Seandainya..... | Your Favorite Devil's Advocate
poem

Seandainya.....

Sabtu, Maret 08, 2014

Kemarin, kita masih tertawa bersama karena sebuah rencana. Iya, yang pastinya akan indah. Namun tetap saja, kita tidak bisa melawan takdir yang ada. Rencana hanyalah sebatas rencana jikalau Tuhan memang tidak mengizinkan hal tersebut menjadi nyata. 

Aku benci kata seandainya
Photo Source : Google

Seandainya kita dapat berjumpa, aku masih sangat ingin untuk mencium aroma khas yang selalu mengiringi keberadaan kita.

Seandainya kita dapat bersama, aku masih sangat ingin menautkan jemari kita agar kehangatan itu menjadi nyata.

Seandainya semua berpihak pada kita, aku masih sangat ingin memelukmu agar sakit ini luruh bersama imaji yang terbangun.

Seandainya tak ada lagi air mata, aku dan kamu akan bercinta dengan tawa canda.

Ah ya, AKU BENCI KATA SEANDAINYA.

You Might Also Like

29 komentar

  1. seandainya tidak selalu dalam hal yang membuat kita sedih, ada kalanya seandainya juga bisa kita jadikan sebagai semangat untuk mengejar sesuatu. seperti "seandainya aku dulu tidak menyatakan cinta kepadamu, mungkin kita sekarang tidak lagi duduk berdua disini menikmati senja yang hilang dimakan gelap". itu bisa menjadi semangat agar kita berani menyatakan cinta kepada seseorang, dan menikmati keindahannya setelah kita berhasil mengungkapkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asli, gak ngerti.
      Nak, kalimatmu ini tidak saling mendukung satu sama lain :)

      Hapus
    2. mungkin maksud Reyza : di postingan ini kan "seandainya" versi lo sifatnya galau gitu dan menyesali.

      versi reyza "Seandainya" adalah mengenang.

      IMO

      Hapus
    3. Gue ngerti soal maksudnya yang berbeda pendapat mengenai kata "seandainya", tapi penyampaiannya itu yang amat sangat salah. Kalimat-kalimatnya sendiri tidak mendukung argumennya. Hahaha lucu :p
      Maaf ya, namanya juga gue anak bahasa ya pasti bakal peka sama begituan XD

      Hapus
  2. aku juga kadang bencidengan kata seandainya, seolah ekspekasi yang tidak akan menjadi nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uwuwuw tetap semangART ya, Kak! :))

      Hapus
  3. Andai kata "Seandainya" itu dapat menjadi nyata, mungkin akan jelas terasa lebih indah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan seandainya itu selalu berada di tengah dilema :)

      Hapus
  4. panjang banget kayaknya relasi IF (seandainya) ini. semisal contoh di bahasa pemrograman, IF ini udh bisa dianggep sebagai langkah kecil untuk melakukan byk pekerjaan dlm satu waktu. CMIIW. jd gak bisa dibenci juga. hehe. #OOT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah ya, tergantung konteks "seandainya" yang sedang dibicarakan juga :)

      Hapus
  5. Gue boleh ganti enggak kata seandainya di atas jadi "Insya Allah"? :)

    BalasHapus
  6. kerena kata seandainya selalu muncul di setiap penyesalan.. :p

    BalasHapus
  7. seandainya itu judul lagu yak? :p

    BalasHapus
  8. Seandainya seandainya seandainya,hmmm ya ya ya,seandainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi jangan terlarut dalam kata seandainya, Kawan :)

      Hapus
  9. Seandainya dia juga punya perasaan yang .... ah sudahlah :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galaunya udah beda nih hihihi :))

      Hapus
    2. setuju sama yang diatas.
      seandainya orang itu punya perasaan yang sama sperti diri gue...... ga mungkin juga sih. itu kan cuman seandainya doang. bkan kenyataannya. hehe

      Hapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer