Cinta Tanpa Definisi | Your Favorite Devil's Advocate
poem

Cinta Tanpa Definisi

Selasa, Juni 05, 2012

-->
 hari senin waktu itu gue sempet ngelewatin mading rohis dan gue liat tulisan ini...


Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang laut di lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Dia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi sahsyat.
Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di kadapannya. Setelah itu ia kembali tenang. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar.
            Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa meari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketikanya semua menjadi abu. Itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.
Dikutip dari “Serial Cinta Ust. Anis Matta”


besarnya makna cinta, kata yang menurut gue sendiri adalah kata yang sakral. maka, hargailah CINTA :)

You Might Also Like

0 komentar

"Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai." - Pramoedya Ananta Toer