Kamis Sendu | Welcome to My Own World - Pertiwi Yuliana
poem

Kamis Sendu

Kamis, April 18, 2013

Demi apa pun gue hampir nangis gara-gara blog ini ga bisa kebuka tadi! Gue ga inget sama sekali kalo gue ganti password, maaf ya blog-ku tercinta *peluk cium sampai mati rasa*

Blog ini udah nemenin gue dari tahun 2010, ga bakal mau kehilangan walaupun banyak postingan lamanya yang udah gue hapus. Tapi tetep aja, memori tentang itu semua ga bakal bisa kehapus begitu aja. Dan di sini, di blog ini, gue nuangin segalanya. Once again, love you more my beautiful blog!

Entah, rasanya ga enak banget hari ini. Hujan deras dan ga tau kenapa perasaan gue juga lagi bener-bener ga enak. Ga enaknya pake banget loh! Antara mau nangis sama engga. Jujur sih gue risih sama suatu keadaan yang lagi gue alami sekarang. Mungkin karena gue belum terbiasa, tapi ini bukan gue. Dan jauh banget dari gue. Gue mau lari, tapi itu cuma akan nunjukin betapa pengecutnya gue. Sementara selama ini gue terus nyoba untuk berdiri kokoh dengan kaki gue sendiri. Tetiba ada yang sakit di dalem sini, di yang paling dalem, sakit banget. Oke, pelajaran hari ini adalah: gue ga boleh terlalu banyak ngomong sama orang yang belum begitu gue percaya.

Akhirnya gue tau kalo kedieman gue selama ini emang penting. Kenapa? Karena setelah gue banyak ngomong, ternyata--entah disadarinya atau engga--ada pihak yang nyakitin gue. Gue harus bertahan jadi pribadi yang bisu di sini. Gue harus bisa. Karena itu yang ternyata selama ini bikin gue kuat. Sekuat ini sampai gue ga pernah meneteskan air mata lagi. Gue ga mau rapuh dengan tiba-tiba. Gue ga mau pincang seketika. Gue masih mau jadi diri gue yang kuat. Bukan berarti gue ga butuh orang lain, tapi tolong untuk dimengerti bahwa gue butuh privasi.

Gue baik-baik aja sebelum lo banyak omong tentang hal yang jauh dari kepastian, Sumpah, gue baik-baik aja. Gue kecewa sama lo. Banget. Maaf, gue mau jaga jarak.

You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer