Senandung Pasca SBMPTN | Your Favorite Devil's Advocate
personal

Senandung Pasca SBMPTN

Kamis, Juni 20, 2013

Sebagai seorang time traveller, kali ini saya akan membawa kalian untuk memundurkan waktu satu tahun ke belakang.

Saya masih berada di sebuah sekolah di tahun ketiga penggunaan seragam putih abu-abu. Tinggal menunggu waktu untuk menanggalkan seragam yang selalu menjadi kebanggaan. Selesai berkutat dengan kertas-kertas soal, LJK ( lembar jawaban komputer ), pensil mekanik ( saya tidak begitu suka dengan pensil kayu, kurang efektif dan terlalu buang-buang waktu untuk merautnya ) yang selalu setia menemani saya berpusing-pusing ria dan penghapus yang dengan segera menghapus kegalauan saya akan sebuah pertanyaan.


Hari pengumuman kelulusan pun tiba. Jemari saya telah menari dengan indah di atas keyboard komputer untuk memasukan alamat website sekolah dan melihat pengumuman kelulusan.


Tersenyum. Yang saya tahu, sekolah saya tak akan membiarkan satu pun muridnya tidak lulus. Untuk apa predikat sekolah unggulan itu jikalau masih ada saja muridnya yang harus mengulang studinya lagi?

Klik "Lihat Nilai" dan muncullah...


Kali ini saya ingin mengumpat dengan berbagai macam sumpah serapah rasanya! Saya memiliki 2 target untuk UN yang sejak SMP telah saya terapkan. Sewaktu SMP, saya menargetkan nilai rata-rata saya harus mencapai angka 9 dan nilai matematika saya harus 10. Ternyata saya gagal. Nilai matematika saya memang 10, namun nilai rata-rata saya hanya mencapai angka 8,7 yang artinya belum mencapai keseluruhan target saya. Kejadian itu kembali terulang. Untuk UN SMA, saya menargetkan nilai rata-rata saya dengan angka minimal 8 sementara nilai matematika saya 10. Nyatanya saya kembali gagal, namun kegagalan kali ini BUKAN KARENA KETIDAKMAMPUAN SAYA.

Seperti yang bisa dilihat di atas, target untuk nilai matematika saya tidak tercapai. INI BUKAN KARENA SAYA TIDAK MAMPU! Mengingat hal ini terjadi karena ada satu soal yang TIDAK ADA JAWABANNYA. Selesai UN Matematika dan sebelum adanya pengumuman itu pun saya telah tau bahwa nilai saya akan seperti itu. Sungguh, ini bukanlah suatu keadilan. Saya telah mengerjakan soal yang mudah, sangat mudah, namun ternyata jawaban dari soal yang mudah itu TIDAK ADA dalam pilihan ganda yang disediakan. Serasa ingin meninju layar komputer saat itu juga. Adakah anulir untuk UJIAN NASIONAL? Tentu tidak! Maka bisakah para pembuat soal bekerja dengan lebih teliti lagi agar tidak terulang kembali kejadian seperti saya ini? Walaupun hanya 0,25 tapi itu sungguh berarti untuk kami, para pelajar yang berjuang setengah mati hanya demi UN yang sebenarnya hanya membuat kesenjangan sosial lebih terasa antara penduduk perkotaan dan pelosok.

Baiklah, banyak pihak yang telah menghibur saya atas kejadian tersebut. Walaupun saya masih belum dapat menerimanya hingga detik ini, tapi setidaknya saya masih punya planning lain yang harus saya kejar. Karena saya bukan termasuk dalam siswa yang mendapat SNMPTN Undangan, maka saya mempersiapkan diri saya untuk menghadapi SNMPTN Tulis. Keadaan saya yang tidak pernah mengikuti bimbel di mana pun membuat beberapa teman saya berkata, "mati aja lo, Tiw, sekolah di 12 ga bimbel!" Haha! Saya masih hidup, Kawan!

Selepas UN, saya rutin mengunjungi sekolah tercinta hanya untuk terdiam di ruang perpustakaan bersama soal-soal hasil copy-an yang saya dapatkan dari guru dan teman-teman saya. Jika ada yang saya tak mengerti, maka bergegaslah saya mencari guru yang bersangkutan untuk bertanya. Keindahan dari berilmu itu sederhana. Tak perlu rumit dan mengeluarkan banyak biaya, hanya perlu niat dan mau untuk berusaha dengan memanfaatkan segala yang ada.

Sejujurnya saya masih belum tau ingin mengambil jurusan apa untuk SNMPTN Tulis ini, beberapa kali saya bertanya pada orang-orang yang berbeda dan jawaban mereka rata-rata sama, "matematika murni."

Oh, Tuhan! Saya mencintai matematika, namun hanya dalam intensitas yang sewajarnya. Jikalau saya memasuki bidang itu lebih dalam lagi, belum tentu saya akan mencintainya seperti ini. Bahkan mungkin, saya akan mengeluh karena jenuh.

Mengingat kembali hobi saya membaca buku psikologi sejak duduk di bangku kelas 2 SMP, saya memutuskan untuk memilih jurusan Psikologi di sebuah universitas di Solo--Universitas Negeri Sebelas Maret. Ada satu orang yang pernah mengatakan pada saya, "Lo mau ngambil Psikologi UNS? Ga salah? Emangnya lo bisa? Di sana tuh banyak banget peminatnya, lo ga bakal bisa deh!" Haha! Saya selalu diragukan.


Jika melihat passing grade yang lumayan tinggi tersebut dan jumlah peminat dari jurusan itu, saya dapat memaklumi perkataan teman saya di atas. Namun semakin saya diragukan, maka saya akan semakin berusaha untuk menunjukkan bahwa saya bisa.

Untuk informasi sedikit, Psikologi UNS itu masuk dalam golongan IPA bukan IPS. Ini psikologi klinis, maka jurusan ini masuk ke dalam Fakultas Kedokteran di universitas tesebut. Dan kenapa saya memilih UNS yang jelas jauh dari tempat tinggal saya di Jakarta? Karena sebelumnya orang tua saya pernah mengatakan bahwa kami sekeluarga akan pindah ke Solo.

Hari pelaksanaan SNMPTN Tulis pun berlangsung, saya mendapat lokasi ujian di Fakultas Teknik UNJ. Saya mengambil program IPA sesuai dengan jurusan saya di SMA untuk SNMPTN Tulis ini. Pilihan jurusannya dua: yang pertama adalah Psikologi UNS sedangkan yang kedua adalah Gizi UI. 

Dua hari pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar.

Dan tibalah saat di mana pengumuman diluncurkan.


Ternyata saya lolos. Ini keajaiban atau apa? Saya masih setengah sadar saat saya membuka website resmi UNS untuk cek ulang apakah saya benar-benar lolos atau tidak.


SAYA MEMANG BENAR-BENAR LOLOS!

Tak lama, handphone saya berdering tanda panggilan masuk. Tertera nama orang yang meragukan saya itu memanggil. Dengan senyum lebar saya mengangkatnya.
"Gimana? Lolos ga lo?"
"Lolos dong!"
"Serius?"
"Iya lah! Makanya jangan ngeraguin gue!"
"Hahaha..."
Kemudian perbincangan kami merujuk pada traktiran yang telah dijanjikannya jika saya lolos SNMPTN Tulis ini.

Namun nyatanya keadaan masih belum berpihak pada saya, saya harus menunda kuliah hanya karena orang tua saya yang tetiba mengurungkan niatnya untuk pindah ke Solo. Dan kembali karena gender saya yang nyatanya adalah seorang perempuan, maka saya tidak diizinkan untuk kost sendiri di luar kota. Sempat ingin marah semarah marahnya, namun mereka orang tua saya. Ya, sudahlah.

Perjalanan waktu mengiringi saya melewati berbagai peristiwa yang menyenangkan dan tentunya sarat akan makna. Ada lagi teman saya yang mengatakan bahwa untuk tahun 2013, SNMPTN Tulis akan ditiadakan. Saya benar-benar shock saat itu, karena jika saya harus masuk universitas dengan jalur mandiri maka biayanya akan jauh lebih mahal.

Ternyata tidak, SNMPTN Tulis tidak dihapuskan namun hanya berganti nama menjadi SBMPTN. Mengapa  harus berganti nama? Begini, di salah satu artikel yang pernah saya baca menerangkan bahwa segala sesuatu yang mencantumkan kata "Nasional" maka biayanya harus ditanggung seluruhnya oleh pemerintah. Sementara SNMPTN Tulis mengenakan biaya tersendiri kepada para siswa yang mendaftarkan diri untuk mengikutinya, maka dari itu berubahlah nama SNMPTN Tulis menjadi SBMPTN.

Saya kembali bertempur dengan soal-soal itu, namun kali ini saya mengambil program IPS.


Enggan untuk sakit hati lagi karena kemampuan yang mumpuni namun keadaan yang belum memenuhi, maka saya banting setir mengambil program IPS dan memasukkan UNJ untuk seluruh pilihan saya. Jujur saja, saya tidak belajar untuk ujian SBMPTN ini, maka saya masih harap-harap cemas semoga dapat lolos untuk jurusan yang saya mau. Amin.

Apa perbedaannya antara tahun ini dan tahun lalu?
  1. Nama yang berubah dari SNMPTN Tulis menjadi SBMPTN.
  2. Harga yang lebih mahal. Tahun lalu untuk program IPA/IPS dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 sementara untuk IPC dikenakan biaya sebesar Rp 175.000. Sedangkan untuk tahun ini program IPA/IPS dikenakan biaya Rp 175.000 dan IPC Rp 200.000. ( Tapi saya mengikuti program IPS dengan harga setara dengan tahun lalu yaitu Rp 150.000 hahaha! )
  3. Jumlah pilihan jurusan. Tahun lalu untuk program IPA/IPS hanya diperkenankan untuk memilih 2 jurusan sedangkan untuk tahun ini dapat memilih 3 jurusan. Untuk program IPC masih sama dan belum ada perubahan dari jumlah pilihan jurusan.
  4. Peraturan yang berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, kita diperbolehkan untuk tidak mengisi sama sekali pelajaran yang tidak kita yakini, namun untuk tahun ini seluruh mata pelajaran yang diujikan harus diisi dan tidak boleh ada nilai 0 ( nol ) apalagi - ( minus ). Untuk informasi lagi bagi yang belum mengetahui, nilai benar bernilai +4, salah -1 dan tidak diisi bernilai 0. ( Peraturan ini yang membuat saya cemas akan hasil SBMPTN yang baru saja saya ikuti, karena basic saya adalah IPA )
Sedikit tips untuk SBMPTN:
  1. Temukan dahulu passion-mu untuk memilih jurusan yang kamu mau. Jangan terpaku pada perkataan orang lain. Ingat, kamu yang menjalani hidupmu dan bukan mereka.
  2. Sebaiknya kamu mulai menata strategi untuk memilih jurusan. Karena sesungguhnya lapangan pekerjaan yang populer saat ini belum tentu dibutuhkan disaat masanya kamu terjun langsung ke dunia kerja. Pertimbangkan passing grade, jumlah peminat dan daya tampung.
  3. Teruslah berlatih untuk soal-soal yang akan diujikan. Kamu tidak perlu menguasai seluruh materi yang ada dalam satu mata pelajaran, kamu hanya perlu mendalami yang mau kamu pelajari lebih dalam. Jangan memaksakan otakmu untuk bekerja lebih hanya demi obsesimu. Perlahan tapi pasti, santai tapi selamat.
  4. Untuk meninggikan nilai, saya sarankan untuk memperdalam TPA ( Tes Potensi Akademik ) dan TKD ( Tes Kemampuan Dasar ).
  5. Teliti. Ini terjadi pada tahun di mana saya mengikuti SNMPTN Tulis. Ada beberapa soal yang saya jawab dengan salah hanya karena kurang teliti. Kesalahan kecil dapat mengubah poin +4 menjadi -1, maka berhati-hatilah.
  6. Yang paling penting, jangan egois. Jangan mengira bahwa jika kamu mengisi banyak soal maka kamu akan lolos. Belum tentu. Ingat, jika kamu salah maka kamu akan mendapat nilai - ( minus ). Maka baiknya kamu redam egomu untuk benar-benar memilih mana yang akan kamu isi. Sebaiknya hanya yang benar-benar kamu yakin betul yang kamu isi, jika ragu maka lewatilah soal itu.
Mungkin hanya segitu yang dapat saya bagi kali ini, semoga dapat bermanfaat. Dan yang terakhir, mohon doanya agar saya lolos SBMPTN tahun ini. Amin. Terima kasih.

You Might Also Like

24 komentar

  1. HUAAAAAAHHHHH!! Akhirnyaaaa dituliskan se-detail-detailnya :D mantap kaktiw!
    Betul banget tuh kaktiw, semakin banyak orang meragukan kemampuan kita, maka semakin besar kemampuan kita untuk bisa lolos dan bisa membuktikan bahwa kita bisa! People can, why we cant? We can do it! #semangat45

    Nilai UN-nya... *prok prok prok*
    Nilai mtk kaktiw is perfect! WOWW! Dan kenapa bisa sampai gak ada jawabannya gitu sih? Ih.. jadi gak bisa dapat 10 kan -___- harusnya itu bonus aja :| 0,25 itu sangat menentukan bagi masa depan para pelajar -_- #esmosikeluar
    Wah.. jadi gitu ya? Trus kalo ragu mah lebih baik gak usah diisi kan? Biarin dah dapet 0, daripada dapat minus :(( nyesek banget..

    Ajib bener dah postingannya! Darisini bisa banyak tau hehe..
    Ohya, btw aku lagi bingung mencari jati diri nih.. Aku gak tau passionku dimana :| masih burem(?) masih berusaha menemukan passion yg tersembunyi haha

    Maaf ya kaktiw komennya puanjang amat wekeke padahal tadi pengen lebih panjang lagi, cuman aku tau diri lah.. hahaha ntar kan bisa dilanjut di line #eaaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai dipikirin, Dek Muth! Jangan sampe nyesel nantinya gegara salah jurusan :D

      Yoo, tanya-tanya lebih lanjut boleh via apa aja kok hehe

      Hapus
  2. Semoga lulus tiw, dan jadi guru. Dan kalau lu bakal ngamuk jika diraguin orang. Maka gue meragukan lu buat jadian sama kevin. Huh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. numpang ngakak ya om kribo: HAHAHHAHA .__.V

      Hapus
    2. Maksudnya lo mau gue jadian sama Kevin gitu? Err.....

      Hapus
  3. wi... nilai matematikanya bikin gue ngiler beneran... ajarin ya :|
    nilai 0,25 itu berarti juga bagi pelajar absurd kayak gue huahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gue bisa gue pasti bagi-bagi kok, tenang aja hahaha

      Hapus
  4. wow, nilai eksaktanya super sekali :p

    pengalaman kita hampir sama, cuma bedanya waktu ikut SNMPTN ambil IPC.
    semoga lulus ya tiwi :D

    BalasHapus
  5. waktu snmptn (2010) juga banyak yang meragukan gue, gue jawab dengan kelulusan snmptn. orang tua gue aja nggak percaya gue lulus :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat ya, Mas! Haha
      Doakan saya! :D

      Hapus
  6. Woooooohhh, taun ini ya? sama kayak aku dong...
    Hahahaha...
    Saling mendoakan ya., sumpah kimianya kemaren susah.. -____-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saling mendoakan ya, semoga sama-sama lolos. amin.

      Hapus
  7. kenapa gak ikut snmptn undangan, kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gini: SNMPTN Undangan itu yang milih sekolah bukan muridnya sendiri. Sekolah gue masih masuk sekolah unggulan akreditasi A, waktu jaman gue yang berhak dapet SNMPTN Undangan itu 50% dari keseluruhan jumlah murid per jurusan. Gue bukan termasuk yang dapet karena nilai rapot gue ga konstan, naik turun. Oke, sampe sini paham?
      Dan bisa dibaca lagi, gue lulusan tahun 2012. Pertanyaannya, apakah mungkin gue nerima hak sebagai peserta SNMPTN Undangan tahun 2013? Yak, betul. Jawabannya adalah tidak.

      Hapus
  8. mantappp cerpen sekaligus churcoll :D hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap! Tapi ini bukan cerpen hahaha

      Hapus
  9. gua malah ngakak liat foto lo. hahaha

    BalasHapus
  10. saran nya beber bener membantu kak terimakasih kak...........

    BalasHapus
  11. kakak sekarang jadi kuliah dimana? :)) aku juga pengen ke psikologi soalnya kak. antara unpad sama uns itu dah

    BalasHapus

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer