241009.

Selamat! Anda mendapat surat peringatan kedua dari saya!





Salam,


Pertiwi Yuliana














NB:
Sebelum menekan "Publish" untuk postingan ini, saya sudah berpikir masak-masak tentang pro dan kontra yang akan terjadi. Jadi, silakan berpendapat sebebas mungkin. Feel free! Asal lihat-lihat dulu dan baca baik-baik dulu sebelum berkomentar. Terima kasih :)

You Might Also Like

58 komentar

  1. Kata-katanya pas terakhir keren.. :))

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Iya, Mas. Dunia ini memang panggung sandiwara, tinggal bagaimana kita memerankannya kan?
      Setidaknya, jangan sampai selebay itu juga~~~

      Hapus
  3. Nyinir tp pas di datengin malah ngehindar. Itu ga asik~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngehindarnya pake ngeles pun, pake bohong pun. Lucu kan hahaha

      Hapus
  4. Tutup mata. Tutup telinga. Stay positive melangkah kedepan.
    Kalo gue bilang sih tiw... "Bodo amat"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo mau bodo amat sih bisa aja, Kak Jung. Tapi aku kasian sama orang yang bersangkutan kalo gak ada yang negasin. Keterusan nanti jadi bumerang sendiri buat dia.

      Hapus
  5. Kaktiw fix gawl aaah, nyindir-nyindiran. Takut disindir. :(((
    Btw, itu ttdnya keren gitu, ya. Xoxo!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini, Dek, ngumpet di ketek Abang.
      Aku keren. Fix. :*

      Hapus
  6. Aku sering banget diginiin tiw. Masa bodoh sih skrg haha. Kalo ketemu dia biasa aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini post gak bakal ada sebenernya kalo dia bisa menghargai niat baik kami untuk menyelesaikan masalah dengan menjawab pertanyaan simple kami. Aku gak pengen punya musuh makanya bikin grup dan minta klarifikasi, eh malah begitu. Yaaa, yasudah beginilah yaa~~~

      Ahahaha

      Hapus
  7. Ini isi postingnya kayanya nyindir juga deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas baca judulnya coba :))
      Baca isinya juga yang detil, ya XD

      Hapus
    2. Di postingan ini ditulis bahwa gak perlu bersikap alay seperti menyindir. Dan di postingan ini, Tiwi menceritakan seseorang dengan tidak menyebutkan nama, yang juga berarti menyindir.
      Jadi ini sindiran untuk orang yang suka menyindir, ya Tiw?

      Hapus
    3. Apalah arti sebuah nama, Dok? Saya jelas menunjuk kepada mantan dari pacar saya tanpa mengelak sama sekali. Tidak menyebut nama bukan berarti apa-apa, saya hanya berusaha untuk tetap menghargai dia dengan tidak menyebutkannya. Tapi yang pasti saya tahu, sebagian yang membaca ini tahu siapa dia. Saya mewakili keresahan orang-orang hanya mencoba menyuarakannya dengan cara saya. Kenapa cara saya begini? Kalau dibaca di atas, karena cara musyawarah tidak diindahkan. Seperti yang saya tulis di akhir postingan ini, saya tahu akan banyak pro dan kontra soal tulisan ini, maka itu saya memberi judulnya dengan "sindir-sindiran". Kenapa? Karena cara dan bahasa yang saya gunakan bagi sebagian orang yang tidak tahu, akan tampak sebagai sindiran. Kalau kamu bisa baca tweet-tweet lain dia yang nyindir kami, kamu pasti tahu bedanya kok. Hihihi. Terima kasih :)

      Hapus
    4. Mahahah. Haoyoloh wi \:D/
      *terbang ke kayangan*

      Hapus
  8. Sikap dan cara orang menyikapi putus hubungan beda-beda, ada yang cepat move on ada yang nggak :)
    Tapi, saya kok kurang setuju dengan postingan ini ya (apa bedanya dengan postingan sang mantan yang nyidir di sosmed?). Dan juga, bukannya postingan ini malah semakin menyakiti hati sang mantan? Mungkin iya, dia bakal terbantu untuk move on, tapi dengan sakit hati yang mendalam. Hehe
    Biarlah tweet dia menjadi bumbu hubungan kalian berdua. Cukup disikapi dengan langgengnya hubungan kalian, saya rasa itu sikap yang lebih dewasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah jelas tertera pada judul dan isi post soal sindir-sindiran, Pak.
      Saya gak pernah mempermasalahkan setuju atau tidaknya orang lain terhadap apa yang saya tulis, itu sudah biasa. Tapi seperti judul blog saya, "Welcome to My Own World!!" Ini dunia saya, dan ini pulalah cara saya menyikapi persoalan ini setelah orang yang saya bahas di atas tidak bisa diajak berdiskusi dengan baik karena tanpa menyelesaikan apa pun telah seenaknya ngeloyor pergi. Kalau ini gak berhasil juga, saya masih ada cara lain. Hak saya juga kan untuk bebas menyikapi hal ini? Iyalah.
      Mau disamakan? Mananya? Saya jelas nunjuk tanpa ngeles dan sembunyi kok :))
      Terima kasih, Pak. Saya dan pacar saya memang sedang belajar untuk melewati tahap ini dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bantu doanya saja jika berkenan. :)

      Ahiks bahasa gueeeh! XD

      Hapus
  9. Mbak pertiwiyulia. kamu... keren abis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu komentar kayak gitu gak karena lagi sawan, kan? Semoga engga hahaha aamiin. Thanks :)

      Hapus
  10. Aku speechless...
    *eh tanda tangannya bagus*

    BalasHapus
    Balasan
    1. ^^^ terduga kenal dengan orang yang kumaksud di atas ahihihi
      Terima kasih :)

      Hapus
  11. Mentang-mentang bahas mantan, foto di insta kaki gw, fakyuh Tiw! Hahahaha.

    By the way, sahabat gw jg berurusan sama orang kayak gitu, emang gitu biasanya sok terdzolimi..

    Dari pada nyindar-nyindir orang mending galau sendiri... #Kelepasan #Maaf #Nunuemangkeren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu gak sengaja, Nu. Gue asal ngambil gambar di HP gue, dan gue baru nyadar kalo ada koneksi tersendiri secara gak sadar antara lo dan bahasan soal mantan hahaha!
      Galau mulu gak aus lau? :D

      Hapus
  12. Emang begitu, Dek. Biasanya mah maling mana ada yang mau ngaku.
    Ngomong gak pernah nyindir dan gak ada niatan buat nyinggung, tp ngetweetnya begitu.
    Ngetweet caper dan umbar sana-sini dan sok-sok tegar dan merasa terdzalimi, biar apa tau maksudnya.
    Ngerasa sok2an jadi wirausaha karena ngerasa berusaha sendiri, telek lah. Gak tau diri banget, padahal mah siapa yang usaha. Pengen banget suruh ngaca dicermin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang kubilang kan, Mas? Dia salah pilih target sindiran. Kita sama-sama kuat dan jelas dia gak akan ada apa-apanya. Kita udah coba niat baik untuk menyelesaikan secara pribadi tapi tanggapannya malah buruk. Semuanya bisa lebih gila dari ini kalau dia masih berulah lagi. Aku janji. Hahaha!
      Yang pasti, sekarang kamu punya aku :) :*

      Hapus
  13. Nyindir-nyindir disosmed emang sering banget terjadi,mba.Kesanya pelakunya bener keliatan kurang dewasanya, mending bener kata mba tiwi, langsung ketemu,.
    Eh iya banyak banget emang temen"ku di sosmed yang sindir-sidiran ga jelas. yang terakhir sih, temen smpku ada yang sindir"an sama adek kelas , padahal nih temen aku kek pendiem gitu di duniaa nyata, tp di sosmed bacotanya manteb. hiks tapi, beginian seru banget di stalking, berasa nonton sinetron tapi versi yang beda. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dunia maya memang suka sekali jadi bumerang dan jadi tempat di mana orang-orang menunjukkan sisi lain dari dirinya. Kalau kita gak pandai dalam penggunaannya, matilah kita. Hahaha!
      Dek, bilangin temennya buat jangan sering begitu lagi, ya :)

      Hapus
  14. lengkap dengan nomer registrasinya :3

    BalasHapus
  15. Mainstream banget ini! wkwkwk :D But, keren postingannya... hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, gak konsisten. Mainstream kok keren hahaha

      Hapus
  16. Balasan
    1. Postingan ini udah saya kasih tau ke orang yang saya maksud, apa masih bisa dibilang nyindir? Bah! Engga dong~~~

      Hapus
  17. Alhamdulillah kaga ada yang nyindir selama ini, ada sih, tapi cepet banget baekannya wkwk xD

    BalasHapus
  18. UWOOOOHHH..... hidup tiwii!!
    frontal abisss!!
    semoga orangnya baca tulisan lo ini, wi. biar dia bisa mup on. jgan ampe bnuh''an, wi. ngeriii... ntar kejadiannya kyak yg d beritain di detik pas bulan'' kmren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah baca, kan link tulisan ini gue kasih ke dia. Trus dia sempet bales postingan gue sebelum tutup blognya. Lalala pengecut sekali.

      Hapus
  19. Aduh ini lucu deh,anaknya terlalu alay nih. Merasa gaul yang over dosis mungkin. Berasa dunia milik dia-__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kmu jangan ngikut yang begitu ya :')

      Hapus
  20. Mention ke dia dong mbak link post ini biar tau rasa :v
    mau jadi penerus si dwita dwita itu mungkin :| *emot tegar"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah gue kasih dari postingan ini selesai tauuuuu-_______-

      Hapus
  21. kayak anak SD aja yaa nyindir2 di sosmed...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung aku gak nyindir, kan nyebut nama dan identitas jelas ya? Udah ngasih tau postingan ini ke orangnya juga. Dududu~~~

      Hapus
  22. inilah sosial media. semua orang bebas berekspresi. terkadang tanpa mempedulikan perasaan orang lain. semoga masalah ini tidak dibawa di dunia nyata. masalah dunia maya, cukuplah diselesaikan di dunia maya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo masih nyolot sih gue gak takut nyamperin, Man hahaha

      Hapus
  23. kl aku sih biasanya saling sindir sama temen2 buat seseruan aja tapi ya kadang manusia ada kalanya waktunya ga tepat dan buat jadi ga enakan sama temen sendiri.

    BalasHapus
  24. sindiran gini kayaknya lebih pas di balas dengan sarkas haha

    BalasHapus
  25. wah sekarang jaman nya nyindir2-an di sosmed ya,

    BalasHapus
  26. biasalah... belum bisa move jadinya nyindir mulu hehehe

    BalasHapus
  27. Ini cerita lama menghangat lagi ya haha. Pipitnya bakal baca nggak? Nomor npm sebaiknya nggak usah ada deh, serem kalau ada yang nyalahgunain :|

    BalasHapus
  28. Aku mau nyindir kamu ah biar dapet peringatan juga.

    Jadi, kamu beneran galak ya wi kalo diusik. Haha

    BalasHapus
  29. KEknya emang kudu hati2 dan jaga2 attitude kita di sosmed..
    Paringi langgeng sama mas pacar ya mbak tiwi ^_^

    BalasHapus
  30. Kalo yanyg nyindir2 gitu mendingan diemi aja kak, emangsih kalo udah kelewatan paling enak dilabrak langsung whohoho

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer